<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769</id><updated>2012-02-16T14:07:22.678+07:00</updated><category term='pemurtadan'/><category term='Dakwah Rasulullah'/><category term='Kesejahteraan'/><category term='Islamisasi teknologi'/><category term='Good Corporate'/><category term='Inspirasi Dakwah'/><category term='pesan dakwah'/><category term='Good'/><category term='Cara Dakwah'/><category term='INSPIRASI'/><category term='bahaya minum sambil berdiri'/><category term='GOOD GOVERNANCE'/><category term='Perang Uhud'/><category term='Kreatif Dakwah'/><category term='ISLAM'/><category term='Zakat potensial'/><category term='Perang Hunain'/><category term='Zakat'/><category term='Perang Badar'/><category term='DEMOKRASI'/><category term='Islam Kristen'/><category term='Teknologi Dakwah'/><category term='Akuntansi Islam'/><category term='Manajemen Dakwah'/><category term='Shalat mencegah penyakit'/><category term='perkembangan Islam'/><category term='Holistic'/><category term='adab minum'/><category term='FENOMENA'/><category term='Zakat Produktif'/><category term='Pemberdayaan'/><category term='Muallaf'/><category term='Contoh Dakwah Islam'/><category term='Masuk Islam'/><category term='Shalat Tahajjud'/><category term='radio dakwah'/><category term='TEKNO DAKWAH'/><category term='Governance'/><category term='Ekonomy Islam'/><category term='Islamic'/><category term='Tahajjud Menyehatkan'/><category term='Adab makan'/><category term='Corporate'/><category term='MOTIVASI'/><category term='Dakwah teknologi'/><category term='Nabi Muhammad Membela Bulan'/><category term='Bulan terbelah'/><category term='CLEAN GOVERNANCE'/><category term='Berkah Teknologi'/><category term='dakwah bilhal'/><category term='Berfikir Positif'/><category term='Contact Us'/><category term='Holistic Good Govern'/><category term='GOOD GOVERNMENT'/><category term='Tinjauan Akuntansi'/><title type='text'>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-8219582901311500253</id><published>2011-09-22T18:32:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T18:32:52.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Holistic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Good Corporate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corporate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Holistic Good Govern'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Governance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Good'/><title type='text'>Dari Good Corporate Governance menjadi Holistic Good Corporate Governance dan Holistic Good Govern</title><content type='html'>&lt;div class="clearfix" id="jv-container"&gt;      &lt;div id="jv-inside-full"&gt;        &lt;div id="jv-left-content"&gt;                       &lt;div id="jv-content"&gt;         &lt;div id="jv-content-inner"&gt;                               &lt;div class="clearfix" id="jv-component"&gt;                       &lt;div id="page"&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSgn-7U5N0QggcgNETgVgOJ7kX2ydzW3i-GoE0u11QMHSenVxg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=157&amp;amp;w=236&amp;amp;usg=__Szy_UzssS8NwxmJgaAZ7bv4hgM8=" style="float: left; margin: 5px;" width="320" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="createdby"&gt;Written by Ekonomi Islam Online &lt;/span&gt;     &lt;span class="createdate"&gt;   Friday, 12 November 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="createdate"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;A. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah dan konsepsi Good Corporate Governance dan Good Government  Governance muncul dan berkembang di Indonesia pasca krisis ekonomi di  paruh akhir tahun 1997 ditandai dengan ditandatanganinya Letter of  Intents (LOI) antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor (IMF)  yang mensyaratkan perbaikan governance (public maupun korporasi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai  syarat bantuan yang diberikan.[1] Dari perspektif Indonesia,&amp;nbsp;  persyaratan perbaikan governance menjadi beban yang sangat berat bagi&amp;nbsp;  lembaga pemerintah dan korporasi di Indonesia yang sudah dalam kondisi  yang sangat terpuruk, bahkan banyak yang mengalami kebangkrutan, gulung  tikar.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam waktu sekejap kita menyaksikan banyaknya Perbankan  Nasional, satu persatu masuk ke ruang “ICU” BPPN untuk disehatkan  kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali, Ph.D (2005)[2] menjelaskan beberapa ciri-ciri Perusahaan yang berada dalam krisis, sbb : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Fisik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tak terurus, lampu redup, toilet kotor, seragam petugas lama tak berganti, mobil tua, pabrik bekerja di bawah optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDM&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Malas,  datang &amp;amp; pulang seenaknya, pemimpin jarang hadir, banyak terlihat  tidak bekerja dan kongko-kongko, tenaga yang bagus-bagus sudah keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk andalan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hampir tidak ada, hanya menyelesaikan yang sudah ada saja, banyak retur dan defect&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hampir setiap hari terdengar, perasaan resah dimana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hampir tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo Karyawan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tinggi, rasa takut kena PHK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Hukum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Meningkat, datang dari mana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian keuangan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Hidup dalam suasana stress, dikejar tagihan-tagihan yang tak terbayar dan oleh debt collector&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk dicatat, walaupun&amp;nbsp;&amp;nbsp; keinginan kuat dari pemerintah Pasca  Orde Baru&amp;nbsp; (Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawaty Soekarnoputri, hingga  Susilo Bambang Yudhoyono)&amp;nbsp; bersama Legislatif dan Yudikatif untuk  melakukan revitalisasi Penyelenggaraan Negara dan&amp;nbsp; BUMN dengan membuat  berbagai UU dan Peraturan Pemerintah seperti UU No. 28 tahun 1999  tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi,&amp;nbsp;  kolusi dan nepotisme ; UU no 31 tahun tentang pemberantasan tindak  pidana korupsi dan UU no.30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi, serta UU no. 17 tahun 2003 tentang keuangan  Negara hingga UU no. 19 tahun 2003 tentang BUMN,&amp;nbsp; tapi kemudian semua UU  dan Peraturan Pemerintah belum menyentuh persoalan dasar, dan malah isi  UU dan Peraturan Pemerintah tersebut membuat ”masalah baru” yang tak  pernah dipikirkan sebelumnya. Ini membuktikan bahwa persoalan perbaikan  Governance bukanlah masalah yang mudah.&amp;nbsp; Tak semudah membalikkan telapak  tangan dan&amp;nbsp; tak semanis janji-janji dalam kampanye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi  ini semakin diperparah dengan apa yang menjadi kecenderungan global di  awal abad 21 ini. Kritik dan meningkatnya ketidakpercayaan pada  birokrasi dan korporasi, sebenarnya tidak saja mewabah di Negara-Negara  Sedang Berkembang seperti Indonesia dan Negara-Negara ASEAN lainnya,  tetapi juga terjadi di Negara-Negara Maju. Bahkan, seperti yang ditulis  David Osborne dan Ted Gaebler (1992) dalam bukunya Reinventing  Government (Mewirausahakan Birokrasi) bahwa perestroika tidak saja  terjadi di Uni Soviet tetapi juga terjadi di Amerika Serikat[3].&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kedua  penulis tersebut menjelaskan bahwa di penghujung tahun 1980-an, majalah  Time pada sampul mukanya menanyakan :” Sudah matikah pemerintahan”. Di  awal tahun 1990-an, jawaban yang muncul bagi kebanyakan orang Amerika  adalah ”Ya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang&amp;nbsp; membedakan&amp;nbsp; Indonesia&amp;nbsp; dengan Negara – Negara ASEAN dan negara-negara&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lainnya  lainnya adalah jika Negara – Negara ASEAN&amp;nbsp; dan negara – negara lainnya  dapat dengan cepat melakukan revitalisasi Penyelenggaraan Negara dan  Korporasi, maka di Indonesia revitalisasi masih merupakan bahasa langit  yang sulit untuk dibumikan (down to earth). Bahkan dengan munculnya  kelangkaan BBM, krisis listrik dan kenaikan harga&amp;nbsp; hingga melemahnya  rupiah terhadap dolar yang menembus level Rp. 10.000 sekarang ini  menunjukkan bahwa penyelenggaraan negara dan korporasi masih jauh dari  harapan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sesuatu yang sehat, cerdas, pro aktif, beradab  dan menjadi bagian dari pemecah masalah (part of solution) serta  menjadi peluang dan kesempatan yang positif, jika umat Islam sebagai  jumlah mayoritas di Negeri ini, melalui Muktamar&amp;nbsp; I Ikatan Ahli Ekonomi  Islam Indonesia (IAEI) dan International Seminar on Islamic Economics as  A Solution ikut memberikan sumbangan pemikiran dan aksi bagaimana  Implementasi Good Corporate Governance dan&amp;nbsp; Good Government Governance  dapat dilaksanakan melalui ekonomi dan manajemen Islam. Tentu saja,  sumbangan pemikiran tersebut tidak saja dalam kerangka wacana dan debat  kusir[4], tetapi harus mengarah pada sesuatu yang nyata,&amp;nbsp; membuahkan  hasil (performance)&amp;nbsp; dan meningkatkan daya saing[5].&amp;nbsp; Kalau tidak, ini  hanya akan menjadi bahan tertawaan dan olok-olokan. Seperti yang  diingatkan oleh almarhum Prof. DR. H. Nurcholish Madjid (Cak Nur) bahwa  perputaran waktu begitu sangat cepatnya, tidak saja dalam hitungan  tahun, bulan&amp;nbsp; dan minggu,&amp;nbsp; tetapi sudah dalam hitungan jam, menit dan  detik. Kondisi yang tak diperkirakan ini (unpredictable) ”memaksa” semua  penyelenggara negara, pengelola korporasi dan bisnis, dan semua&amp;nbsp; orang&amp;nbsp;  berlari untuk mengejarnya. Selain perputaran waktu (Time Management),  umat Islam juga diminta untuk dapat menggunakan&amp;nbsp; kompas, petah dan arah  yang tepat (Compas &amp;amp; Road Map Management). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam,  hidup ini adalah peluang &amp;amp; kesempatan. Peluang &amp;amp; Kesempatan  tersebut tidak saja sesuatu yang bersifat nyata (Tangible) tetapi juga  bersifat tidak nyata (Intangible). Dalam konteks Rahman dan Rahim-Nya  Allah SWT,&amp;nbsp; peluang dan kesem patan tersebut adalah sesuatu yang tak  terbatas (The Unlimited), yang bisa didaur ulang (Recycling), sesuatu  yang bisa dikembangkan (Development), sesuatu yang bisa dikemas  (Packaging), serta sesuatu yang bisa diperbaharui (Inovasi), sesuatu  yang bisa digali (Explore), dan sesuatu yang bisa digabungkan (Inter  Connection)[6], dsb.&amp;nbsp; Keberlimpahan rahman dan rahim-Nya Allah SWT akan  menjadi keunggulan bersaing (Comparative Advantage) dan Kemampuan  Bersaing (Competitive Advantage) bagi kaum beriman bila kaum beriman  mengikuti persyaratan, kaidah dan ketentuan&amp;nbsp; yang diberikan Allah SWT  &amp;amp; Rasulnya[7]. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B.&amp;nbsp; Kompleksitas GCG dan GGG di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah realitas yang tak bisa dibantah bahwa untuk melaksanakan Good  Corporate Governance dan Good Government Governance, Indonesia harus  dibenturkan (memperhalus istilah dihancurkan)&amp;nbsp; terlebih dahulu dalam  Krisis Multi Dimensi yang berkepanjangan. Boleh jadi,&amp;nbsp; jika tidak  didahului oleh Krisis Multi Dimensi yang berkepanjangan, kehendak untuk  melaksanakan GCG dan GGG adalah tidak sekuat seperti sekarang ini. Tentu  saja, pasti ada hikmah di balik peristiwa, mengapa Indonesia harus  dibenturkan terlebih dahulu. Ada kasus nyata (Case Study) yang dapat  dijadikan contoh (benchmarking)[8]. Bagaimana Jepang dapat menjadi  Negara Industri Yang Maju di Asia setelah Hiroshima dan Nagasaki  dibomatomkan oleh tentara sekutu pada tahun 1945 menunjukkan bahwa  bangsa Jepang ternyata mempunyai Adversity Quotient (Kecerdasan Merubah  Musibah Menjadi Nikmat) yang luar biasa. Dalam perspektif Al-Qur’an,  Nabi Yunus AS juga harus ditelan ikan Dzun Nun terlebih dahulu untuk  kemudian tercerahkan kembali[9]. Hal yang sama, juga dialami oleh Nabi  Muhammad SAW yang harus hijrah ke Madinah Al-Munawwarah hingga akhirnya  menalukkan kota Mekkah dan dunia dengan cerdas[10]. Masih banyak  contoh-contoh yang dapat dikemukakan sebagai Benchmarking.[11] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sesuatu yang sangat logis, jika Krisis Multi Dimensi 1998  mempunyai Rentetan Krisis. Di antara Dampak Krisis Multi Dimensi  1998[12] itu adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Beban Yang Dihadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Nilai mata uang rupiah merosot tajam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang luar negeri (dalam mata uang asing) menggerogoti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;modal sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan bank ditutup, hutang dialihkan ke BPPN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat bunga pinjaman &amp;amp; simpanan melambung tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku tidak tersedia dan&amp;nbsp; kalau ada mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik-pabrik tutup, perputaran uang macet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan infrastruktur terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan dunia hilang, tidak bisa membuka LC di luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utilisasi mesin produksi di bawah 50 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya beli dan keinginan membeli hancur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inflasi tinggi, harga-harga melambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Kerja&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pengangguran Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuk serikat-serikat pekerja untuk melindungi diri dari ancaman pemutusan hubungan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi kerja merosot, gamang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ketegangan meningkat, benturan terjadi dimana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa saling percaya hilang&lt;br /&gt;Kecemburuan meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat beralih ke hiburan-hiburan ringan (infotainment, dangdut, kafe, seks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kriminalitas terjadi baik di jalan, di perumahan, perbankan dan perkantoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Beban Yang Dihadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan silih berganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik elite politik dirasakan akibatnya dimana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kalangan berpendidikan, profesional, dan usahawan pindah dan memindahkan usahanya ke luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kalangan atas yang masih memiliki tabungan meningkatkan investasi pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan bawah menarik anak-anaknya dari sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi Daerah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kekuasaan bergeser, menjadi kekuatan-kekuatan baru di berbagai daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tender&amp;nbsp; beralih dari pusat ke daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retribusi-retribusi baru bermunculan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan cabang-cabang baru perusahaan terpaksa dilakukan atas tuntutan daerah&lt;br /&gt;Persaingan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Persaingan  baru bermunculan. Negara ditekan IMF untuk membuka pintu seluas-luasnya  dan produk-produk asing membanjiri pasar domestik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul pemain-pemain kecil sebagai pelaku ekonomi yang kompetitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan harga membuat harga jual merosot tajam, diskon atau komisi penjualan yang harus diberikan membesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembayaran&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Mundur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tak mampu membayar dan diselesaikan melalui pengadilan atau debt collector&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Berubah, ada tuntutan penerapan IT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul mesin-mesin produksi baru yang lebih efisien untuk kapasitas usaha yang lebih kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)[13],  dampak kriris multi dimensi yang berkepanjangan ini berdampak bukan saja  terhadap perilaku individu, team dan organisasi, tetapi juga berdampak  pada cara pandang (mind setting), permodalan, peraturan, struktur dan  proses organisasi maupun lingkungan strategis yang sangat dinamis. Kalau  demikian jadinya, walaupun belum tentu seluruhnya benar, tepat dan  akurat, telah terjadi berbagai perubahan sebelum dan sesudah reformasi  di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan apa yang terjadi di Indonesia?. Apakah  perubahan tersebut sesuatu yang bersifat fundamental ataupun sebatas  fenomena. Atau jangan-jangan, perubahan itu sebenarnya tidak pernah ada.  Atau yang sangat dan paling berbahaya, perubahan yang ada sekarang ini  malah lebih parah kondisinya dibanding masa sebelumnya.&amp;nbsp; Kalau itu yang  terjadi, seperti yang disindir Al-Qur’an, kita tidak ubahnya seperti  keledai yang membawa buku[14], yang tidak paham dan mengerti apa yang  dibawanya.&amp;nbsp; Kita bukanlah&amp;nbsp; keledai, kita adalah ciptaan Allah SWT yang  terbaik, bahkan kita adalah wakil Allah SWT di permukaan bumi ini  (Khalifah Fil Ardh). Oleh karena itu, kita tidak boleh lagi terperosok  dalam kurang yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap perubahan yang ada, kita perlu  mencermatinya secara utuh, TIDAK SEPOTONG-POTONG (Not Cutting To  Pieces).&amp;nbsp; Di antara perubahan yang kini sedang berjalan [15] : &lt;br /&gt;Bidang &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era Pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Soeharto&lt;br /&gt;Politik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dikendalikan melalui 3 partai besar dan ada single majority&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kehendak rakyat, multi partai, koalisi antar partai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Era &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kekuasaan dikuasai oleh eksekutif&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kekuasaaan seimbang eksekutif, legislatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Terpusat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pemerintah pusat membagi kekuasaan dengan pemerintah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Anti persaingan/persaingan diang gap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Persaingan bebas dari dalam dan luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian jumlah para pelaku usaha, cenderung memunculkan usaha-usaha besar (konglomerasi)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pelaku terbuka luas, cenderung berbasiskan UKM (Usaha kecil &amp;amp; menengah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi vertikal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Outsourcing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominan peran pemerintah (makro ekonomi dominan)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dominan peran masyarakat (seimbang makro-mikro ekonomi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dikendalikan negara (informasi assymetry)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Bergerak bebas (demokratisasi informasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga sensor pers&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tidak ada sensor pers, diselesaikan melalui proses pengadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa ditembus secara fisik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dapat ditembus melalui teknologi komunikasi (internet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Serikat pekerja adalah mitra pemerintah (hanya 1 serikat pekerja). Praktis tidak ada demo buruh, unjuk rasa atau pemogokan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kebebasan  berserikat, bahkan setiap badan usaha bebas memiliki beberapa  organisasi serikat pekerja. Bebas melakukan unjuk rasa, mogok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Era &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerja, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas-komunitas masyarakat dikendalikan oleh militer&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Komunitas masyarakat punya pilihan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dikuasai negara, orientasi pada harga murah (subsidi)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pendidikan persaingan bebas, pengurangan subsidi, transformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dominan peran pemerintah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Peradilan bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-isu penting hukum hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Isu-isu penting : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hak Asasi Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanah Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemutusan Hubungan Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemberantasan korupsi&amp;nbsp; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transparansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lingkungan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Terbatas, tumbuh bertahap &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Negara tak punya cukup biaya untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memelihara&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; membangun yang baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi transportasi darat dan laut, tarif diatur pemerintah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Pemakaian transportasi udara meningkat tajam, tarif bersaing bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan Internasional&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Terbatas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sangat kuat, karena pemberi pinjaman semakin besar pertaruhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan Global&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Masih terbatas&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sangat dominan&amp;nbsp; dan agresif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Holistic Good Corporate Governance dan Holistic Good Government Governance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. 1. Open System &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertitik tolak dari kompleksitas GCG dan GGG di Indonesia&amp;nbsp; yang  digambarkan di atas , maka&amp;nbsp; seperti yang dijelaskan oleh Prof. DR. H.  Akhmad Syahroza, SE, Ak.MAFIS dalam Pidato Pengukuhannya sebagai Guru  Besar Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, bahwa konsepsi dan  implementasi Good Corporate Governance (GCG) dan Good Goverment  Governance (GGG) harus dipandang dari sudut organisasi yang menggunakan  open system[16], bukan close system.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari  open system ini maka GCG dan GGG tidak bisa dipandang semata-mata  sebagai konsep sekuler dan konsep adminitsrasi belaka.&amp;nbsp; Karena jika ini  yang terjadi, maka GCG dan GGG telah menjadi Parokialisme [17]dan  etnosentris [18] yang dipaksakan Negara-Negara Maju terhadap  Negara-Negara Berkembang atau konsep yang dipaksakan oleh Negara kepada  BUMNnya tanpa mempertimbangkan kemampuan, potensi, maupun lingkungan  strategis dimana perusahaan itu berada.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  contoh dari lawan dari parokialisme dan etnosentris, seperti yang  diuraikan oleh Stephen P. Robbins bahwa “Raksasa&amp;nbsp; elektronik&amp;nbsp; Jepang&amp;nbsp;  Matsuhita&amp;nbsp; Electric&amp;nbsp; Company,&amp;nbsp; pembuat Merek&amp;nbsp; Panasonic dan National,  mengoperasikan lebih dari 150 pabrik dalam 38 negeri di Asia Tenggara,  Amerika Utara, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika. Dalam mengelola  jaringan pabrik luar negerinya yang mempekerjakan 99.000 pekerja,  Matsushita menyesuaikan praktek-praktek organisasionalnya pada tiap  negeri. Pada pabrik-pabriknya di Malaysia, Matsushita mengakomodasikan  perbedaan budaya dari karyawan Melayu Muslim, Cina etnis, dan India  dengan menawarkan masakan Cina, India dan Melayu dalam Cafetaria  perusahaan. Matsushita mengakomodasikan kebiasaan religius muslim dengan  memberikan ruang shalat istimewa pada tiap pabrik dan memungkinkan dua  pertemuan shalat per giliran”[19].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif  ilmu Ushul Fiqh, close system dapat dianalogikan dengan konsep tafshili  (terperinci) dan open system dapat dianalogikan dengan konsep Mujmal  (global). Ada sedikit hal yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an secara  tafshili (terperinci), yaitu yang berkaitan dengan masalah-masalah  ibadah mahdhah (ibadah), dan ada banyak hal yang dijelaskan&amp;nbsp; secara  mujmal (global), yaitu yang berkaitan dengan dimensi muamalah,  kebudayaan, kemasyarakatan, ekonomi dan perdagangan. Seperti yang diakui  oleh Muhammad Iqbal – salah seorang sarjana Islam kontemporer terkemuka  dari anak benua India – bahwa “Islam menolak pandangan statis tentang  alam semesta ini dan, sebaiknya mendukung pandangan dinamis”[20]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open system (Mujmal) memungkinkan ulama, cendekiawan dan pemikir Islam  di bidangnya masing-masing untuk melakukan Ijtihad. Banyak hal baru yang  terjadi di zaman sekarang ini, yang tidak terjadi di zaman Nabi  Muhammad SAW. Kalau hal-hal&amp;nbsp; tersebut tidak segera mendapat respon  positif tentu kehidupan umat Islam hanya akan menjadi objek. Misalnya  kewajiban berhaji ke Tanah Suci, di dalam Al-Qur’an [21],&amp;nbsp; dijelaskan  dengan mengendarai unta yang kurus dan berjalan kaki. Apakah ayat ini  mengharuskan para haji saat sekarang ini harus mengendarai unta yang  kurus dan berjalan kaki?. Faktanya, karena keterlambatan dan kebodohan  umat Islam menguasai ilmu pengetahuan, tekhnologi dan manajemen, umat di  luar Islam yang mampu membuat pesawat terbang semisal Boeing, Pesawat  Supersonik. Pertanyaan yang menggelitik, bolehkah umat Islam  melaksanakan haji dengan naik pesawat buatan umat di luar Islam?.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian jadinya, persoalan GCG dan GGG adalah tepat berada pada  wilayah open system (mujmal).&amp;nbsp; Open System yang dimaksud disini bukanlah  liberalisasi yang membebaskan segalanya dan menghalalkan semua cara.  Sebagaimana&amp;nbsp; panduan yang diberikan ajaran Islam bahwa ada lima komponen  hidup, Al-Kulliyah Al-Khams (Lima Dasar)[22], yaitu (1) jiwa, (2) akal  pikiran, (3) harta benda, (4) keturunan, (5) keyakinan beragama  manusia,&amp;nbsp; yang harus ada dan terpelihara dalam konteks Hablun Minallah  (hubungan dengan Allah SWT) apalagi dalam konteks Hablun Minannas  (hubungan dengan sesama manusia).&amp;nbsp; Sepanjang Al-Kulliyah Al-Khams ini  dapat dijaga dan terjaga, maka open system jutsru menjadi entry point  bagi masuknya nilai dan konsepsi Islam dalam&amp;nbsp; GCG dan GGG. Penting  dicatat bahwa Indonesia bukanlah Negara Islam yang bersendikan kepada  Al-Qur’an dan Hadits. Sebagai negara demokrasi yang akan terus  melaksanakan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden secara langsung, maka  penerapan GCG dan GGG yang bersumber dari ekonomi Islam bukanlah  sifatnya menggantikan (Substitutif) atau tepatnya mendirikan Negara  Islam, tetapi justru memperkaya (Enrichment), memperkuat (Empowerment)  dan mencerahkan (Enlightenment). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dengan open  system (mujmal)&amp;nbsp; ini, penulis seperti judul di atas, dengan tetap  mengedepankan prinsip-prinsip keuniversalan ajaran Islam (Rahmatal Lil  ’Alamin), telah melakukan studi mendalam tentang teori Governance. Studi  mendalam penulis tuangkan dalam buku Tafsir Manajemen Bisnis Ar-Riva’i,  Seri Detak Asma’ul Husna,&amp;nbsp; Meningkatkan Kecerdasan – Kesadaran –  Manjaemen Spiritual, Emosional, Intelektual, Merubah Musibah Menjadi  Nikmat dan Menjadikan Nikmat Sebagai Berkah dan Ridho Allah SWT para  professional secara holistic, dalam 10 jilid, yang diterbitkan Yayasan  Aku Muslim Indonesia, 2003. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk konteks Indonesia yang  mayoritas pemegang saham, CEO-nya yang beragama Islam,&amp;nbsp; maka penulis  mengusulkan teori&amp;nbsp; Holistic Governance, agar dapat&amp;nbsp; menghadirkan Allah  SWT dalam aktivitasnya, inklusif, salesable bahkan&amp;nbsp; profitable, bahkan  menjadi jalan-jalan mi’raj untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan  akhirat, dengan&amp;nbsp; ungkapan Holistic Good Corporate Governance (HGCG) dan  Holistic Good Government Corporate&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (HGGG)&amp;nbsp;&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; aplikasi&amp;nbsp; dari  Holistic Management[23] dan sebagai perwujudan dari ekonomi dan  manajemen Islam yang didukung dengan standard mutu PISO 99 : 1425 [24]  sebagai disiplin ilmu yang interdisipliner yang berbasis Detak Asma’ul  Husna, guna mengembangkan Keunikan,Keunggulan dan Keberkahan seutuhnya,  TIDAK SEPOTONG-POTONG (Not Cutting To Pieces).&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. 2. Teori Governance &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pembahasan mengenai apa itu Holistic Good Corporate Governance  (HGCG) dan Holistic Good Government Corporate&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (HGGG), maka perlu  diajukan pertanyaan,&amp;nbsp; bagaimana sebenarnya teori tentang Governance tsb  ?. dan bagian yang mana dari Teori Governance yang dapat menjadi Open  System?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diulas oleh Prof. DR. H. Akhmad  Syakhroza, SE, Ak, MAFIS, bahwa ”sejak dimulainya perdebatan yang  mengarah pada pentingnya governance dalam era korporasi yang modern,  perkembangan teori governance sangat berpengaruh di dalam munculnya  berbagai model terapan yang dapat diadopsi oleh berbagai perusahaan.  Berbagai perspektif yang berbeda dalam teori pada prinsipnya akan  menghasilkan berbagai diagnosa dan solusi terhadap berbagai masalah yang  berhubungan dengan penerapan corporate governance di dalam prakteknya.  Dengan demikian, pembahasan di dalam teori governance lebih tepat  dilakukan dengan memperhatikan berbagai perspektif tsb agar berbagai  model terapan yang dihasilkan dapat bersifat aplikatif”[25].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, perspektif di dalam memahami corporate governance dapat  dikategorikan menjadi dua paradigma (1) perspektif pemegang saham  (shareholding), dan (2) perspektif berbagai pihak yang berkepentingan  (stakeholding)[26]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif pertama  (shareholding)/teori shareholder dapat dianggap sebagai cara memandang  korporasi secara ”tradisional” yang berlandaskan pada argumen bahwa  perusahaan didirikan dan dioperasikan untuk tujuan memaksimumkan  kesejahteraan pemagang saham per-se sebagai akibat dari investasi yang  dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif kedua (stakeholding)/teori  stakeholder adalah baru marak dibicarakan pada akhir abad ke 20 dengan  diperkenalnya konsep stakeholder theory oleh Freeman (1984). Perspektif  ini memposisikan sudut pandang yang kontras dengan perspektif  tradisional sebagaimana yang dianut oleh shareholding. Dari sudut  pandang stakeholding perusahaan di defisinikan sebagai organ (locus)  yang berhubungan dengan berbagai ”pihak yang berkepentingan”  (stakeholders) lain yang berada, baik di dalam maupun di luar  perusahaan, dibandingkan dengan hanya memperhatikan ”kepentingan”  pemegang saham. Secara lebih spesifik, Freeman (1984) di dalam definisi  stakeholder ini termasuk ; karyawan, kreditur, supplier, pelanggan dan  komunitas local di mana sebuah korporasi berada. Proponen yang menganut  perspektif ini memandang bahwa hubungan yang berbasis ”kepercayaan”  (trusts relationships) dan etika bisnis (business ethics) merupakan  prasyarat utama sebagai acuan di dalam setiap pengambilan keputusan  melalui proses stakeholding management. [27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertitik tolak  dari 2 perspektif di atas, di dalam di dalam BUMN Directory 2005[28],  maka Corporate Governance didefinisikan sebagai “suatu proses dan  struktur yang digunakan oleh organ BUMN untuk meningkatkan keberhasilan  usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham  dalam jangka pajang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders  lain, berlandaskan peraturan perundangan dan nilai-nilai etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi di atas, Kementerian BUMN tampaknya berusaha menngkomodir  2 paradigma tentang Corporate Governance, yaitu memadukan kepentingan  antara shareholding dan stakeholding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Kementerian  BUMN, maka setiap BUMN wajib menerapkan Good Corporate Governance (GCG)  secara konsisten dan atau menjadikan GCG sebagai landasan  operasionalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Good Government Covernance dapat dikembangkan dan dielaborasi menjadi 11 butir, yaitu&amp;nbsp; [29]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemerintahan Katalis : Mengarahkan Ketimbang Mengayuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemerintahan Milik Masyarakat : Memberi wewenang ketimbang melayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemerintahan yang Kompetitif : Menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemerintahan yang Berorientasi Hasil : Membiayai hasil, bukan masukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pemerintahan Berorientasi Pelanggan&amp;nbsp; : Memenuhi Kebutuhan Pelanggan,&amp;nbsp; Bukan Bi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemerintahan Wirausaha : Menghasilkan Ketimbang Membelanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pemerintahan Yang Digerakkan oleh Misi : Mengubah Organisasi yang digerakkan oleh Peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp; Pemerintahan Antisipatif : Mencegah daripada Mengobati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp; Pemerintahan Desentralisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Pemerintahan Berorientasi Pasar : Mendongkrak Perubahan Melalui Pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Mengumpulkan semua menjadi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus Indonesia, penerapan GGG yang paling dominan baru pada&amp;nbsp;  Pemerintahan Desentralisasi, seperti yang tertulis dalam butir no. 9.  Saat ini, seiring dengan berlakunya Undang-Undang No. 22 /1999 tentang  Otonomi Daerah&amp;nbsp; dan Undang-Undang No. 25/1999 tentang Perimbangan  Keuangan Pusat dan Daerah[30], Good Goverment Governance. Kebutuhan akan  Otonomi Daerah dan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah menjadi  kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar. Gejala Disintegrasi, konflik  horizontal, kesejangan pendapatan antara pusat dan daerah&amp;nbsp; menjadi fakta  yang tak bisa ditutup-tutupi. Sedangkan butir 1 s/d 8, 10 s/d 11,  walaupun sudah ada good will, belum menemukan maqam yang sebenarnya,  bahkan proses dan implementasi GCG semakin terganggu dengan buruknya  Kinerja Anggota Kabinet SBY - JK.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik GCG maupu GGG memiliki beberapa prinsip[31], yaitu sbb : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Transparansi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengembalian  keputusan dan keterbukaan dalam mengembangkan informasi materil dan  relevan mengenai perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemandirian, yaitu suatu  keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan  kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai  dengan peraturan perundang – undangan dan prinsip – prinsip korporasi  yang sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akuntabilitas, yaitu kejelasan fungsi,  pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaan perusahaan  terlaksana secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pertanggungjawaban, yaitu  kesesuaian di dalam pengelolaan terhadap peraturan perundang – undangan  dan prinsip – prinsip korporasi yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kewajaran  (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak –hak  stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang  –undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan GCG pada BUMN&amp;nbsp; dan GGG pada  penyelenggaraan pemerintahan pastilah mempunyai tujuan dan manfaat yang  positif. Tujuan penerapan GCG pada BUMN bertujuan[32] antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memaksimalkan nilai BUMN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Mendorong pengelolaan BUMN secara professional, transparan dan efisien,  serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Organ BUMN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Mendorong agar Organ BUMN dalam mengambil keputusan dan menjalankan  tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan peraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meningkatkan iklim investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mensukseskan program privatisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manfaat penerapan GCG adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memudahkan akses terhadap investasi domestic maupun asing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mendapatkan cost of capital yang lebih murah (debt/capital)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan dari shareholder terhadap perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melindungi Direksi dan Komisaris&amp;nbsp; / Dewan Pengawas dari tuntutan hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. 3. Teori Holistic Governance &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati dengan kritis, objektif, maka teori governance dan  pengertian GCG dan GGG yang diterapkan di Indonesia, tidak secara lugas&amp;nbsp;  menempatkan Sumber Daya Insani sebagai komponen terpenting dalam  pelaksanaannya. Padahal manusia dalam perspektif Islam bukanlah alat  produksi, tetapi justru menjadi penentu di dalam kehidupan ini[33].  Insan GCG (Komisaris, Direktur, Karyawan) dan Insan GGG (Presiden, Wakil  Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Anggota DPR, Yudikatif, dsb)  ditakdirkan bukan untuk menyembah BUMN dan Negara tetapi menyembah Allah  SWT. Adalah hal yang aneh, jika nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa  tidak menjadi komponen penting dalam proses penerapan GCG dan GGG,  padahal di dalam sila pertama Pancasila dijelaskan “Ketuhanan Yang Maha  Esa”, bukan “Keuangan Yang Maha Berkuasa”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena  itulah, teori Holistic Governance yang diperkenalkan disini tidaklah  bersifat reaktif, atau sekedar memadukan 2 paradigma (Share Holding dan  Stake Holding), tetapi teori Holistic Governance ingin menawarkan teori  yang seutuhnya, TIDAK SEPOTONG-POTONG (Not Cutting To Pieces) guna  mengembangkan keunikan, keunggulan dan keberkahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari konsepsi pemikiran di atas, maka Holistic Good Corporate Governance  ®&amp;nbsp;&amp;nbsp; masing-masing diartikan sebagai suatu (1) pendekatan Kepemimpinan  dan Manajemen yang SMART, (2) legal dan&amp;nbsp; (3) berorientasi global, (4)  yang memadukan Kecerdasan – Kesadaran – Manajemen Spiritual/Spiritual  Quotient-Awareness-Management (S-QAM), (5) dalam upaya mencontoh dan  menauladani sifat-sifat Allah SWT yang ada di dalam Asma’ul Husna  sehingga&amp;nbsp; menjadi Detak Asma’ul Husna,&amp;nbsp; yang diikuti dengan (6)  Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen&amp;nbsp; Emosional/Emotional  Quotient-Awareness-Manage ment (E-QAM), (7)  Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen Intelektual/Intelliqence Quotient –  Awareness-Management (I-QAM),&amp;nbsp; (8) Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen  Merubah Musibah Menjadi Nikmat/Adversity Quotient- Awareness –  Manajemen&amp;nbsp; (A-QAM) dan (9) Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen Menjadikan  Nikmat Sebagai Berkah dan Ridho Allah SWT/Blessing Quotient -  Awareness-Management (B-QAM), (10) agar setiap individu dan anggota team  yang ada di dalam perusahaan dan organisasi dapat memuaskan kehendak  pemegang saham (share holding)&amp;nbsp; karyawan, pihak-pihak yang terkait  (stakeholding), dan (11) mampu berkomunikasi secara multi kultural,&amp;nbsp;&amp;nbsp;  agar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengelola&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (12) Keunggulan&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersaing&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Comparative  Advantage) dan (13) Kemampuan Bersaing (Competitive Advantage), (14)  untuk dapat menghasilkan produk dan jasa yang inovatif (15) guna  memberikan kepuasan pelanggan sekaligus (16) meraih Kesejahteraaan,  Kesehatan dan keberkahan hidup dunia dan akhirat, (17) secara utuh dan  menyatu&amp;nbsp; di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Holistic Government Governance ® diartikan sebagai (1)  pendekatan Kepemimpinan dan Manajemen yang SMART, (2) legal dan&amp;nbsp; (3)  berorientasi global, (4) yang memadukan Kecerdasan – Kesadaran –  Manajemen Spiritual/Spiritual Quotient-Awareness-Management (S-QAM), (5)  dalam upaya mencontoh dan menauladani sifat-sifat Allah SWT yang ada di  dalam Asma’ul Husna sehingga&amp;nbsp; menjadi Detak Asma’ul Husna,&amp;nbsp; yang  diikuti dengan (6) Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen&amp;nbsp; Emosional/ Emotional  Quotient-Awareness-Management (E-QAM), (7)  Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen Intelektual/Intelliqence Quotient –  Awareness-Management (I-QAM),&amp;nbsp; (8) Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen  Merubah Musibah Menjadi Nikmat/Adversity Quotient- Awareness –  Manajemen&amp;nbsp; (A-QAM) dan (9) Kecerdasan-Kesadaran-Manajemen Menjadikan  Nikmat Sebagai Berkah dan Ridho Allah SWT/Blessing Quotient -  Awareness-Management (B-QAM), (10) agar setiap individu dan anggota team  yang ada di dalam perusahaan dan organisasi dapat memuaskan kehendak  penyelenggara Negara, seluruh rakyat, pihak-pihak yang terkait  (stakeholding), dan (11) mampu berkomunikasi secara multi kultural,&amp;nbsp;&amp;nbsp;  agar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengelola&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (12) Keung gulan&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersaing&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Comparative  Advantage) dan (13) Kemampuan Bersaing (Competitive Advantage), (14)  untuk dapat menghasilkan produk dan jasa yang inovatif (15) guna  memberikan kepuasan pelanggan sekaligus (16) meraih Kesejahteraaan,  Kesehatan dan keberkahan hidup dunia dan akhirat, (17) secara utuh dan  menyatu&amp;nbsp; di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Holistic Governance mustahil dapat dijalankan jika tidak diikuti  oleh Holistic Standard Mutu. Alhamdulillah, standard Mutu tersebut tidak  saja mengaudit administrasi belaka, tetapi juga mengaudit perilaku  kompetitif, yang diberi nama, Sertifikat PISO 99 ; 1425. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting dicatat untuk dicatat, bahwa standard ISO yang dipakai selama  ini sangat bersifat duniawi, sekuler dan continental.&amp;nbsp; Padahal jika  dilihat dari kehendak konsumen terhadap produk-produk yang mereka pakai  dan konsumsi, maka konsumen tidak lagi semata-mata melihat suatu produk  sebagai produk an sich (How To Produce), tetapi perilaku konsumen sudah  mengarah kepada logika dan pemahaman bagaimana produk tersebut dapat  dipergunakan (How To Use). Tidak berhenti sampai disitu, konsumenpun  menuntut bagaimana produk tersebut dapat memuaskannya (How To Satisfy).  Lebih jauh dari itu, , semakin&amp;nbsp; banyak konsumen yang mengharapkan bahwa  produk-produk yang dipakai dapat mengantarkan dirinya menjadi bermakna  (How to Meaningful), langgeng (How To Sustain) sekaligus dapat  mengantarkan dirinya mendapatkan keberkahan (How To Bless). Jika semua  logika dan perkembangan produk di atas dari How To Produce s/d How  Satisfy didasarkan kepada bagaimana konsumen terpuaskan, maka kebutuhan  How To Meaningful s/d How To Bless sudah melompat ke dalam wilayah  bagaimana Tuhan disenangkan (God Satisfaction).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai  dengan spirit dan ruh ajaran Islam dan agama-agama samawi lainnya, yang  memposisikan dan menempatkan perekonomian dan perdagangan tidak  semata-mata sebagai aktivitas bisnis murni. Maka konsep perekonomian dan  perda gangan tidak saja melarang adanya kecurangan dalam timbangan,  namun lebih komprehensif bahwa perekonomian dan perdagangan tidak bisa  dipisahkan dari spirit dan ruh ajaran agama.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penutup&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup dari Call Paper ini, penulis ingin mengutip nasehat  ayahanda Drs.KH. Riva’i Abdul Manap Nasution[34] untuk terus memotivasi  diri agar dapat&amp;nbsp; menyempurnakan Panggilan Jihad, melalui lagu Panggilan  Jihad ciptaannya. Syair dan lirik lagu tersebut berbunyi sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah,&amp;nbsp; Allahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalam Suci menyentuh kalbu berjuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju serentak membela kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Negara bangsa dan kemakmuran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Allah tegakkan 2 x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah, Allahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra-Putri Islam harapan agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majulah serentak genggamkan persatuan kalam Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita memuji mari kita memuja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peganglah persatuan kalam Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalam suci menyentuh kalbu berjuang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju serentak membela kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Negara, bangsa dan keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Jihad hidupkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah,&amp;nbsp; Allahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Pemudi Islam bangunlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Jihad rampungkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Muhammad peganglah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta dan jiwa serahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binalah persatuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirnakan perpecahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan kalam Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalam Ilahi menuntut persatuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpecahan melumpuhkan kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya iman Tauhid dapat menyatukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan agama menjadi tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Jihad hidupkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama pemimpin Islam bangunlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi agam sadarlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian 3 x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju persatuan kalam Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ref &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya Allah SWT menjadikan semua ini sebagai pembuka-pembuka  pintu-pintu kebaikan, kemaslahatan dan keberkahan. Amin Ya Robbal  ’Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagir, Haidar dan Basri, Syafiq, Ijtihad Dalam Sorotan, Mizan, Bandung, 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMN Directory 2005, Koperasi Pegawai Prabunara Kementerian Badan Usaha Milik Negara, 2005.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhakidae, Danil, Ph.D (editor), Profil Daerah Kabupaten dan Kota, Kompas, Jakarta, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David  Osborne dan Ted Gaebler, alih bahasa Abdul Rosyid,&amp;nbsp; Mewirausahakan  Birokrasi (Reinventing Government), Penerbit PPM, Jakarta, 2003. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasali,  Rhenald, Ph.D, Change, Tak Peduli Berapa Jail Jalan Salah Yang Anda  Jalani, Putar Arah Sekarang Juga, PT. Gramedia, Jakarta, 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasution,  Khairul Alwan Ar-Riva’i, Ph.D, Handout Mata Kuliah Manajemen Perilaku  Organisasi Islami, Program Studi Timur Tengah dan Islam Konsentrasi  Perbankan dan Keuangan Syariah Konsentrasi Perusahaan Islami, Pasca  Sarjana Universitas Indonesia, 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasution, Khairul  Alwan Ar-Riva’i, DR. H, MBA, MM, Tafsir Manajemen Bisnis Ar-Riva’i, Seri  Detak Asma’ul Husna, Meningkatkan Kecerdasan – Kesadaran – Manajemen  Spiritual, Emosional, Intelektual, Merubah Musibah Menjadi Nikmat dan  Menjadikan Nikmat sebagai Berkah dan Ridho Allah SWT para professional  secara holistic, Buku Pertama, Yayasan AMIN, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasution,  Khairul Alwan Ar-Riva’i, DR. H, MBA, MM, Tafsir Manajemen Bisnis  Ar-Riva’i, Seri Detak Asma’ul Husna, Meningkatkan Kecerdasan – Kesadaran  – Manajemen Spiritual, Emosional, Intelektual, Merubah Musibah Menjadi  Nikmat dan Menjadikan Nikmat sebagai Berkah dan Ridho Allah SWT para  professional secara holistic, Buku Kedua,&amp;nbsp; Yayasan AMIN, 2002&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-8219582901311500253?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/8219582901311500253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/dari-good-corporate-governance-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/8219582901311500253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/8219582901311500253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/dari-good-corporate-governance-menjadi.html' title='Dari Good Corporate Governance menjadi Holistic Good Corporate Governance dan Holistic Good Govern'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-6096766883176587477</id><published>2011-09-22T16:17:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:17:25.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DEMOKRASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GOOD GOVERNANCE'/><title type='text'>ISLAM, DEMOKRASI DAN GOOD GOVERNANCE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UbJrjAmjI2E/Tnr852uNbMI/AAAAAAAAABw/A4EchQRNiCk/s1600/mURpcXQK9b.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://1.bp.blogspot.com/-UbJrjAmjI2E/Tnr852uNbMI/AAAAAAAAABw/A4EchQRNiCk/s320/mURpcXQK9b.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Oleh Muhammad Julijanto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abstract: &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Pemerintahan yang bersih sebagai  prasyarat untuk menjalankan demokratisasi. Tanpa pemerintahan yang  bersih demokrasi tidak akan berjalan dengan baik. Kanker demokrasi  adalah adanya korupsi, nepotisme, dan kolusi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Agama tidak akan pernah berhenti menawarkan cara penyelesaian  segala konflik dalam kehidupan manusia. Demokrasi dipandang memberikan  nilai-nilai yang sesuai dengan Islam dalam aspek penerapannya. Tawaran  demokrasi dan kesejahteraan for all.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh karena itu demokrasi dianggap sebagai suatu sistem yang bisa  menjamin keteraturan publik dan sekaligus mendorong transformasi  masyarakat menuju suatu struktur sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan  yang lebih ideal.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam secara substansial membawa spirit atau nilai-nilai demokrasi  sejak kelahirannya. Islam adalah agama yang mengajak kepada keadilan,  melawan penindasan, menolak ekspolitasi dan manipulasi serta membebaskan  manusia dari praktek-praktek ekonomi dan politik yang tidak bermoral.  Substansi ditegakkannya nilai dan praktek demokrasi adalah dalam upaya  mewujudkan kesejahteraan atau kemaslahatan umum. Dalam hal ini secara  nyata tercermin dan dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Saw dan Al Khulafa  ar Rasyidin pada masa awal Islam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Good governance&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Good governance&lt;/em&gt; awalnya sebagai prasyarakat&amp;nbsp; bagi  lembaga-lembaga donor dalam memberikan bantuannya seperti UNDP, IMF dan  World Bank, dimana setiap bantuan internasional khususnya untuk Negara  berkembang sulit berhasil tanpa adanya pemerintahan yang bersih. Ada  beberapa sebab relevansi &lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt; di Indonesia, antara  lain; krisis ekonomi dan politik yang masih terus-menerus dan belum  adanya tanda-tanda akan segera berakhir. Masih banyaknya kasus korupsi  dan berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan negara. Kebijakan  otonomi daerah merupakan harapan bagi proses demokratisasi dan  sekaligus kekhawatiran akan kegagalan program tersebut. Belum optimalnya  pelayanan demokrasi pemerintahan dan sektor swasta dalam memenuhi  kebutuhan dan kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Good governance&lt;/em&gt; tidak terbatas pada negara atau birokrasi  pada sistem pemerintahan, tetapi juga pada ranah masyarakat sipil yang  direpresentasikan oleh organisasi non pemerintah (lembaga swadaya  masyarakat-&lt;em&gt;non gover&lt;/em&gt;&lt;em&gt;nment organization&lt;/em&gt;) dan juga sektor swasta dengan&lt;em&gt; good corporate&lt;/em&gt;. Indikator &lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt;  adalah jika produktif dan memperhatikan hasil dengan indikator  kemampuan ekonomi rakyat meningkat baik dalam aspek produktivitas maupun  dalam daya belinya, kesejahteraan spiritualitasnya terus meningkat  dengan indikator rasa aman, tenang dan bahagia serta &lt;em&gt;sense of nationality&lt;/em&gt; yang baik.&lt;br /&gt;Pemerintahan yang baik tentu &lt;em&gt;good&lt;/em&gt; dalam pengertiannya yang lebih luas. Bahasa Arabnya &lt;em&gt;Khair.&lt;/em&gt; Kalau istilah &lt;em&gt;khairu ummah&lt;/em&gt; padanan katanya &lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt;, pemerintahan yang baik yang mau menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemerintah. Lemahnya &lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt; disebabkan oleh lemahnya kultur atau &lt;em&gt;culture bases&lt;/em&gt; untuk hidup baik dan sehat. Merajalelanya budaya korupsi dan tiadanya &lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt;  itu merupakan gejala belum berhasilnya dakwah islamiyah. Apalagi para  pelaku korupsi itu sebagian besar beragama Islam. Maka yang paling  bertanggung jawab tentu adalah gerakan-gerakan keagamaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam konteks inilah gerakan dakwah &lt;em&gt;amar ma’ruf nahi mungkar&lt;/em&gt; yang digagas Muhammadiyah memprakarsai sebuah gerakan untuk memberantas korupsi dan mewujudkan &lt;em&gt;good governanve.&lt;/em&gt;  Pemerintahan yang baik sangat dibutuhkan, sebab birokrasi pemerintahan  yang korup akan menghambat pembangunan dan distribusi kesejahteraan yang  lebih merata, hal tersebut sudah menjadi tren yang sangat penting dalam  membangun suatu sistem perintahan yang baik. Bahkan lembaga-lembaga  internasional kalau akan memberikan bantuan kepada rakyat lokal selalu  mengacu pada apakah pemerintahan yang akan mengelola dana bantuan itu  dapat dipercaya atau bahasa agamanya amanah dapat mengelola dananya  secara baik. Seperti halnya ketika suatu lembaga perbankan akan  memberikan kredit kepada calon nasabah agar mendapat kredit, tetapi  tidak amanah dan kurang dapat dipercaya karena problem dalam mengelola  dana tersebut, yang dikhawatirkan menjadi macet kreditnya.&lt;br /&gt;Chozin Chumaidy (2006) menyebutkan ada tiga tugas pokok pemerintahan  yaitu fungsi pelayanan, fungsi pemberdayaan dan pembangunan. Pelayanan  akan membuahkan keadilan, pemberdayaan akan mendorong kemandirian, dan  pembangunan akan menciptakan kemakmuran. Saatnya masyarakat sekarang  lebih proaktif untuk mengawasi kinerja dan perilaku birokrasi.&lt;br /&gt;Praktek-praktek culas yang dilakukan para politisi, berupa kejahatan  entah dilakukan secara terstruktur ataupun secara perorangan. Kejahatan  yang dilakukan oleh para elit politik termasuk aparat birokrasi  mempunyai pengaruh negatif bagi masyarakat. Pengaruh itu mewujudkan  dalam bentuk praktek mimesis dan kemarahan sebagai reaksi terhadap  tindakan kejahatan para politisi.&lt;br /&gt;Korupsi menyebabkan berkurangnya investasi, bahkan dalam jangka  panjang dapat menghapuskan investasi yang pengaruhnya lebih kompleks,  termasuk di antaranya polarisasi sosial, tidak adanya penghargaan  terhadap hak asasi manusia, praktik-praktik yang tidak demokratis serta  penyimpangan dana untuk kepentingan pemberian pelayanan umum.&lt;br /&gt;Penyimpangan sumberdaya oleh pihak-pihak yang korup dapat dipastikan  dapat mempengaruhi kemampuan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang  mendasar bagi warga yang sebenarnya harus mendorong pembangunan ekonomi,  sosial dan politik secara kesinambungan. Penyimpangan tersebut dapat  berdampak lebih jauh lagi, yaitu membahayakan kesehatan dan keselamatan  warga, karena proyek-proyek prasarana dirancang dengan buruk atau proyek  persediaan obat yang kedaluwarsa.&lt;br /&gt;Transisi menuju demokrasi menurut Azumardi Azra mencakup reformasi dalam tiga bidang besar secara simultan; &lt;em&gt;pertama, &lt;/em&gt;reformasi sistem (&lt;em&gt;constitution reforms&lt;/em&gt;) yang mencakup perumusan kembali falsafah, kerangka dasar dan peringkat legal sistem politik. &lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;reformasi kelembagaan yang menyangkut pengembangan dan pemberdayaan (&lt;em&gt;institusional reforms and empowerment&lt;/em&gt;) lembaga-lembaga politik. &lt;em&gt;Ketiga, &lt;/em&gt;pengembangan kultur atau budaya politik (&lt;em&gt;political culture&lt;/em&gt;) yang lebih demokratis.&lt;br /&gt;Indeks Korupsi di Indonesia kini adalah 2,9 korupsi masih menjadi  persoalan di Indonesia. Fakta ada persoalan dalam izin bisnis dan  birokrasi menunjukkan hal ini. Demokrasi tidak akan tumbuh tanpa  penegakkan hukum, karena itu, Indonesia harus meningkatkan sistem  peradilan. Yang penting adalah memodernisasi institusi peradilan.&lt;br /&gt;Korupsi menurut UU 31 Tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 tentang Korupsi  adalah perbuatan melawan hukum, dengan maksud memperkaya diri sendiri  atau orang lain, dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda: &lt;em&gt;Barangsiapa yang merampok dan  merampas atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni  bukan dari umat Muhammad Saw)&lt;/em&gt; (HR Thabrani dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Nilai-Nilai Islam&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ismail Yusanto (1998) dengan sangat apik menjelaskan Islam sangat  menyadari pentingnya birokrasi yang handal dan terpercaya untuk  menegakkan pemerintahan yang bersih (&lt;em&gt;clean goverment&lt;/em&gt;) dengan menempuh beberapa cara:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama, &lt;/em&gt;sistem penggajian yang layak. Kaum birokrat juga  manusia biasa yang mempunyai kebutuhan hidup serta kewajiban memberi  nafkah kepada keluarganya. Oleh karenanya, agar dapat bekerja dengan  tenang dan tidak tergoda untuk berbuat curang kepada mereka diberikan  gaji yang layak serta tunjangan hidup lain. Berkaitan dengan pemenuhan  kebutuhan hidup pejabat, Rasulullah Muhammad Saw Bersabda : ”&lt;em&gt;Barang  siapa yang diserahi pekerjaan dalam keadaan tidak mempunyai rumah, akan  disediakan rumah, jika belum beristeri hendaknya menikah, jika tidak  mempunyai pembantu hendaknya ia mengambil pelayan, jika tidak mempunyai  hewan tunggangan (kendaraan) hendaknya diberi. Dan barang siapa  mengambil selainnya, itulah kecurangan (ghalin)&lt;/em&gt;” (HR Abu Dawud).  Hadis ini memberi hak kepada pejabat atau pegawai negeri untuk mendapat  jaminan perumahan, (bantuan untuk mendapat) isteri, pelayan dan  kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;larangan menerima suap dan hadiah, tentang suap Rasulullah Muhammad Saw Bersabda : ”&lt;em&gt;Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap&lt;/em&gt;”  (HR. Abu Dawud). Suap biasanya diberikan sebagai imbalan atas keputusan  atau jasa berkaitan dengan suatu kepentingan, yang semestinya wajib  diputuskan atau dilakukan oleh seorang pegawai tanpa imbalan apa pun  karena ia telah digaji. Adakalanya suap juga diberikan agar pegawai  tidak melakukan kewajiban – misalnya dalam bidang pengawasan/auditor –  sebagaimana mestinya agar menguntungkan pemberi suap. Rasulullah  Muhammad Saw Bersabda: Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah  &lt;em&gt;suht&lt;/em&gt; (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur (HR  Imam Ahmad). Praktek suap dan pemberian hadiah sangat besar pengaruhnya  terhadap birokrasi, dan itu akan merusak kepercayaan rakyat kepada  pemerintah. Pegawai negeri akan bekerja tidak sebagaimana mestinya,  hingga menerima suap. Di bidang peradilan, hukum akan ditegakkan secara  tidak adil atau cenderung memenangkan pihak yang mampu memberikan suap  atau hadiah&lt;a href="http://mjulijanto.wordpress.com/2010/10/25/islam-demokrasi-dan-good-governance/#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;.  Birokrasi yang menerima suap dan hadiah merupakan kecurangan yang pada  hari kiamat kelak akan mendapat azab. Sedang di dunia ia mendapat  hukuman yang keras di samping hartanya disita.&lt;br /&gt;Upaya yang ketiga adalah penghitungan kekayaan untuk menjaga dari  berbuat curang. Khalifah Umar menghitung kekayaan seseorang di awal  jabatannya sebagai pejabat negara, kemudian menghitung ulang di akhir  jabatan. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar. Umar memerintahkan  agar menyerahkan kelebihan itu kepada Baitul Mal. Atau membagi dua  kekayaan itu, separo untuk negara dan sisanya untuk yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Upaya keempat, teladan dari pemimpin. Para pemimpin hedaknya  memberikan keteladanan, termasuk dalam soal harta. Khalifah Umar  misalnya menyita sendiri seekor unta gemuk milik puteranya. Abdullah Bin  Umar, karena digembalakan bersama beberapa unta lain di padang rumput  milik Baitul Maal. Hal ini dinilai Umar sebagai penyalahgunaan kekuasaan  negara.&lt;br /&gt;Upaya kelima, memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku  kejahatan sesuai dengan hukum yang berlaku. Agar sanksi pidana  memberikan efek jera kepada pelaku dan sekaligus sebagai pelajaran  kepada masyarakat agar selalu waspada. Korupsi mengancam national  security (keamanan Nasional). Karena itu, korupsi harus ditangani secara  luar biasa (&lt;em&gt;extra ordinary&lt;/em&gt;). Sebab mewabah dan mengancam  kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap kejahatan jadi luar biasa  karena komulasi dampak yang ditimbulkan dari reaksi masyarakat. Bila  korupsi di Indonesia dijadikan &lt;em&gt;ordinary crime&lt;/em&gt; (kejahatan luar  biasa) implikasinya terjadi pemberatan dan cara luar biasa dalam  menangani korupsi. Kemungkinan timbul kondisi berlebihan yang bisa  menggunggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Penegak hukum memiliki  kekuasaan luas dengan dalih perang melawan korupsi, bisa menuduh siapa  saja yang baru dicurigai korupsi.&lt;br /&gt;Upaya keenam, partisipasi masyarakat dalam bidang pengawasan,  sekaligus bisa jadi masyarakat bisa menyuburkan perilaku korup di  masyarakat. Pengawasan masyarakat akan mempersempit ruang gerak  penyimpangan kaum birokrat. Munculnya kepompok masyarakat sebagai  kekuatan masyarakat sipil sangat diperlukan, seperti halnya lembaga  swadaya masyarakat yang bergerak dalam pemberdayaan dan pengawasan  terhadap kinerja birokrasi pemerintahan Indonesia Corruption Wacth  (ICW). Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam bidang pengawasan  akan memberikan terapi jera kepada pelaku kejahatan korupsi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu demokrasi diyakini sebagai salah satu cara mencapai  kemakmuran dan kesejahteraan, dimana setiap bangsa berupaya mewujudkan  prinsip-prinsip demokrasi dalam pemerintahannya. Sekalipun upaya yang  telah dilakukan telah maksimal, namun ikhtiar tersebut terus berlanjut.  Disamping upaya mewujudkan sistem pemerintahan yang bersih sebagai  prasyarat terwujudnya demokrasi dan kesejahteraan Islam sebagai agama &lt;em&gt;rahmatan lil ’alamin&lt;/em&gt;  mempunyai nilai-nilai universal yang kaya akan khasanah keadilan,  keutamaan, keluruhan moral etika, menjaga keseimbangan, pemenuhan hak  dan kewajiban, kesamaan derajat dan perlindungan hukum. Bahkan praktek  berbangsa dan bernegara sangat nyata dalam sejarah Nabi dan al Khulafa  ar Rasyidin.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Clean government&lt;/em&gt; (pemerintah yang bersih) adalah salah satu  komponen penting yang diperlukan sebuah negara untuk mewujudkan tata  pemerintahan yang baik (&lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt;). Islam sebagai agama  yang kaya akan nilai-nilai memberikan pedoman dalam perwujudan sistem  pemerintahan yang baik, agar kesejahteraan terwujud dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Fuad Fanani, &lt;em&gt;Islam Mazhab Kritis Menggagas Keberagamaan Liberty, &lt;/em&gt; Pengantar Moeslim Abdurrahman, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2004,&lt;br /&gt;Deliar Noer, &lt;em&gt;Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942&lt;/em&gt;, Jakarta: LP3ES, 1996. Cet kedelapan.&lt;br /&gt;Dieter Nohlen (ed), &lt;em&gt;Kamus Dunia Ketiga, &lt;/em&gt;Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 1994&lt;br /&gt;Hasan Al Turabi, &lt;em&gt;Fiqih Demokratis Tradisonalisme Kolektif Menuju Modernisme Populis, &lt;/em&gt;Bandung: Arsy, 2003.&lt;br /&gt;Ishomuddin, &lt;em&gt;Diskursus Politik dan Pembangunan Melacak Arkeologi dan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;K&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ontroversi Pemikiran Politik dalam Islam&lt;/em&gt;, Malang: UMM Press, 2001&lt;br /&gt;Ismail Yusanto, &lt;em&gt;Islam Ideologi Refleksi Cendekiawan Muda, &lt;/em&gt;Bangil: Al Izzah, 1998&lt;br /&gt;John B. Thompson, &lt;em&gt;Kritik Idealogi Global Teori Sosial Kritis Tentang Relasi Idealogi dan Komunikasi Massa, &lt;/em&gt; Yogyakarta: IRCISod, 2006, cetakan kedua.&lt;br /&gt;Komaruddin Hidayat, &lt;em&gt;Tragedi Raja Mirdas: Mitos Moralitas Agama dan Krisis Modernisme,&lt;/em&gt; Pengantar Prof M Dawam Raharjo, Jakarta: Paramadina, 1998.&lt;br /&gt;M. Dhiauddin Rais, &lt;em&gt; Teori Politik Islam, &lt;/em&gt;Jakarta: Gema Insani Press, 2001.&lt;br /&gt;Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, &lt;em&gt;Fikih Anti Sokrupsi Perspektif Ulama Muhammadiyah, &lt;/em&gt;Jakarta: Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP), 2006.&lt;br /&gt;Moh. Mahfud MD, &lt;em&gt;Demokrasi dan Konstitusi di Indonesia, &lt;/em&gt;Yogyakarta: Liberty, 1993.&lt;br /&gt;Musa Kazhim, Alfian hamzah, &lt;em&gt;5 Partai dalam Timbangan&amp;nbsp; Analisis dan Prospek,&lt;/em&gt; Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.&lt;br /&gt;Muhammad As Hikam dkk, &lt;em&gt;Fikih Kewarganegaraan Intervensi Agama-Agama terhadap Masyarakat Sipil, &lt;/em&gt;Jakarta: PB PMII, 2000&lt;br /&gt;Munawir Sjadzali, &lt;em&gt;Islam dan Tata Negara Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, &lt;/em&gt;Jakarta: UI Press, 1993&lt;br /&gt;Nur Achmad, ”Menyoal Hubungan Korupsi dan Agama” dalam &lt;em&gt;Equilibrium, &lt;/em&gt;Vol 2, No. 3, September-Desember 2004&lt;br /&gt;Rudini, &lt;em&gt;Atas Nama Demokrasi Indonesia, &lt;/em&gt;Yogyakarta: Biograf Publishing, 1994.&lt;br /&gt;Said Tuhuleley, &lt;em&gt;Permasalahan Abad XXI Sebuah Agenda, &lt;/em&gt;Yogyakarta: Sipress, 1993.&lt;br /&gt;Singgih, &lt;em&gt;Dunia Pun Memerangi Korupsi&lt;/em&gt;, Jakarta: Pusat Studi Hukum Bisnis Universitas Pelita Harapan, 2002.&lt;br /&gt;Siti Nur Maunah, &lt;em&gt;Revolusi Moral Politisi Suatu Ikhtiar Menuju Clean Government (Studi Pemikiran KH. A. Mustofa Bisri)&lt;/em&gt;, Sekripsi Fakultas Syariah IAIN Walisongo, 2004.&lt;br /&gt;Sukarna, &lt;em&gt;Sistem Politik Indonesia III, &lt;/em&gt;Bandung: Mandar Maju, 1992.&lt;br /&gt;Umar Masdar, &lt;em&gt;Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi, &lt;/em&gt;Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999, cetaka II.&lt;br /&gt;Zairin Harahap, &lt;em&gt;Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, &lt;/em&gt;Edisi Revisi, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.&lt;br /&gt;Zuly Qodir, &lt;em&gt;Syariah Demokratik Pemberlakuan Syariah Islam di Indonesia, &lt;/em&gt;Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-6096766883176587477?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/6096766883176587477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/islam-demokrasi-dan-good-governance.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6096766883176587477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6096766883176587477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/islam-demokrasi-dan-good-governance.html' title='ISLAM, DEMOKRASI DAN GOOD GOVERNANCE'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UbJrjAmjI2E/Tnr852uNbMI/AAAAAAAAABw/A4EchQRNiCk/s72-c/mURpcXQK9b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-7582513854708716533</id><published>2011-09-22T16:03:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:03:56.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GOOD GOVERNMENT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GOOD GOVERNANCE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CLEAN GOVERNANCE'/><title type='text'>SYARIAT ISLAM DALAM MEWUJUDKAN “CLEAN GOVERNANCE AND GOOD GOVERNMENT”</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Zeyz7VVrrHM/Tnr5j39ubHI/AAAAAAAAABs/SIrhAGr210Y/s1600/1024001.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-Zeyz7VVrrHM/Tnr5j39ubHI/AAAAAAAAABs/SIrhAGr210Y/s320/1024001.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;oleh : Drs. Sepriyanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pemerintahan  yang bersih dan baik (clean and good government) adalah idaman. Istilah  yang semakin populer dalam dua dekade ini, semakin menjadi tuntutan,  dalam kondisi dimana korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan  wewenang (&lt;i&gt;abuse of power&lt;/i&gt;) lainnya begitu menggejala diberbagai belahan dunia. Kekecewaan terhadap &lt;i&gt;performance&lt;/i&gt;  pemerintahan di berbagai negara, baik di negara dunia ketiga maupun di  negara maju, telah mendorong berkembangnya tuntutan akan kehadiran  pemerintahan yang baik dan bersih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pemerintahan  yang bersih umumnya berlangsung di negara yang masyarakatnya  menghormati hukum. Pemerintahan yang seperti ini juga disebut sebagai  pemerintahan yang baik (&lt;i&gt;good governance&lt;/i&gt;). Pemerintahan yang baik itu hanya bisa dibangun melalui pemerintahan yang bersih (&lt;i&gt;clean government&lt;/i&gt;) dengan aparatur birokrasinya yang terbebas dari KKN. Dalam rangka mewujudkan &lt;i&gt;clean government&lt;/i&gt;, pemerintah harus memiliki moral dan proaktif mewujudkan partisipasi serta &lt;i&gt;check and balances&lt;/i&gt;. Tidak mungkin mengharapkan pemerintah sebagai suatu komponen dari proses politik memenuhi prinsip &lt;i&gt;clean government &lt;/i&gt;dalam ketiadaan partisipasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bisakah  pemerintahan yang bersih dan baik dibangun saat ini, dimana, sistem  hukum, moral aparat, kemiskinan akibat kesalahan sistem dan kebangkrutan  birokrasi di semua lini dan tingkatan, dibangun ? Tulisan ringkas ini,  mencoba memotret kondisi birokrasi, Indonesia  khususnya, serta menggagas solusi membangun birokrasi, sebagai upaya  mewujudkan clean and good governance. Mudah-mudahan tulisan sederhana  ini bisa memancing diskusi yang lebih intens, guna mencari solusi total  atas kebangkrutan birokrasi yang sedemikian parah saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;II. REALITAS BIROKRASI DALAM PEMERINTAHAN DEWASA INI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Birokrasi yang Buruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pemerintahan yang baik dan bersih diukur dari &lt;i&gt;performance &lt;/i&gt;birokrasinya.  Pengalaman dan kinerja birokrasi di berbagai negara telah melahirkan  dua pandangan yang saling bertentangan terhadap birokrasi. Pandangan  pertama melihat birokrasi sebagai kebutuhan, yang akan meng-efisien-kan  dan meng-efektif-kan pekerjaan pemerintahan. Pandangan kedua, melihat  birokrasi sebagai “musuh” bersama, yang kerjanya hanya mempersulit hidup  rakyat, sarangnya korupsi, tidak melayani, cenderung kaku dan  formalistis, penuh dengan arogansi (yang bersembunyi di balik hukum),  dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Padahal  secara konseptual, birokrasi, sebagai sebuah organisasi pelaksana  pemerintahan, adalah sebuah badan yang netral. Faktor diluar  birokrasilah yang akan menentukan wajah birokrasi menjadi baik atapun  jahat, yaitu manusia yang menjalankan birokrasi dan sistem yang dipakai,  dimana birokrasi itu hidup dan bekerja. Artinya, bila sistem (politik,  pemerintahan dan sosial budaya) yang dipakai oleh suatu negara adalah  baik dan para pejabat birokrasi juga orang-orang yang baik, maka  birokrasi menjadi sebuah badan yang baik, lagi efektif. Sebaliknya, bila  birokrasi itu hidup didalam sebuah sistem yang jelek, hukumnya lemah,  serta ditunggangi oleh para pejabat yang tidak jujur, maka birokrasi  akan menjadi buruk dan menakutkan bagi rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Indikator buruknya kerja birokrasi pada umumnya berfokus pada terjadinya korupsi di dalam birokrasi tersebut. Indonesia  dari waktu ke waktu terkenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. Pada  tahun 1998, siaran pers Tranparansi Internasional, sebuah organisasi  internasional anti korupsi yang bermarkas di Berlin, melaporkan,  Indonesia merupakan negara korup keenam terbesar di dunia setelah lima  negara gurem, yakni; Kamerun, Paraguay, Honduras, Tanzania dan Nigeria.  (Kompas, 24/09/1998). Tiga tahun kemudian, 2001, Transparansi  Internasional telah memasukkan Indonesia  sebagai bangsa yang terkorup keempat dimuka bumi. Sebuah identifikasi  yang membuat bangsa kita tidak lagi punya hak untuk berjalan tanpa harus  menunduk malu (Hamid Awaludin, &lt;i&gt;Korupsi Semakin Ganas&lt;/i&gt;, Kompas, 16/08/2001). Dan, ditahun 2002, hasil survey &lt;i&gt;Political and Economic Risk Consultancy&lt;/i&gt; (PERC) yang bermarkas di Hongkong, menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia, dikuntit India dan Vietnam (Teten Masduki, &lt;i&gt;Korupsi dan Reformasi “Good Governance&lt;/i&gt;”, Kompas, 15/04/2002).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh &lt;i&gt;Partnership for Governance Reform&lt;/i&gt;  melaporkan bahwa hampir setengahnya (48 %) dari pejabat pemerintah  diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi (Media Indonesia, 19/11/2001).  Artinya, setengah dari pejabat birokrasi melakukan praktek korupsi  (uang). Belum lagi terhitung korupsi dalam bentuk penggunaan waktu kerja  yang tidak semestinya, pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan  selain itu. Maka hanya tinggal segelintir kecil saja aparat birokrasi  yang mempertahankan ke-suci- an dirinya, dilingkungan yang demikian  kotor. Dengan begitu, ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang  Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN, hanya manis di mulut  tanpa &lt;i&gt;political will&lt;/i&gt; yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Praktek korupsi di Indonesia,  sebenarnya bukan saja terjadi pada dua-tiga dekade terakhir. Di era  pemerintahan Soekarno, misalnya, Bung Hatta sudah mulai berteriak bahwa  korupsi adalah budaya bangsa. Malah, pada tahun 1950-an, pemerintah  sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah korupsi. Pada era  Soekarno itulah kita kenal bahwa salah satu departemen yang kotor,  justru Departemen Agama dengan skandal kain kafan. Saat itu, kain untuk  membungkus mayat (kain kaci), masih harus diimpor. Peran departemen ini  sangat dominan untuk urusan tersebut (Hamid Awaludin, &lt;i&gt;Korupsi Semakin Ganas&lt;/i&gt;, Kompas, 16/08/2001).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Dewasa ini, spektrum korupsi di Indonesia  sudah merasuk di hampir semua sisi kehidupan kenegaraan dan  kemasyarakatan. Mulai dari pembuatan KTP, IMB, tender proyek-proyek  BUMN, penjualan asset negara oleh BPPN, penggerogotan dana Bulog, bahkan  sampai tukang parkir dan penjual tiket kereta api-pun sudah terbiasa  melakukan tindak korupsi. Korupsi yang demikian subur ini, kemudian  dijadikan argumentasi, bahwa korupsi adalah budaya kita. Oleh karena  merupakan budaya, maka sulit untuk dirubah, demikianlah kesimpulan  sementara orang. Maka gerakan anti korupsi dipandang usaha yang sia-sia.  Urusan korupsi, hanya dapat kita serahkan pada “kebaikan hati” rakyat  saja. Sebuah kesimpulan yang dangkal dan tergesa-gesa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Kebangkrutan birokrasi, sebagai akibat korupsi terjadi dimana-mana, baik di negara maju maupun negara terbelakang. &lt;b&gt;David Osborne &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;Ted Gaebler &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;Mewirausahakan Birokrasi&lt;/i&gt;,  Pustaka Binaman Pressindo, 1995) mensinyalir, bagaimana birokrasi di  Amerika, yang 100 tahun lalu dipandang positif, kini semakin dirasakan  lamban, tidak lincah, tidak bisa menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan  masyarakat. Birokrasi kota-kota di Amerika menjadi demikian gemuk dan  korup, sehingga tidak bisa diharapkan lagi. Di Nigeria, korupsi dan  penyalahgunaan kekuasaan juga tumbuh subur. Presiden Nigeria &lt;b&gt;Shehu Shagari &lt;/b&gt;di Tahun 1982 menyatakan &lt;i&gt;“Hal yang paling merisaukan saya lebih dari apapun juga adalah soal kemerosotan akhlak di negeri kami. Ada masalah suap, korupsi, kurangnya ketaatan akan tugas, ketidakjujuran, dan segala cacat semacam itu”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Robert Klitgaard&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Membasmi Korupsi, &lt;/i&gt;Yayasan Obor Indonesia, 1998). Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Presiden Meksiko &lt;b&gt;Jose Lopez Portillo&lt;/b&gt;, diakhir masa jabatannya. &lt;i&gt;“Rakyat  Meksiko secara tidak halal telah mengeruk lebih banyak uang keluar dari  Meksiko selama dua tahun terakhir ini daripada yang pernah dijarah kaum  imperialis selama seluruh&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sejarah negeri kita”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Robert Klitgaard&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Membasmi &lt;/i&gt;Korupsi, Yayasan Obor Indonesia, 1998)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Buruknya  kinerja birokrasi bukan saja menggerogoti uang negara. Birokrasi yang  buruk juga akan menyebabkan pelayanan yang jelek, sehingga menimbulkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;high cost economy &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;disemua  lini kehidupan. Harga BBM yang terus menerus naik, bukan saja  disebabkan oleh harga minyak di pasaran dunia, tapi juga disebabkan oleh  tidak efisiennya kerja Pertamina. &lt;b&gt;Drs. Gandhi&lt;/b&gt;, (Tenaga Ahli BPK)  dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh CIDES berkerjasama  dengan HU. Republika pada tanggal 26 Maret 1998 memberi catatan beberapa  contoh korupsi yang ditemui dalam pemeriksaan BPK.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi yang dilakukan oleh pemegang kebijaksanaan, misalnya ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menentukan  dibangunnya suatu proyek yang sebenarnya tidak perlu atau mungkin perlu  tapi ditempat lain. Akibatnya, proyek yang dibangun mubazir atau  penggunaannya tidak optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menentukan kepada siapa proyek harus jatuh. Akibatnya, harga proyek menjadi lebih tinggi dengan kualitas yang rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menentukan  jenis investasi, misalnya memutuskan agar suatu BUMN membeli saham  perusahaan tertentu. Perusahaan yang dibeli sahamnya itu sebenarnya  sudah hampir bangkrut atau sudah tidak layak usaha karena tidak  ekonomis. Perusahaan yang hampir bangkrut ini adalah milik pejabat  sendiri atau saudaranya atau kawannya. Akibatnya, uang negara menjadi  hilang karena perusahaan tidak pernah untung bahkan benar-benar ambruk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengharuskan  BUMN bekerja sama dengan perusahaan swasta tertentu tanpa memperhatikan  faktor ekonomis. Korupsi jenis ini mudah dideteksi akan tetapi karena  pemegang kebijaksanaan biasanya berkedudukan tinggi, tidak pernah ada  tindakan. Akibatnya, BUMN terus menerus memikul kerugian dari kerjasama  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi pada pengelolaan uang negara;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Uang  yang belum/sementara tidak dipakai sering diinvestasikan dalam bentuk  deposito. Disamping bunga yang resmi (yang tercantum dalam sertifikat  deposito atau surat  perjanjian lainnya) bank biasanya memberikan premi (bunga ekstra).  Bunga ekstra ini sebenarnya merupakan jasa uang negara yang  didepositokan itu, sehingga seharusnya menambah penerimaan investasi  dalam bentuk deposito tadi. Tapi sering dalam kenyataannya, bunga ekstra  ini tidak tampak dalam pembukuan instansi yang mendepositokannya. Bunga  ekstra ini bisa lebih besar apabila uang negara itu disimpan dalam  bentuk giro. Kemana perginya bunga ekstra ini dapat kita perkirakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;BUMN  pengelola uang pensiunan atau asuransi harus menginvestasikan uangnya  agar dapat membayar pensiun dan kewajiban asuransinya pada yang berhak.  Disamping investasi dalam bentuk deposito, bisa&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;juga  diinvestasikan dalam perusahaan-perusahaan swasta. Sering terjadi  investasi dilakukan pada perusahaan milik pribadi atau grup dari pejabat  BUMN yang bersangkutan. Biasanya investasi pada perusahaan tersebut  hanya memberikan hasil yang sangat kecil atau bahkan sama sekali tidak  memberikan keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi pada Pengadaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Membeli  barang yang sebenarnya tidak perlu. Pembelian hanya dilakukan untuk  menghabiskan anggaran, untuk memperoleh komisi, untuk menghabiskan  barang persediaan perusahaan pribadi atau grupnya yang kadang-kadang  telah out of date.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Membeli  dengan harga lebih tinggi dengan jalan mengatur tender, yaitu yang  mengikuti tender hanyalah perusahaan-perusahaan grupnya atau yang bisa  diatur olehnya, sehingga yang menang adalah perusahaan pribadi atau  grupnya atau perusahaan yang memberikan komisi yang lebih besar, dan  perusahaan yang sesuai dengan petunjuk pejabat pemegang kebijaksanaan  tersebut atau perusahaan yang dititipkan oleh orang-orang yang dekat  dengan kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Membeli  barang dengan kualitas dan harga tertentu, tetapi barang yang diterima  kualitasnya lebih rendah. Sebagian atau seluruh selisih harga diterima  oleh pejabat yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Barang  dan jasa yang dibeli tidak diterima seluruhnya. Sebagian atau seluruh  harga barang dan jasa yang tidak diserahkan, diterima oleh pejabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi pada Penjualan Barang dan jasa;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Barang/jasa  dijual dengan hrga lebih rendah dari harga yang wajar. Pejabat mendapat  komisi atau sebenarnya pejabat sendiri yang membelinya dengan nama  orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Transaksi penjualan yang “ngetren” akhir-akhir ini adalah “&lt;b&gt;ruitslag&lt;/b&gt;”  yaitu suatu asset negara yang diserahkan kepada pihak ketiga, sedang  negara menerima asset lain dari pihak ketiga tersebut. Kerugian negara  dapat berupa ; asset negara dinilai terlalu rendah (murah), asset yang  diterima negara dinilai terlalu tinggi atau kombinasi keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Asset diserahkan kepada pihak ketiga lebih banyak dari yang diperjanjikan. Pejabat mendapat keuntungan dari transaksi ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi pada pengeluaran;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bentuk  pengeluaran uang harus dilandasi dengan berita acara prestasi, yaitu  suatu keterangan barang/jasa telah diterima dalam kualitas dan kuantitas  yang diperjanjikan. Sering terjadi sebenarnya barang/jasa tidak pernah  diterima, tetapi dalam berita acara disebutkan bahwa barang/jasa telah  diterima lengkap (berita acara fiktif), sehingga dilakukan pembayaran.  Seluruh atau sebagian uang pembayaran diterima oleh pejabat. Berita  acara fiktif ini banyak dilakukan dalam penyerahan jasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pada  biaya perjalanan dinas sering juga terjadi yang berjalan hanyalah Surat  Perintah Perjalanan Dinas, yaitu untuk ditandatangani oleh pejabat  ditempat tujuan. Pejabatnya sendiri tidak berjalan, ia hanya menerima  uang biaya perjalanan dinas. Korupsi ini memang kecil-kecilan akan  tetapi karena banyak orang yang melakukan secara agregat jumlahnya  besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi pada Penerimaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pembayar  pajak sering membayar pajaknya lebih kecil dari yang seharusnya. Dari  pemeriksaan petugas pajak dapat diketahui besarnya kekurangan pajak yang  kekurangan pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak. Petugas pajak  tidak melaporkan adanya kekurangan pajak tersebut keatasannya, akan  tetapi merundingkan dengan wajib pajak. Petugas pajak akan menetapkan  jumlah setoran tambahan yang lebih kecil dari yang seharusnya, apabila  sebagian dari selisihnya dibayarkan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Petugas  bea dan cukai kadang-kadang mengetahui bahwa suatu Pemberitahuan Barang  Masuk tidak sesuai dengan kenyataannya, tetapi ia tidak mengadakan  koreksi seperti yang seharusnya, melainkan ia menerima sogokan sejumlah  uang dari pemilik barang untuk meloloskan barang tersebut. Tidak jarang  terjadi, seorang petugas bea dan cukai memperlambat pemeriksaan barang  dengan jalan mengada-ada masalah. Walaupun pemilik barang telah  melaporkan apa adanya, ia terpaksa memberikan sogokan kepada petugas  agar barangnya dapat segera keluar dari pelabuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Petugas  penerima pendapatan bukan pajak tidak membukukan dan menyetorkan  seluruh penerimaan negara. Sebagian masuk ke kantong sendiri. (Drs.  Gandhi, &lt;i&gt;Membentuk Aparatur Pemerintahan Yang Bersih dan Berwibawa, Makalah Seri Dialog Pembangunan CIDES-Republika, 26 Maret 1998)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Faktor Penyebab Kerusakan Birokrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apakah  yang menyebabkan rusaknya birokrasi? Bila korupsi merupakan penyakit  utama birokrasi, maka dapat ditelusuri sebab-sebabnya. Bagi mereka yang  berpandangan bahwa korupsi adalah sebuah budaya, dan budaya adalah  sesuatu yang sulit dirubah, maka sikap yang dilahirkan adalah menerima  korupsi sebagai sebuah keharusan. Pandangan seperti ini sangat  dipengaruhi oleh paham paternalistik, dimana pemberian hadiah dan upeti  dari rakyat kepada pemimpin (pemerintah) adalah sesuatu yang baik. Oleh  karena itu, bagi mereka praktek korupsi tidak dipandang sebagai hal  negatif yang harus dimusnahkan. Korupsi dengan berbagai istilah dan  spesifikasinya adalah bentuk penghormatan, rasa terima kasih, minta  perlindungan dan kasih sayang kepada penguasa atau pejabat negara. Pada  masyarakat yang seperti ini, korupsi, dengan istilah lain “hadiah” atau  “buah tangan”, adalah sebuah instrumen yang menjaga keseimbangan dan  keberlangsungan sistem. Masalahnya, apakah budaya itu merupakan sesuatu  yang hadir secara tiba-tiba dan harus diterima begitu saja, atau justru  merupakan buah dari dipakainya sebuah sistem? Melihat kenyataan,  banyaknya negara yang berubah, semakin tidak korup, maka dapat dikatakan  bahwa budaya itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa dirubah. Sehingga,  pada dasarnya sistem-lah yang akan membentuk budaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Tentu  permasalahannya tidak sesederhana itu. Faktor penyebab suburnya korupsi  bukan faktor tunggal, dia merupakan multi faktor yang kompleks dan  saling bertautan. &lt;b&gt;Syed Hussein Alatas &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;Sosiologi &lt;/i&gt;Korupsi, LP3ES, 1986) mencoba mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan suburnya korupsi sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ketiadaan  atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu  memerikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kolonialisme. Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kurangnya pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tiadanya tindak hukuman yang keras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Paling tidak ada dua&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;faktor utama penyebab korupsi,yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;1. Faktor Individu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Orientasi  dan pemahaman manusia tentang kebahagiaan mengalami pergeseran  paradigma yang kemudiaan menentukan perubahan sikap. Pergeseran ini  bukanlah sesuatu yng alamiah, tetapi merupakan sebuah perubahan yang  terjadi akibat dari perubahan ideologi yang dianut bangsa tersebut.  Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi materialisme, maka kebahagiaan  diukur dari berapa banyak materi (uang) yang dapat dikumpulkan dan  dimiliki. Dalam masyarakat seperti ini, segala sesuatu diukur dengan  uang. Maka kebahagiaan, kehormatan, status sosial, intelektualitas,  kesejahteraan, dan segala nilai kebaikan, diukur dengan materi (uang).  Maka segala cara dihalalkan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya,  tidak terlalu penting, apakah uang itu diperoleh dengan cara yang halal  atau haram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Meluasnya  paham materialisme ini, juga mempengaruhi karakter individu masyarakat,  bukan saja pejabat pemerintah. Mereka tidak lagi mempunyai rasa malu,  rasa bersalah sekaligus pengendalian diri, menghadapi fenomena korupsi.  Bahkan pada tingkatan tertentu, korupsi dipandang cara yang sah untuk  “bagi-bagi” rejeki, menjaga stabilitas masyarakat, serta alat untuk  mengendalikan dukungan dan kesetiaan (politik).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Pola  rekrutmen pejabat negara (PNS) akan menentukan kualitas aparat  birokrasi. Kondisi, dimana birokrasi diserahi tugas untuk menyediakan  lapangan kerja, sebagai salah satu bentuk memperluas dukungan politik  bagi penguasa, maka rekrutmen PNS tidak dijalankan dengan mengedepankan  kapabilitas profesional. Tindakan KKN juga memperburuk kualitas aparat  birokrasi. Maka yang paling mungkin menjadi PNS adalah anak pejabat,  kerabatnya pimpinan pemerintahan, atau orang-orang yang mempunyai cukup  banyak uang untuk me-mulus-kan jalannya menjadi PNS. Kualitas SDM yang  jelek, kemudian menyebabkan birokrasi tidak mampu menjalankan fungsinya.  Lihatlah, betapa banyak petugas penyuluh lapangan (pertanian,  perikanan, kehutanan) yang tidak mempunyai kemampuan dasar penyuluh,  misalnya berpidato di depan massa (komunikasi massa).  Sehingga, tanpa kemampuan dasar tersebut, maka tugas utama mereka,  memberi penyuluhan kepada masyarakat, tidak bisa dijalankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Tentu  saja sumbangan faktor individu dalam kerusakan birokrasi, tidaklah  berdiri sendiri. Karena pada saat kita menfokuskan perhatian pada aspek  individu, pada dasarnya kita sedang berbicara “&lt;b&gt;buah&lt;/b&gt;” dari sebuah  sistem. Sebuah sistem secara sistematis merancang pembangunan karakter  pribadi individual masyarakatnya. Dalam masyarakat kapitalis, yang  menjunjung tinggi individualisme, memang “seolah-olah”, karakter pribadi  dari warganya, seperti tidak dibangun secara formal. Namun pola  pendidikan, tata nilai (sosial, kemasyarakatan, keluarga), sistem  ekonomi, sistem sosial yang dipakai secara sistematis akan membentuk  individu-individu yang mengagungkan kebebasan individu sebagai puncak  kebahagiaan. Maka lahirlah sebuah masyarakat yang individualistik  sekaligus materialistik. Dalam masyarakat yang materialistis ini  sekarang kita hidup, sehingga sanggat wajar bila kemudian kita  menghadapi kenyataan, tingginya tingkat korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;2. Faktor Sistem&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sistem  yang dimaksud meliputi segenap sistem kenegaraan, pemerintahan, hukum,  birokrasi, dan sosial. Secara internal, birokrasi membentuk sistemnya  sendiri. Namun kinerja birokrasi tidak ditentukan oleh faktor tunggal,  dia sangat dipengaruhi oleh sistem-sistem lain yang dipakai di negara  bersangkutan. &lt;b&gt;Mohtar Mas’oed &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;Politik, Birokrasi dan &lt;/i&gt;Pembangunan,  Pustaka Pelajar, 1997) mengatakan. Pertama; birokrasi tidak pernah  beroperasi dalam “ruang-hampa politik” dan bukan aktor netral dalam  politik. Kedua, negara-negara dunia ketiga lebih sering dipengaruhi oleh  sistem internasional, daripada sebaliknya. Artinya, birokrasi, dalam  hidupnya dipengaruhi dan mempengaruhi sistem-sistem lain yang ada di  lingkungannya, bahkan termasuk lingkungan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Besar kecilnya birokrasi dan wewenangnya, ditentukan oleh fungsi pemerintahan yang didefinisikan oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;sistem politik dan pemerintahan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang  dipakai negara tersebut. Sebuah negara, yang menempatkan fungsi  pembangunan sebagai salah satu tugas utama pemerintah (agent of  development), seperti Indonesia, akan membentuk sebuah birokrasi yang besar. Birokrasi yang demikian, kemudiaan juga akan memiliki wewenang yang &lt;b&gt;super besar&lt;/b&gt;  dan penggelolaan anggaran yang besar juga. Hampir semua sektor  kehidupan akan dirambah oleh birokrasi pembangunan itu. Sejalan dengan  wewenang dan anggaran yang besar, maka peluang untuk terjadinya korupsi  juga membesar. Birokrasi yang gemuk seperti itu juga tidak akan bisa  bergerak cepat dan lincah, walau hanya sekedar mengikuti perubahan  tuntutan kebutuhan masyarakatnya. Fenomena maraknya korupsi di birokrasi  Indonesia yang super gemuk itu (4-5 juta PNS) juga dapat kita telusuri  dari penggunaan istilah departemen/direktorat/ bagian/unit “basah”,  terutama di departemen keuangan, dirjen pajak, bea cukai, bagian  keuangan, dinas pendapatan, badan perencanaan, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sistem hukum &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang lemah. Sistem hukum yang kita pakai bukan saja tidak bisa menjalankan &lt;u&gt;fungsinya guna mencegah&lt;/u&gt; terjadinya korupsi, kolusi, nepotisme dan penyalahgunaan jabatan lainnya. Namun juga tidak mampu menjadi &lt;u&gt;pembuat jera&lt;/u&gt;  bagi penjahat berdasi yang dihukuminya. Ironisnya lagi, begitu banyak  kasus korupsi yang tidak bisa dihukumi dengan sistem hukum yang ada.  Sistem hukum yang ada juga tidak mampu menyediakan aparat penegak hukum  yang handal. Para hakim, jaksa, polisi dan penasehat hukum lebih tunduk  pada tekanan politik dan publik daripada mentaati aturan hukum baku  yang ditetapkan. Penasehat hukum yang diduga kuat melakukan “penyuapan”  terhadap saksi kasus korupsi dan pembunuhan, tidak bisa digugat, hanya  karena ketidakjelasan hukum. Yang terjadi kemudiaan perdebatan diantara  aparat penegak hukum dalam menafsirkan sebuah ketentuan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Penegakan  hukum yang setengah hati atas kasus-kasus korupsi bukan saja tidak  membuat para koruptor takut, tapi juga sekaligus membuat penghormatan  terhadap hukum menjadi sangat rendah. Hukum, kalaupun terpaksa tidak  bisa dihindari, masih bisa dibeli. Bahkan, kalaupun putusan hakim telah  dijatuhkan, masih tersedia instrumen lain (banding, kasasi, peninjauan  kembali) yang bisa juga dibeli dari hasil korupsi. Kalaupun para  koruptor itu tetap saja kalah dan dijebloskan ke “hotel prodeo”, maka  masih ada banyak kesempatan untuk melenggang keluar, menikmati kebebasan  dan menghabiskan dana korupsi yang masih tetap dikuasai. Cukup dengan  uang ratusan ribu rupiah, sang terpidana bisa menikmati week end bersama  keluarga di rumah. Atau, kalau mau keluar selamanya, bayar saja petugas  penjara yang berpenghasilan kecil itu, sejuta atau dua juta cukup untuk  membuat pintu penjara terbuka lebar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sistem Penggajian&lt;/b&gt; yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;rendah.  Sudah menjadi argumentasi yang diterima secara umum, bahwa korupsi  terjadi didorong oleh rendahnya gaji yang diberikan negara kepada PNS.  Walaupun, dari fakta yang kita saksikan, korupsi itu lebih besar dan  intens dilakukan oleh pejabat tinggi, yang notabene menerima gaji dan  penghasilan lebih tinggi, namun tetap saja rendahnya gaji menjadi alasan  pembenar terjadinya korupsi disemua lini pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rendahnya gaji PNS disebabkan oleh besarnya jumlah PNS yang harus dihidupi oleh negara. Pada massa  Orde Baru, termasuk sampai kini, birokrasi dijadikan salah satu pihak  yang bertugas menyediakan lapangan kerja. Hal ini menyebabkan besarnya  jumlah PNS.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Rendahnya gaji PNS juga disebabkan tingkat perkembangan ekonomi negara yang tidak terlalu menggembirakan. Kalupun Indonesia  pernah dijagokan sebagai salah satu Macan Asia dalam pembangunan  ekonomi, namun pertumbuhan ekonomi itu lebih banyak dipacu oleh hutang  luar negeri yang masuk. Kalaupun&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terjadi  pertumbuhan ekonomi yang signifikan, tetap saja kekayaan itu tidak  terdistribusikan secara baik, sehingga yang terjadi kemudiaan adalah  angka kesejangan ekonomi yang tinggi. Dengan demikian, tingkat kemampuan  negara menggaji PNS ditentukan oleh sistem ekonomi yang dipakai. Negara  yang menggunakan sistem ekonomi yang sangat produktif dan pola  distribusi kekayaan yang baik, niscaya akan mampu mengumpulkan dana yang  cukup untuk menggaji PNS-nya secara layak. Begitu pula sistem politik  yang tidak membebani birokrasi dengan tugas menampung limpahan tenaga  kerja, niscaya akan membentuk birokrasi yang ramping dengan jumlah PNS  yang rasional, sehingga dana yang dimiliki negara untuk gaji akan  proporsional dengan jumlah PNS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sistem Sosial&lt;/b&gt;.  Bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa kerusakan birokrasi sangat  ditentukan oleh prilaku aparat yang korup. Tapi perilaku yang korup itu  tidak mungkin akan subur, bila sistem sosial yang dipakai di masyarakat  tidak kondusif untuk itu. Dalam masyarakat yang menghormati kejujuran,  kebenaran dan keamanahan, korupsi adalah tindakan yang paling dibenci  dan dicaci. Perbuatan korupsi akan dihindari sebisa mungkin. Kalaupun  terjadi, maka para pejabat akan berusaha menutup-nutupinya. Dalam  masyarakat seperti itu, para koruptor tidak akan dihormati, mereka akan  dihinakan, tidak digauli, bahkan mungkin juga diasingkan dari  masyarakatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebaliknya,  di masyarakat yang sangat mengagungkan materi, sekaligus tidak terlalu  peduli dari mana materi diperoleh, korupsi justru terjadi dengan  dukungan dan kerjasama dengan masyarakat. Seorang koruptor yang “baik  hati”, yang suka melakukan kegiatan sosial, memberi sumbangan bagi  pembangunan rumah ibadah, menyantuni panti jompo, adalah “malaikat”&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang  dipuja-puja. Bahkan, koruptor yang rajin membantu pesantren, akan lebih  dihormati daripada pemimpin pesantrennya sendiri. Dalam masyarakat yang  tidak peduli seperti itu, jangan harap terjadi proses kontrol sosial.  Apa yang disebut dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;amar ma’ruf nahyi munkar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-pun  tinggal di kitab-kitab kuning yang dihapalkan para santri. Sementara  sang Kyai lebih asyik masyuk bercengkerama dengan para koruptor yang  baik hati, daripada menasehati atau malah memperingatkan sang koruptor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dampak Buruk Kerusakan Birokrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Birokrasi  yang korup mempunyai dampak negatif yang sangat luas, bukan saja  merusak birokrasi itu sendiri, tapi juga menjadi sebab dari tidak  efisiennya sektor bisnis, &lt;i&gt;high cost economy&lt;/i&gt;, merendahkan minat  untuk berinvestasi, menjadi sebab dri ketimpangan dan kemiskinan,  merusak kualitas pribadi masyarakat, merusak tatanan luhur dalam  masyarakat, memperburuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan sekaligus  merusak kehormatan pemerintah dan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Birokrasi  yang korup jelas tidak efisien dan tidak bisa bekerja secara efektif.  Birokrasi yang seperti ini, lebih banyak mengurus dirinya sendiri,  daripada menjalankan fungsinya untuk melayani dan menfasilitasi  masyarakat serta menegakkan hukum ditengah-tengah masyarakat. Anggaran  yang besar, lebih banyak digunakan untuk mengurus aparat birokrasi,  daripada meningkatkan kinerja birokrasi. Birokrasi yang korup dalam  waktu yang panjang akan melahirkan budaya korup di lingkungan birokrasi.  Dalam lingkungan yang seperti ini, maka profesionalisme tinggal slogan.  Yang terpenting bukan menjadi aparat yang produktif dan efektif, tapi  yang penting adalah bagaimana bisa menyesuaikan diri atau bahkan  sekaligus terlibat aktif dalam praktek korupsi yang menggurita itu.  Dalam lingkungan yang demikian, tidak ada tempat bagi mereka yang ‘sok  suci’, menolak korupsi. Orang-orang jujur menjadi ter-alienasi di  lingkungannya, mereka menjadi orang yang aneh, tidak gaul dan mungkin  seperti ‘pesakitan’ yang patut dikasihani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu dampak wabah korupsi yang adalah &lt;b&gt;High Cost Economy&lt;/b&gt;.  Korupsi yang meluas di semua sektor publik, telah menaikkan ongkos  produksi. Biaya perizinan yang membengkak mendorong tingginya biaya  produksi. Akibatnya rakyat biasa, yang menjadi konsumen akhir suatu  produk yang harus membayar mahal. Tingginya korupsi dari proyek-proyek  pemerintah, mengakibatkan jalan, jembatan, pelabuhan, dan fasilitas  publik lainnya cepat rusak dan membutuhkan biaya perawatan yang tinggi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bila  dugaan begawan ekonomi Indonesia Soemitro Djoyohadikusumo, bahwa  korupsi di Indonesia, menggerogoti 30 % anggaran, maka dapat dibayangkan  kualitas proyek yang dijalankan. Maka wajar saja bila sebagian besar  anggaran pembangunan, termasuk pinjaman luar negeri, dialokasikan guna  merehabilitasi dan memaintenance fasilitas publik dan kantor-kantor  pemerintahan. Artinya, biaya yang seyogyanya bisa digunakan untuk  menambah fasilitas, tapi justru hanya dihabiskan guna merawat fasilitas  yang tidak berkualitas. Belum lagi, proyek perawatan itu juga sangat  rentan untuk dikorupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Korupsi juga &lt;b&gt;merendahkan minat orang untuk berinvestasi&lt;/b&gt;. Para pemilik modal malas berurusan dengan birokrasi yang berbelit-belit dan mahal. Padahal usaha yang dijalankan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;belum&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tentu  menguntungkan, tapi mereka telah lebih dulu dipungli. Maka, para  investor lebih memilih menginvestasikan dananya di bank dalam bentuk  tabungan atau deposito yang tidak beresiko dan tidak harus berhadapan  dengan pejabat yang korup. &lt;i&gt;“Kira-kira 35 % dari usaha bisnis melaporkan alasan utama untuk tidak berinvestasi adalah karena&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;biaya tinggi berkaitan dengan korupsi”&lt;/i&gt; (Media Indonesia, 19/11/2001)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Angka &lt;b&gt;kemiskinan&lt;/b&gt;  yang begitu tinggi disinyalir turut diperparah oleh praktek birokrasi.  Birokrasi yang korup, bukan saja tidak mendorong kondisi yang sehat  untuk bisnis dan perputaran ekonomi, tapi juga telah menyedot sebagian  besar kapital dan didistribusikan di lingkungannya. Maka kemiskinan itu  terjadi akibat dikuasainya sebagian besar kapital oleh segelintir orang,  yaitu penguasa dan pengusaha yang berkolusi dengan penguasa. Rendahnya  investasi, akibat langsung dari maraknya korupsi, menyebabkan sedikitnya  lapangan kerja yang tersedia, pengangguran meningkat, dan itu artinya,  semakin banyak orang yang miskin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Korupsi yang demikian meluas dan membudaya juga berakibat pada &lt;b&gt;rusaknya karakter kepribadian &lt;/b&gt;aparat  dan masyarakat. Nilai-nilai kebaikan berupa penghormatan yang tinggi  pada kejujuran, kebenaran, amanah dan keikhlasan tidak lagi digunakan.  Yang dihormati adalah kedudukan, pangkat dan materi yang banyak. Semakin  kaya seseorang, maka semakin dihormati orang tersebut. Kepribadian yang  luhur dan baik tidak lagi menjadi anutan. Para  pejabat yang korup, dan bisa menyembunyikan perilakunya di mata publik,  menjadi anutan. Maka masyarakat tidak lagi ingin menjadi orang baik  (yang miskin), mereka ingin menjadi orang kaya yang serba “wah”, tidak  penting apakah dia korup, penipu dan maling berdasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Oleh  karena hukum tidak mampu mengendalikan korupsi, bahkan juga terlibat  dalam praktek korupsi, maka hukum tidak lagi menjadi institusi yang  dihormati. &lt;b&gt;Rendahnya penghormatan terhadap hukum&lt;/b&gt;, sekaligus  menghilangkan harapan masyarakat untuk mencari keadilan didepan hukum.  Hilangnya kepercayaan terhadap hukum, juga telah mendorong perilaku main  hakim sendiri. Maraknya perilaku anarkhis dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lima tahun terakhir, menunjukkan betapa hukum tidak mampu menjalankan fungsinya. Maling ayam yang tertangkap tangan oleh massa,  biasanya tidak diserahkan kepada polisi, tapi langsung diinterogasi,  dipukuli dan dibakar beramai-ramai oleh masyarakat. Begitu pula  pengemudi kendaraan yang mengalami kecelakaan, menabrak seorang anak  kecil yang bermain di jalan, juga harus merenggang nyawa, disirami  bensin dan dibakar bersama mobilnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Korupsi  yang merambah sektor pendidikan dan kesehatan tidak kalah hebatnya. SD  Inpres yang baru dibangun, ambruk diterjak angin. Anak-anak harus  bersekolah ditempat penampungan sementara. Pendidikan yang baik, menjadi  sangat mahal. Bisnis pendidikan sudah kehilangan hati nurani dan  idealismenya. &lt;b&gt;Kualitas pendidikan menjadi sangat rendah&lt;/b&gt;, dan  lembaga pendidikan tidak lagi berorientasi pada peningkatan kualitas  manusia, tapi lebih menjadi sebuah lembaga bisnis yang rakus. Sektor  kesehatan demikian pula. Korupsi tidak saja membuat kualitas fasilitas  kesehatan masyarakat buruk, tapi juga merusak perilaku pelayanan aparat  birokrasi kesehatan. Rumah sakit milik pemerintah, dikelola seadanya,  tidak mempunyai jiwa melayani, tidak ramah dan sekaligus mahal. Rakyat  miskin, yang seyogyanya mendapat pelayanan kesehatan gratis, justru  harus membayar mhal untuk pelayanan yang buruk itu. Wajar, bila kemudian  &lt;b&gt;kualitas kesehatan masyarakat dari hari ke hari makin buruk&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;III. SOLUSI ISLAM DALAM MENGATASI KEBOBROKAN BIROKASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Pemerintahan  yang bersih dan baik, dengan kata lain, birokrasi yang bersih dan baik,  haruslah dibangun secara sistematis dan terus menerus. Pola pikir yang  dikotomis, yang menghadapkan upaya membangun pribadi yang baik dengan  upaya membangun sistem yang baik, ibarat memilih telur atau ayam yang  harus didahulukan. Pola pikir yang demikian ini tidaklah tepat, karena  memang tidak bisa memisahkan antara kedua sisi ini. Individu yang baik  tidak mungkin muncul dari sebuah sistem yang buruk, demikian pula sistem  yang baik, tidak akan berarti banyak bila dijalankan oleh orang-orang  yang korup. Yang harus dilakukan adalah membina masyarakat secara terus  menerus agar menjadi individu yang baik, yang menyadari bahwa  pemerintahan yang baik hanya dapat dibangun oleh orang yang baik dan  sistem yang baik. Masyarakat juga terus menerus disadarkan,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahwa  hanya sistem terbaiklah, yang bisa memberi harapan bagi mereka,  menjamin keadilan, melayani dengan keikhlasan dan melindungi rakyatnya.  Rakyat juga harus disadarkan, bahwa para pemimpin haruslah orang yang  baik, jujur, amanah, cerdas, profesional serta pembela kebenaran dan  keadilan. Masyarakat juga perlu didasarkan bahwa sistem yang baik dan  pemimpin yang baik tidak bisa dibiarkan menjalankan pemerintahan  sendiri, mereka harus terus dijaga, dinasehati, diingatkan dengan cara  yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kesempurnaan Sistem.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kesempurnaan  sistem Islam terlihat dari aturan yang jelas tentang penggajian,  larangan suap menyuap, kewajiban menghitung dan melaporkan kekayaan,  kewajiban pemimpin untuk menjadi teladan, sistem hukum yang sempurna. &lt;b&gt;Sistem penggajian yang layak &lt;/b&gt;adalah keharusan. Para pejabat adalah pengemban amanah yang berkewajiban melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untuk menjamin profesionalitas aparat negara, maka mereka sesudah diberi penghasilan yang cukup, sekaligus dilarang untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengambil kekayaan negara yang lain. Guna mencegah terjadinya &lt;i&gt;abuse of power&lt;/i&gt;, Khalifah Umar bin Khattab misalnya, melarang para pejabat berdagang. Umar memerintahkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kepada  semua pejabat agar berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya, dan  sekaligus menjamin seluruh kebutuhan hidup aparat negara dan  keluarganya. Seorang guru anak-anak,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diberi gaji  15 dinar (63,75 gram emas) tiap bulannya oleh Umar. Artinya, misal harga  emas Rp. 75.000/gram, sang guru bisa mendapat gaji Rp. 4.781.250  perbulan pada masa sekarang ini. Padahal gaji guru anak-anak (TK-SD)  dinegeri kita saat ini berkisar antara tiga ratus ribu sampai satu juta.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dan ini terjadi lebih dari 14 abad yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sistem Islam juga &lt;b&gt;melarang aparat negara menerima suap dan hadiah/hibah&lt;/b&gt;.  Suap adalah harta yang diberikan kepada seorang penguasa, hakim, atau  aparat pemerintah lainnya dengan maksud untuk memperoleh keputusan  mengenai suatu kepentingan yang semestinya wajib diputuskan olehnya  tanpa pembayaran dalam bentuk apapun. Setiap bentuk suap, berapun  nilainya dan dengan jalan apapun diberikannya atau menerimanya, haram  hukumnya. Allah SWT SWT berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;﴿وَلاَ  تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَا  إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ  بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ﴾&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Dan  janganlah ada sebagian kalian makan harta benda sebagian yang lain  dengan jalan batil, dan janganlah menggunakannya sebagai umpan (untuk  menyuap) para hakim dengan maksud agar kalian dapat makan harta orang  lain dengan jalan dosa, padahal kalian mengetahui (hal itu)&lt;/i&gt;.” &lt;b&gt;(QS. Al Baqarah [2]; 188)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rasulullah SAW juga melarang praktek suap ini.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;»&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;لَعَنَ رَسُوْلُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشِ بَيْنَهُمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;«&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Rasulullah SAW melaknat penyuap, penerima suap dan orang yang menyaksikan penyuapan.&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(HR. Ahmad, Thabrani, Al-Bazar dan Al-Hakim)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Adakalanya  suap diberikan dengan maksud agar pejabat yang bersangkutan tidak  menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya. Suap jenis inipun amat  dihindari oleh para Sahabat nabi SAW. Rasulullah SAW pernah mengutus  Abdullah bin Rawahah ke daerah Khaibar (daerah Yahudi yang baru  ditaklukkan kaum muslimin) untuk menaksir hasil panen kebun kurma daerah  itu. Sesuai dengan perjanjian, hasil panen akan dibagi dua dengan  orang-orang Yahudi Khaibar. Tatkala Abdullah bin Rawahah tengah  bertugas, datang orang-orang Yahudi kepadanya dengan membawa perhiasan  yang mereka kumpulkan dari istri-istri mereka, seraya berkata;  “perhiasan itu untuk anda, tetapi ringankanlah kami dan berikan kepada  kami bagian lebih dari separuh”. Abdullah bin Rawahah menjawab ; “Hai  kaum Yahudi, demi Allah SWT, kalian memang manusia-manusia hamba Allah  SWT yang paling kubenci. Apa yang kalian lakukan ini justru mendorong  diriku lebih merendahkan kalian. Suap yang kalian tawarkan itu adalah  barang haram dan kaum muslimin tidak memakannya!” Mendengar jawaban itu  mereka serentak menyahut ; “karena itulah langit dan bumi tetap tegak”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Hadiah  atau hibah adalah harta yang diberikan kepada penguasa atau aparatnya  sebagi pemberian. Perbedaannya dengan suap, bahwa hadiah itu diberikan  bukan sebagai imbalan atas suatu kepentingan, karena si pemberi hadiah  telah terpenuhi keinginannya, baik secara langsung maupun melalui  perantara. Hadiah atau hibah diberikan atas dasar pamrih tertentu, agar  pada suatu ketika ia dapat memperoleh kepentingannya dari penerima  hadiah/hibah. Hadiah semacam ini diharamkan dalam sistem Islam.  Rasulullah SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;«هَدَايَا الْحُكَّامِ سُحْتٌ وَهَدَايَا الْقُضَّاةِ كُفْرٌ»&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“&lt;i&gt;Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur&lt;/i&gt;.” &lt;b&gt;(HR. Imam Ahmad)&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda “&lt;i&gt;Amma  ba’du, aku telah mempekerjakan beberapa orang di antara kalian untuk  melaksanakan tugas yang dipercayakan Allah SWT kepadaku. Kemudian salah  seorang dari mereka itu datang dan berkata; “ini kuserahkan kepada Anda,  sedangkan ini adalah hadiah yang diberikan orang kepadaku.” Jika apa  yang dikatakannya itu benar, apakah tidak lebih baik kalau ia duduk saja  di rumah ayah atau ibunya sampai hadiah itu datang kepadanya? Demi  Allah SWT, siapapun diantara kalian yang mengambil sesuatu dari zakat  itu tanpa haq, maka pada hari kiamat kelak akan menghadap Allah SWT  sambil membawa apa yang diambilnya itu.”&lt;/i&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Hadits  diatas menunjukan, bahwa hadiah pada umumnya diberikan orang kepada  pejabat tertentu karena jabatannya. Seandainya ia tidak menduduki  jabatan itu, tentulah hadiah itu tidak akan datang kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Penghitungan Kekayaan.&lt;/b&gt; Untuk menjaga dari perbuatan curang, Khalifah Umar menghitung kekeyaan seseorang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di  awal jabatannya sebagai pejabat negara, kemudian menghitung ulang di  akhir jabatan. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar, Umar  memerintahkan agar menyerahkan kelebihan itu kepada Baitul mal, atau  membagi dua kekayaan tersebut, separo untuk Baitul mal dan sisa  separonya diserahkan kepada yang bersangkutan. Muhammad bin Maslamah  ditugasi Khalifah Umar membagi dua kekayaan penguasa Bahrain,  Abu Hurairah; penguasa Mesir, Amr bin Ash; penguasa Kufah, saad bin Abi  Waqqash. Jadi, Umar telah berhasil mengatasi secara mendasar  sebab-sebab yang menimbulkan kerusakan mental para birokrat. Upaya  penghitungan kekayaan tidaklah sulit dilakukan bila semua sistem  mendukung, apalagi bila masyarakat turut berperan mengawasi perilaku  birokrat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Keteladanan pemimpin &lt;/b&gt;adalah langkah selanjutnya yang diharus sistem Islam.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam  sistem Islam, kemunculan seorang pemimpin mengkuti proses seleksi yang  sangat ketat dan panjang. Seseorang, tidak mungkin menjadi pemimpin di  sebuah propinsi, tanpa melalui proses seleksi alamiah ditingkat  bawahnya. Pola dasar yang memunculkan seorang pemimpin mengikuti pola  penentuan seorang imam shalat. Seorang imam shalat adalah orang yang  paling berilmu, shaleh, paling baik bacaan shalatnya, paling bijaksana.  Seorang imam shalat adalah orang terbaik dilingkungan jamaahnya. Dari  sinilah sumber kepemimpinan itu berasal. Pola ini secara alamiah, sadar  atau tidak sadar, akan diikuti dalam penentuan kepemimpinan tingkat  atasnya. Seorang khalifah (kepala negara) tentulah bersumber dari  imam-imam terbaik yang ada di negara tersebut. Oleh karena setiap  pemimpin merupakan orang terbaik di lingkungannya, maka dapat dipastikan  mereka adalah orang yang kuat keimanannya, tinggi kapabilitas dan  sekaligus akseptabilitasnya. Pemimpin seperti inilah yang akan menjadi  teladan, baik bagi para birokrat bawahannya, maupun bagi rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Penegakan hukum&lt;/b&gt;  merupakan aspek penting lainnya yang harus dijalankan dalam sistem  Islam. Hukuman dalam Islam mempunyai fungsi sebagai pencegah. Para koruptor akan mendapat hukuman yang setimpal dengan tindak kejahatannya. Para  koruptor kelas kakap, yang dengan tindakannya itu bisa mengganggu  perekonomian negara, apalagi bisa memperbesar angka kemiskinan, dapat  diancam dengan hukuman mati, disamping hukuman kurungan. Dengan begitu,  para koruptor atau calon koruptor akan berpikir berulang kali untuk  melakukan aksinya. Apalagi, dalam Islam, seorang koruptor dapat dihukum &lt;i&gt;tasyir&lt;/i&gt;, yaitu berupa pewartaan atas diri koruptor. Pada zaman dahulu mereka diarak keliling kota, tapi pada masa kini bisa menggunakan media massa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kualitas Sumber Daya Manusia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sistem  Islam menanamkan iman kepada seluruh warga negara, terutama para  pejabat negara. Dengan iman, setiap pegawai merasa wajib untuk taat  kepada aturan Allah SWT.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Orang beriman sadar akan  konsekuensi dari ketaatan atau pelanggaran yang dilakukannya, karena  tidak ada satupun perbuatan manusia yang tidak akan dihisab. Segenap  anggota atau bagian tubuh akan bersaksi atas segala perbuatan kita.  Allah SWT&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;﴿حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُوْدُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ﴾&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Sehingga  apabila mereka sampai ke neraka, pedengaran, penglihatan dan kulit  mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka  kerjakan&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(QS. Fushshilat [41]; 20) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Manusia memang menyangka bahwa Allah SWT&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tidak  tahu apa yang mereka lakukan, termasuk tindakan korupsi yang  disembunyikan. Hanya orang yang beriman saja yang yakin bahwa perbuatan  seperti itu diketahui Allah SWT dan disaksikan oleh anggota/bagian tubuh  kita yang akan melaporkannya kepada Allah SWT. Inilah pengawasan  melekat yang sungguh-sungguh melekat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;﴿وَمَا  كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلاَ  أَبْصَارُكُمْ وَلاَ جُلُوْدُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللهَ لاَ  يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِمَّا تَعْمَلُوْنَ (22) وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ  الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ  الْخَاسِرِيْنَ﴾&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;kamu  sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran,  penglihatan dan kulitmu terhadapmu. Bahkan kamu mengira bahwa Allah SWT  tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang  demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu,  Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang  yang merugi”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Fushshilat [41]; 22-23)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Dengan  iman akan tercipta mekanisme pengendalian diri yang andal. Dengan iman  pula para birokrat, juga semua rakyat, akan berusaha keras mencari rizki  secara halal dan memanfaatkannya hanya di jalan yang diridhai Allah  SWT. Rasulullah SAW menegaskan, bahwa manusia akan ditanya tentang  umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang masa mudanya kemana ia  lewatkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa, serta  tentang ilmunya untuk apa ia gunakan. Bagi birokrat sejati, lebih baik  memakan tanah daripada menikmati rizki haram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Motivasi  positif ini kemudian akan mendorong mereka untuk secara sungguh-sungguh  meningkatkan kualitas, kapasitas dan profesionalismenya. Karena hanya  dengan kemampuan yang semakin tinggilah mereka bisa semakin  mengoptimalkan pelaksanaan tugas mulianya sebagai aparat pemerintah.  Mereka menyadari bahwa tugas utama mereka adalah melayani rakyat. Wajib  atas mereka melaksanakan amanah itu dengan jujur, adil, ikhlas dan taat  kepada aturan negara, yang tidak lain adalah syariat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sistem Kontrol yang Kuat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kontrol  merupakan satu instrumen penting yang harus ada dalam membangun  pemerintahan yang bersih dan baik. Kontrol bukan saja dilakukan secara  internal, oleh pemimpin kepada bawahannya, melainkan juga oleh rakyat  kepada aparat negaranya. Kesadaran dan pemahaman akan pentingnya kontrol  ini, haruslah dimiliki oleh segenap pemimpin pemerintahan, para aparat  di bawahnya dan oleh segenap rakyat. Semua orang harus menyadari bahwa  keinginan untuk membangun pemerintahan yang baik hanya dapat dicapai  dengan bersama-sama melakukan fungsi kontrolnya. Dalam sejarah  kepemimpinan pemerintahan Islam, tercatat, bagaimana Khalifah Umar bin  Kattab telah mengambil inisiatif dan sekaligus mendorong rakyatnya untuk  melakukan kewajibannya mengontrol pemerintah. Khalifah Umar di awal  kepemimpinannya berkata: &lt;i&gt;“apabila kalian melihatku menyimpang dari jalan Islam, maka luruskanlah aku walaupun dengan pedang”&lt;/i&gt; Lalu seorang laki-laki menyambut dengan lantang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“kalau begitu, demi Allah SWT, aku akan meluruskanmu dengan pedang ini.”&lt;/i&gt; Melihat itu Umar bergembira, bukan menangkap atau menuduhnya menghina kepala negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pengawasan  oleh masyarakat akan tumbuh apabila masyarakat hidup dalam sebuah  sistem yang menempatkan aktifitas pengawasan (baik kepada penguasa  maupun sesama warga) adalah sebuah aktifitas wajib lagi mulia. Melakukan  pengawasan dan koreksi terhadap penguasa hukumnya adalah wajib.  Ketaatan kepada penguasa tidak berarti harus mendiamkan mereka. &lt;i&gt;“Allah  SWT telah mewajibkan kepada kaum muslimin untuk melakukan koreksi  kepada penguasa mereka. Dan sifat perintah kepada mereka agar merubah  para penguasa tersebut bersifat tegas; apabila mereka merampas hak-hak  rakyat, mengabaikan kewajiban-kewajiban rakyat, melalaikan salah satu  urusan rakyat, menyimpang dari hukum-hukum Islam, atau memerintah dengan  selain hukum yang diturunkan oleh Allah SWT”&lt;/i&gt;. (&lt;b&gt;Taqiyuddin An-Nabhani&lt;/b&gt;; &lt;i&gt;Sistem Pemerintahan Islam, &lt;/i&gt;Al-Izzah, 1996) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Allah SWT berfirman; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; text-indent: 0cm; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;﴿وَلْتَكُنْ  مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ  بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ  الْمُفْلِحُوْنَ﴾&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Hendaknya  ada di antara kalian, sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan  serta menyeru pada kema’rufan dan mencegah dari kemunkaran”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Ali Imran [3]; 104)&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Abi sa’id Al Khudri yang menyatakan Rasulullah SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;»&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;مَنْ  رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ  يَسْتَطِعْ فَبِلِساَنِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ  اَضْعَفُ اْلإِيْماَنِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;«&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: Arial; font-size: 18;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-family: Baskerville; font-size: 18;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Siapa  saja di antara kalian yang melihat kemunkaran, maka hendaknya dia  merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lisannya.  Apabila tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemahnya  iman”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari Ummu ‘Atiyah dari Abi Sa’id yang menyatakan Rasululah SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;»&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ اِلَى &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;حَاكِمٍ ظاَلِمٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;«&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Sebaik-baik jihad adalah (menyatakan) kata-kata yang haq di depan penguasa yang dlalim”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;»&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;سَيِّدُ الشُّهَداَءِ حَمْزَةٌ وَرَجُلٌ قاَمَ اِلَى حَاكِمٍ ظاَلِمٍ يُنَصِّحَهُ َقَتَلَهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 18;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;«&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“&lt;i&gt;Penghulu  para syuhada adalah Hamzah, serta orang yang berdiri dihadapan seorang  penguasa yang dzalim, lalu memerintahkannya (berbuat makruf) dan  mencegahnya (berbuat munkar), lalu penguasa itu membunuhnya”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Hakim dari Jabir). &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hadits  ini merupakan bentuk pengungkapan yang paling tegas, yang mendorong  agar berani menanggung semua resiko, sekalipun resiko mati, dalam rangka  melakukan koreksi terhadap para penguasa, serta menentang mereka yang  dzalim itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;IV. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Membangun  pemerintahan yang bersih dan baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Dia  akan menggerakkan segenap aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan.  Dia juga membutuhkan dukungan dari segenap aparat pemerintahan,  masyarakat dan sistem yang baik. Hanya dengan pemilihan akan sistem yang  terbaiklah, maka upaya membangun pemerintahan yang baik itu akan  menemukan jalan yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Membangun  pemerintahan yang baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Dia merupakan  pekerjaan besar yang harus diawali dari pemahaman dasar atas visi dan  misi pemerintahan. Oleh karena itu, pilihan utama atas ideologi apa yang  akan dijadikan landasan pembangunan pemerintahan, akan menentukan  terbuka atau tidaknya harapan, bagi upaya penciptaan pemerintahan yang  baik itu. Pemerintahan yang baik hanya bisa dicapai, bila ideologi yang  menjadi pilihan adalah ideologi yang paling benar. Diatas ideoligi yang  paling benar itulah, akan dibangun sistem yang baik dan  individu-individu yang tangguh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sistem  Islam (syariat Islam) telah menunjukkan kemampuannya yang luar biasa.  Kemampuannya bertahan hidup dalam rentang waktu yang demikian panjang  (lebih 12 abad), dengan berbagai macam penyimpangan dan pengkhianatan  oleh para penyelenggaranya, telah menegaskan kapabilitas sistem yang  belum ada tandingannya sampai saat ini, dan hingga akhir jaman. Dengan  begitu jawaban atas kebutuhan akan hadirnya pemerintahan yang baik itu  adalah dengan menjadikan Islam sebagai Ideologi dan syariat Islam  sebagai aturan kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan. Dengan syariat  Islam itulah kita membangun pemerintahan yang bersih dan baik,  sekaligus mencetak aparat pemerintahan yang handal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Wallahu’alam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-7582513854708716533?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/7582513854708716533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/syariat-islam-dalam-mewujudkan-clean.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/7582513854708716533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/7582513854708716533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/syariat-islam-dalam-mewujudkan-clean.html' title='SYARIAT ISLAM DALAM MEWUJUDKAN “CLEAN GOVERNANCE AND GOOD GOVERNMENT”'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Zeyz7VVrrHM/Tnr5j39ubHI/AAAAAAAAABs/SIrhAGr210Y/s72-c/1024001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-6301695212998430371</id><published>2011-09-22T15:54:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T15:54:05.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akuntansi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tinjauan Akuntansi'/><title type='text'>Sejarah Praktek Akuntansi Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Amirah Nahrawi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-J3U1qQbcmAQ/Tnr3RbuAPcI/AAAAAAAAABo/xdiuHtOV3i8/s1600/akuntansi1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://2.bp.blogspot.com/-J3U1qQbcmAQ/Tnr3RbuAPcI/AAAAAAAAABo/xdiuHtOV3i8/s320/akuntansi1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Dari  catatan sejarah islam, praktek-praktek akuntansi islam telah diterapkan  pada jaman Rasulullah SAW, tepatnya setelah terbentuknya Daulah  Islamiah di Madinah dan diteruskan pula oleh para Khulafaur  Rasyidin.....&lt;span class="fullpost"&gt;Pada masa itu dibentuk undang-undang  akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikah)  atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta  (hijr), dan anggaran negara. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya  juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani  profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan).  Bahkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam menganggap masalah ini  sebagai suatu masalah serius dengan diturunkannya ayat terpanjang ,  yakni surah Al-Baqarah ayat 282 yang menjelaskan fungsi-fungsi  pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, seperti  yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani dalam  hal tersebut.&lt;br /&gt;Akuntansi adalah ilmu informasi yang mencoba mengkonversi bukti dan data  menjadi informasi dengan cara melakukan pengukuran atas berbagai  transaksi dan akibatnya yang dikelompokkan dalam account, perkiraan atau  pos keuangan seperti aktiva, utang, modal, hasil, biaya, dan laba.&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan penjelasan dalam Al Quran, kita harus mengukur  secara adil, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Kita dilarang untuk  menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita, sedangkan bagi orang  lain kita menguranginya. Dalam hal ini, Al Quran menyatakan dalam  berbagai ayat, antara lain dalam surah Asy-Syu’ara ayat 181-184 yang  berbunyi:&lt;br /&gt;”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang  merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu  merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka  bumi dengan membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah  menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.”&lt;br /&gt;Kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut, menurut Umer  Chapra juga menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal pendapatan,  biaya, dan laba perusahaan, sehingga seorang Akuntan wajib mengukur  kekayaan secara benar dan adil. Seorang Akuntan akan menyajikan sebuah  laporan keuangan yang disusun dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah  organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau  ditunjuk sebelumnya. Manajemen bisa melakukan apa saja dalam menyajikan  laporan sesuai dengan motivasi dan kepentingannya, sehingga secara logis  dikhawatirkan dia akan membonceng kepentingannya. Untuk itu diperlukan  Akuntan Independen yang melakukan pemeriksaaan atas laporan beserta  bukti-buktinya. Metode, teknik, dan strategi pemeriksaan ini dipelajari  dan dijelaskan dalam Ilmu Auditing.&lt;br /&gt;Dalam Islam, fungsi Auditing ini disebut “tabayyun” sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah Al-Hujuraat ayat 6 yang berbunyi:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa  suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan  suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang  menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”&lt;br /&gt;Kemudian, sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran, kita harus  menyempurnakan pengukuran di atas dalam bentuk pos-pos yang disajikan  dalam Neraca, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Israa’ ayat 35 yang  berbunyi:&lt;br /&gt;“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan  neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik  akibatnya.”&lt;br /&gt;Jadi, dapat kita simpulkan dari uraian di atas, bahwa konsep Akuntansi  Islam jauh lebih dahulu dari konsep Akuntansi Konvensional, dan bahkan  Islam telah membuat serangkaian kaidah yang belum terpikirkan oleh  pakar-pakar Akuntansi Konvensional. Sebagaimana yang terjadi juga pada  berbagai ilmu pengetahuan lainnya, yang ternyata sudah diindikasikan  melalui wahyu Allah dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;“……… Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan  segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi  orang-orang yang berserah diri.” (QS.An-Nahl/ 16:89)&lt;br /&gt;Tujuan akuntansi syariah adalah terciptanya peradaban bisnis dengan  wawasan humanis, emansipatoris, transendental, dan teologis. Dengan  akuntansi syariah, realitas sosial yang dibangun mengandung nilai tauhid  dan ketundukan kepada ketentuan Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-6301695212998430371?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/6301695212998430371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/sejarah-praktek-akuntansi-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6301695212998430371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6301695212998430371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/sejarah-praktek-akuntansi-islam.html' title='Sejarah Praktek Akuntansi Islam'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-J3U1qQbcmAQ/Tnr3RbuAPcI/AAAAAAAAABo/xdiuHtOV3i8/s72-c/akuntansi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-82696398920082589</id><published>2011-09-22T15:48:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T15:48:49.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat potensial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat Produktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomy Islam'/><title type='text'>Metodologi Ekonomi Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KRXCkqlaz7E/Tnr2GjuEvJI/AAAAAAAAABk/kQvQSO8bQUk/s1600/Zakat+04.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="306" src="http://4.bp.blogspot.com/-KRXCkqlaz7E/Tnr2GjuEvJI/AAAAAAAAABk/kQvQSO8bQUk/s320/Zakat+04.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="contentpaneopen" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;   &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?view=article&amp;amp;catid=8%3Akajian-ekonomi&amp;amp;id=1061%3Ametodologi-ekonomi-islam&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=5" rel="nofollow" title="Cetak"&gt;&lt;img alt="Cetak" src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/M_images/printButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;   &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5wZXNhbnRyZW52aXJ0dWFsLmNvbS9pbmRleC5waHA/b3B0aW9uPWNvbV9jb250ZW50JnZpZXc9YXJ0aWNsZSZpZD0xMDYxOm1ldG9kb2xvZ2ktZWtvbm9taS1pc2xhbSZjYXRpZD04Omthamlhbi1la29ub21pJkl0ZW1pZD02MA==" title="E-mail"&gt;&lt;img alt="E-mail" src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/M_images/emailButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;table class="contentpaneopen" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;   &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="small"&gt;    Ditulis oleh Muhammad Imaduddin*  &lt;/span&gt;   &amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selama ini kalau kita berbicara tentang &lt;em&gt;muamalah&lt;/em&gt;, terutama  ekonomi, kita akan berbicara tentang apa yang boleh dan apa yang tidak  boleh. Hal ini memang merupakan prinsip dasar dari &lt;em&gt;muamalah &lt;/em&gt;itu  sendiri, yang menyatakan: “Perhatikan apa yang dilarang, diluar itu  maka boleh dikerjakan.” Tetapi pertanyaan kemudian mengemuka, seperti  apakah ekonomi dalam sudut pandang Islam itu sendiri? Bagaimana filosofi  dan kerangkanya? Dan bagaimanakah ekonomi Islam yang ideal itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka sebenarnya kita  perlu melihat bagaimanakah metodologi dari ekonomi Islam itu sendiri.  Muhammad Anas Zarqa (1992), menjelaskan bahwa ekonomi Islam itu terdiri  dari 3 kerangka metodologi. Pertama adalah &lt;em&gt;presumptions and ideas&lt;/em&gt;, atau yang disebut dengan ide dan prinsip dasar dari ekonomi Islam. Ide ini bersumber dari Al Qur’an, Sunnah, dan Fiqih &lt;em&gt;Al Maqasid&lt;/em&gt;.  Ide ini nantinya harus dapat diturunkan menjadi pendekatan yang ilmiah  dalam membangun kerangka berpikir dari ekonomi Islam itu sendiri. Kedua  adalah &lt;em&gt;nature of value judgement&lt;/em&gt;, atau pendekatan nilai dalam  Islam terhadap kondisi ekonomi yang terjadi. Pendekatan ini berkaitan  dengan konsep utilitas dalam Islam. Terakhir, yang disebut dengan &lt;em&gt;positive part of economics science&lt;/em&gt;.  Bagian ini menjelaskan tentang realita ekonomi dan bagaimana konsep  Islam bisa diturunkan dalam kondisi nyata dan riil. Melalui tiga  pendekatan metodologi tersebut, maka ekonomi Islam dibangun.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ahli ekonomi Islam lainnya, Masudul Alam Choudhury (1998), menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi Islam itu perlu menggunakan &lt;em&gt;shuratic process&lt;/em&gt;, atau pendekatan &lt;em&gt;syura&lt;/em&gt;. Syura itu bukan demokrasi. &lt;em&gt;Shuratic process &lt;/em&gt;adalah metodologi individual digantikan oleh sebuah konsensus para ahli dan pelaku pasar&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dalam  menciptakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar. Individualisme  yang merupakan ide dasar ekonomi konvensional tidak dapat lagi bertahan,  karena tidak mengindahkan adanya distribusi yang tepat, sehingga  terciptalah sebuah jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin.&lt;br /&gt;Pertanyaan  kemudian muncul, apakah konsep Islam dalam ekonomi bisa diterapkan di  suatu negara, misalnya di negara kita? Memang baru-baru ini muncul ide  untuk menciptakan &lt;em&gt;dual economic system &lt;/em&gt;di negara kita, dimana  ekonomi konvensional diterapkan bersamaan dengan ekonomi Islam. Tapi  mungkinkah Islam bisa diterapkan dalam kondisi ekonomi yang nyata? &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  menjawab pertanyaan tersebut, Umar Chapra (2000) menjelaskan&amp;nbsp; bahwa  terdapat dua aliran dalam ekonomi, yaitu aliran normatif dan positif.  Aliran normatif itu selalu memandang sesuatu permasalahan dari yang  seharusnya terjadi, sehingga terkesan idealis dan perfeksionis.  Sedangkan aliran positif memandang permasalahan dari realita dan fakta  yang terjadi. Aliran positif ini pun kemudian menghasilkan perilaku  manusia yang rasional. Perilaku yang selalu melihat masalah ekonomi dari  sudut pandang rasio dan nalarnya. Kedua aliran ini merupakan ekstrim  diantara dua kutub yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya kedua  aliran tersebut dengan pelaksanaan ekonomi Islam? Ternyata hubungannya  adalah akan selalu ada orang-orang yang mempunyai pikiran dan ide yang  bersumber dari dua aliran tersebut. Jadi atau tidak jadi ekonomi Islam  akan diterapkan, akan ada yang menentang dan mendukungnya. Oleh karena  itu sebagai orang yang optimis, maka penulis akan menyatakan ‘Ya’, Islam  dapat diterapkan dalam sebuah sistem ekonomi. &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  optimisme ini akan dapat terwujud manakala etika dan perilaku pasar  sudah berubah. Dalam Islam etika berperan penting dalam menciptakan  utilitas atau kepuasan (Tag El Din, 2005). Konsep Islam menyatakan bahwa  kepuasan optimal akan tercipta manakala pihak lain sudah mencapai  kepuasan atau hasil optimal yang diinginkan, yang juga diikuti dengan  kepuasan yang dialami oleh kita. Islam sebenarnya memandang penting  adanya distribusi, kemudian lahirlah zakat sebagai bentuk dari  distribusi itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Maka, sesungguhnya kerangka  dasar dari ekonomi Islam didasari oleh tiga metodolodi dari Muhammad  Anas Zarqa, yang kemudian dikombinasikan dengan efektivitas distribusi  zakat serta penerapan konsep &lt;em&gt;shuratic process &lt;/em&gt;(konsensus bersama) dalam setiap pelaksanaannya. Dari kerangka tersebut, &lt;em&gt;insyaAllah&lt;/em&gt;  ekonomi Islam dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Dan semua itu  harus dibungkus oleh etika dari para pelakunya serta peningkatan  kualitas sumber daya manusianya (Al Harran, 1996).&amp;nbsp; Utilitas yang  optimal akan lahir manakala distribusi dan adanya etika yang menjadi  acuan dalam berperilaku ekonomi. Oleh karena itu semangat untuk memiliki  etika dan perilaku yang &lt;em&gt;ihsan&lt;/em&gt; kini harus dikampanyekan kepada  seluruh sumber daya insani dari ekonomi Islam. Agar ekonomi Islam dapat  benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata, yang akan menciptakan  keadilan sosial, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu ‘alamu bishowwab.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;Penulis  adalah Mahasiswa S2 Islamic Banking, Finance, and Management di  Markfield Institute of Higher Education (MIHE), Markfield,  Leicestershire, Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Referensi:&lt;/strong&gt;Al-Harran, Saad. (1996). &lt;em&gt;Islamic Finance Need a New Paradigm&lt;/em&gt;. Tersedia dalam: &amp;lt;URL:http:www.alternative-finance.org.uk&amp;gt; Tanggal akses: 28&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;Oktober 2005.&lt;br /&gt;Choudhury, Masudul Alam. (1998). &lt;em&gt;Studies in Islamic Social Sciences&lt;/em&gt;. Great Britain: Macmillan Press Ltd.&lt;br /&gt;Hafidhuddin, Didin. (2005). &lt;em&gt;Prinsip Dasar Ekonomi Islam&lt;/em&gt;. Bahan Kuliah Mata Kuliah Ekonomi Syariah 1. Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.&lt;br /&gt;Tag El Din, Seif El Din. (2005). &lt;em&gt;Moral Policy: Equity and Growth Strategy&lt;/em&gt;. Lecture of Islamic Economics. Markfield Institute of Higher Education.&lt;br /&gt;Zarqa, Mohammad Anas. (1992). “Methodology of Islamic Economics”, dalam Ahmad, Ausaf and Awan, Kazim Raza (Ed.), &lt;em&gt;Lectures on Islamic Economics&lt;/em&gt; (hal 50). Jeddah: Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank.&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-82696398920082589?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/82696398920082589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/metodologi-ekonomi-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/82696398920082589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/82696398920082589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/metodologi-ekonomi-islam.html' title='Metodologi Ekonomi Islam'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KRXCkqlaz7E/Tnr2GjuEvJI/AAAAAAAAABk/kQvQSO8bQUk/s72-c/Zakat+04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-208302134031385160</id><published>2011-09-22T15:44:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T15:44:56.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberdayaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat potensial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat Produktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesejahteraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>RUU Zakat dan Kesejahteraan Umat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-k4uQQR87mnA/Tnr1JUWT2KI/AAAAAAAAABg/QJBZ2_s9fdU/s1600/Aplikasi-Penghitung-Jumlah-Zakat1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-k4uQQR87mnA/Tnr1JUWT2KI/AAAAAAAAABg/QJBZ2_s9fdU/s320/Aplikasi-Penghitung-Jumlah-Zakat1.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ekisopini.blogspot.com/2010/05/ruu-zakat-dan-kesejahteraan-umat.html"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="author"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Salah  satu rancangan undang-undang yang masuk dalam Prolegnas 2010 dan kini  sedang intensif dibahas adalah RUU Pengelolaan Zakat, yang merupakan  amendemen terhadap Undang-Undang No. 38 Tahun 1999. RUU Zakat ini  menjadi penting mengingat potensi dananya yang besar dan perannya yang  strategis dalam pengentasan masyarakat miskin dan peningkatan  kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks masyarakat madani Indonesia yang  demokratis, RUU Zakat akan mengukuhkan peran negara dalam memberi  perlindungan bagi warga negara yang menjadi pembayar zakat (muzakki),  menjaga ketertiban umum dengan mencegah penyalahgunaan dana zakat,  memfasilitasi sektor amal untuk perubahan sosial, dan memberi insentif  bagi perkembangan sektor amal.&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam  pembahasan RUU Zakat ini terdapat beberapa isu utama yang penting untuk  didorong masuk ke pembahasan dan debat publik, yaitu desentralisasi  pengelolaan zakat dengan regulator yang kuat dan kredibel, konsolidasi  Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) menuju dunia zakat nasional yang  efisien, dan kemitraan pemerintah-OPZ untuk akselerasi pengentasan  kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Otoritas zakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah rezim UU No. 38/1999, dunia zakat nasional berjalan tanpa tata  kelola yang memadai. Ribuan OPZ, baik bentukan pemerintah (Badan Amil  Zakat/BAZ) maupun masyarakat (Lembaga Amil Zakat/LAZ), muncul tanpa  mendapat regulasi dan pengawasan yang memadai. Hal ini secara jelas  rawan memunculkan penyimpangan dana zakat masyarakat oleh pengelola yang  tidak amanah. Kebangkitan dunia zakat nasional di tangan masyarakat  sipil era 1990-an, yang telah mentransformasikan zakat dari ranah  amal-sosial- individual ke ranah ekonomi-pembangunan -keumatan, terancam  tergerus oleh “penumpang-penumpang gelap” di dunia zakat. Perkembangan  dunia zakat nasional juga berjalan lambat karena tidak ada upaya  koordinasi dan sinergi antar-OPZ yang berjalan dengan agenda  masing-masing. Hasilnya, kinerja dunia zakat nasional, khususnya dalam  pengentasan masyarakat dari kemiskinan, terasa jauh dari optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, agenda terbesar dunia zakat nasional saat ini adalah mendorong  tata kelola yang baik dengan mendirikan otoritas zakat yang kuat dan  kredibel, katakan Badan Zakat Indonesia (BZI), yang akan memiliki  kewenangan regulasi dan pengawasan di tiga aspek utama, yaitu kepatuhan  syariah, transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta efektivitas  ekonomi dari pendayagunaan dana zakat. BZI dibentuk di tingkat pusat dan  dapat membuka perwakilan di tingkat provinsi jika dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana yang digulirkan pemerintah dan sebagian ormas untuk melakukan  sentralisasi pengelolaan zakat oleh pemerintah dalam rangka memperbaiki  kinerja zakat nasional adalah tidak valid, ahistoris, dan mengingkari  peran masyarakat sipil dalam Indonesia kontemporer yang demokratis.  Kinerja penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat lebih banyak  ditentukan oleh legitimasi dan reputasi lembaga pengumpul, bukan oleh  sentralisasi kelembagaan oleh pemerintah. Kinerja zakat justru meningkat  setelah dikelola oleh masyarakat sipil. Kegiatan operasional organisasi  nirlaba yang transparan dan akuntabel lebih disukai dan menumbuhkan  kepercayaan muzakki. Kepercayaan (trust) menjadi kata kunci di sini.  Kepercayaan masyarakat inilah yang dibangun melalui tata kelola yang  baik, yaitu operator zakat (OPZ) mendapat regulasi dan pengawasan yang  memadai dari otoritas zakat (BZI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsolidasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah rezim UU No. 38/1999, jumlah OPZ melonjak sangat pesat. Hal ini  secara jelas mengindikasikan inefisiensi dunia zakat nasional dalam  kaitan dengan penghimpunan dana zakat yang relatif masih kecil. Hingga  kini setidaknya terdapat BAZNAS dan 18 LAZ nasional, 33 BAZ provinsi,  dan 429 BAZ kabupaten/kota, belum termasuk 4.771 BAZ kecamatan, ribuan  LAZ provinsi-kabupaten- kota dan puluhan ribu amil tradisional berbasis  masjid serta pesantren. Pengelolaan zakat nasional menjadi tidak  efisien, karena mayoritas OPZ beroperasi pada skala usaha yang terlalu  kecil. Dampak zakat pun menjadi minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah reformasi paling mendasar di sini adalah dengan memperketat  pendirian OPZ baru dan melarang pihak yang tidak berhak untuk menghimpun  dan mengelola zakat. Langkah berikutnya adalah mendorong upaya  konsolidasi OPZ menuju dunia zakat nasional yang efisien dan efektif. UU  Zakat harus mendorong upaya reward and punishment bagi OPZ dalam upaya  konsolidasi dunia zakat nasional ini, yaitu dalam bentuk peningkatan  kapasitas OPZ, merger dan akuisisi antar-OPZ, serta penurunan status OPZ  dengan kinerja rendah menjadi UPZ (Unit Pengumpul Zakat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendorong konsolidasi, UU Zakat harus memberi batasan minimal  penghimpunan dana, katakan Rp 5 miliar per tahun, agar sebuah OPZ dapat  terus beroperasi. Jika batas ini tak dapat dipenuhi, OPZ harus merger  dengan OPZ lain, bergabung dengan OPZ jangkar, atau diturunkan statusnya  menjadi UPZ. UPZ berbasis masjid, pesantren, perusahaan dan institusi  harus berafiliasi dan berinduk kepada OPZ dan dapat melakukan  pendayagunaan dana maksimal 50 persen untuk prioritas lokal, termasuk  bagian amil. UPZ dengan penghimpunan dana di bawah Rp 100 juta per tahun  tidak berhak melakukan pendayagunaan dana, kecuali bagian amil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, OPZ besar didorong beroperasi lintas negara menjadi OPZ  berskala internasional, katakan dengan penghimpunan dana di atas Rp 500  miliar per tahun. Sedangkan OPZ dengan penghimpunan dana antara Rp  100-500 miliar, didorong menjadi OPZ nasional, yang melakukan  penghimpunan dan pendayagunaan secara umum di seluruh Nusantara.  Sedangkan OPZ dengan penghimpunan dana di bawah Rp 100 miliar per tahun  diarahkan menjadi OPZ fokus wilayah atau fokus program pendayagunaan  (seperti kesehatan, pendidikan, pemberdayaan UKM, anak jalanan, petani  dan nelayan gurem, buruh migran/TKI, desa tertinggal, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsolidasi dan sistem kelembagaan jejaring, pengelolaan zakat  secara formal kelembagaan akan optimal. Semua potensi zakat dapat  dihimpun, dan didayagunakan secara professional dan amanah untuk  kesejahteraan umat. Di sisi lain, format kelembagaan khusus bagi UPZ  akan memberdayakan potensi amil tradisional dengan tetap memberi peluang  bagi penggunaan untuk kepentingan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemitraan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai wacana muncul dalam RUU Zakat untuk mendorong kinerja dunia  zakat nasional, antara lain zakat sebagai pengurang pajak penghasilan  (tax credit) dan sanksi bagi muzakki yang lalai. Zakat sebagai tax  credit diyakini akan menjadi insentif yang memadai bagi muzakki dalam  menunaikan kewajibannya. Namun wacana ini, jika terealisasi, akan  memberi dampak signifikan bagi penerimaan pajak, berpotensi  disalahgunakan, dan bermasalah secara yuridis karena ketentuan soal  pajak semestinya diatur dalam UU Perpajakan. Karena itu, diperkirakan  wacana ini sulit diterima dan diimplementasikan oleh otoritas pajak.  Sedangkan wacana sanksi bagi muzakki cenderung tidak produktif karena  secara politis akan mendapat banyak stigma negatif dan secara ekonomi  diyakini tidak akan efektif pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana yang lebih menarik dan progresif untuk meningkatkan kinerja dunia  zakat nasional adalah mendorong kemitraan pemerintah dan OPZ untuk  akselerasi pengentasan masyarakat dari kemiskinan. UU Zakat harus  mengamanatkan bahwa pemerintah akan secara aktif mengikutsertakan OPZ  dalam program penanggulangan kemiskinan. Kemitraan pemerintah-OPZ dalam  program penanggulangan kemiskinan dapat berupa pemberian hibah  (block-grant) ataupun kontrak penyediaan jasa sosial (specific-grant) ,  dengan pemerintah menerapkan kriteria dan persyaratan (eligibility  criteria) bagi OPZ penerima dana program penanggulangan kemiskinan,  seperti transparansi finansial, efektivitas pendayagunaan dana, dan  kesesuaian dengan prioritas nasional/daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa keuntungan bagi pemerintah bila melakukan pola  pendayagunaan dana pengentasan masyarakat miskin melalui kemitraan  dengan OPZ seperti ini. Pertama, meningkatkan transparansi dan  akuntabilitas program pengentasan masyarakat miskin. Kedua, menurunkan  tingkat penyalahgunaan dana pengentasan masyarakat miskin dan  meningkatkan efektivitasnya. Ketiga, memperkenalkan iklim persaingan di  dalam birokrasi pengelolaan dana pengentasan masyarakat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oleh: Yusuf Wibisono, Wakil Kepala Pusat Ekonomi &amp;amp; Bisnis Syariah FEUI &lt;br /&gt;Sumber: Koran Tempo&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-208302134031385160?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/208302134031385160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/ruu-zakat-dan-kesejahteraan-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/208302134031385160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/208302134031385160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/ruu-zakat-dan-kesejahteraan-umat.html' title='RUU Zakat dan Kesejahteraan Umat'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-k4uQQR87mnA/Tnr1JUWT2KI/AAAAAAAAABg/QJBZ2_s9fdU/s72-c/Aplikasi-Penghitung-Jumlah-Zakat1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-8774520240856045194</id><published>2011-09-22T15:36:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T15:36:33.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='radio dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INSPIRASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah bilhal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contoh Dakwah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berfikir Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Dakwah'/><title type='text'>Rahasia Sukses Dunia dan Akhirat</title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2654270884920179769&amp;amp;postID=8774520240856045194" name="564064098185832572"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bLCWBuB5pI4/Te44dLmX-OI/AAAAAAAAAa4/8Xg5SHO_PaA/s1600/1%2Br.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615487859358693602" src="http://4.bp.blogspot.com/-bLCWBuB5pI4/Te44dLmX-OI/AAAAAAAAAa4/8Xg5SHO_PaA/s320/1%2Br.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0 10px 10px 0; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Orang yang tidak tahu &lt;b&gt;rahasia sukses&lt;/b&gt; ini mengatakan, &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;“Buat apa repot-repot menolong orang lain, bahkan di negara lain, padahal kita sendiri susah?”&lt;/div&gt;Dia tidak tahu &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;rahasia sukses&lt;/span&gt; ini! Sayang sekali, padahal sangat ampuh jika mau mengaplikasikannya. &lt;i&gt;Rahasia sukses&lt;/i&gt;   ini tidak mungkin salah. Bukan hanya sukses di dunia saja, tetapi   sukses juga di akhirat. Insya Allah. Mau tahu? Jangan hanya   mengetahuinya saja, tetapi juga mengaplikasikannya. Termasuk saya   sendiri. Yuk kita pelajari.&lt;span id="more-2261"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita akan  sukses jika kita mau mengaplikasikannya. Supaya sukses  dunia akhirat,  ada satu kunci yang harus ada saat mengaplikasikannya,  yaitu ikhlas.  Tanpa keihlasan, Anda mungkin sukses, tetapi hanya di  dunia saja. Tapi  jika ingin sukses di akhirat juga, maka keihlasan  adalah harga mati.  Ikhlas adalah syarat utama sebuah amal mendapatkan  balasan dari Allah.&lt;br /&gt;Rahasia-rahasia sukses itu ada pada hadist dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: #660000;"&gt;Telah  menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah  menceritakan kepada kami  Al A’masy dan Ibnu Numair telah mengkabarkan  kepada kami Al A’masy dari  Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata;  Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa  meringankan seorang mukmin dari  kesulitan di dunia maka Allah akan  meringankan baginya kesulitan di  hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi  aib seorang muslim maka Allah  akan menutupi aibnya di dunia dan di  akhirat. Dan barangsiapa  memudahkan bagi seorang yang kesusahan maka  Allah akan memudahkan  baginya di dunia dan di akhirat, dan Allah akan  menolong seorang hamba  selama ia mau menolong saudaranya. Barangsiapa  meniti jalan dalam  rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah  baginya jalan menuju  surga, dan tidaklah suatu kaum yang berkumpul di  salah satu rumah dari  rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, dan  mempelajarinya  dengan sesama mereka kecuali akan diturunkan kepada  mereka ketenangan,  dilimpahkan kepada mereka rahmat, dikelilingi oleh  para malaikat dan  Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di  hadapan malaikat  yang ada di sisi-Nya. Dan barangsiapa diperlambat oleh  amalnya maka  tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.”  (&lt;b&gt;HR Ahmad No 7118&lt;/b&gt;)&lt;/blockquote&gt;OK, akan saya rangkumkan dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Rahasia sukses itu adalah:&lt;/h2&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menutupi aib seorang muslim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memudahkan bagi seorang yang kesusahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mau menolong saudaranya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menuntut ilmu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;membaca kitab Allah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tentu saja, masih ada yang lainnya jika kita mau menggali Al Quran dan hadits lainnya.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Apa manfaat dari rahasia sukses diatas?&lt;/h2&gt;Berikut adalah rangkuman manfaat dari mengaplikasikan keenam rahasia sukses diatas:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah akan menolong&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah akan memberi rahmat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Jika Allah sudah berkehendak, siapa yang akan mampu menghalanginya? Bukankah ini rahasia sukses yang dahsyat?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-8774520240856045194?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/8774520240856045194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/rahasia-sukses-dunia-dan-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/8774520240856045194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/8774520240856045194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/rahasia-sukses-dunia-dan-akhirat.html' title='Rahasia Sukses Dunia dan Akhirat'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bLCWBuB5pI4/Te44dLmX-OI/AAAAAAAAAa4/8Xg5SHO_PaA/s72-c/1%2Br.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-6358370092925701541</id><published>2011-09-22T15:34:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T15:34:26.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muallaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kristen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masuk Islam'/><title type='text'>KISAH MENARIK BOCAH AMERIKA YANG MASUK ISLAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;  &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aeq1hCGDLv0/TeznGK2a7dI/AAAAAAAAAZo/Mceu8ErPmH8/s1600/1%2Bmhmd.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615116928602009042" src="http://1.bp.blogspot.com/-aeq1hCGDLv0/TeznGK2a7dI/AAAAAAAAAZo/Mceu8ErPmH8/s320/1%2Bmhmd.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 213px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 177px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Vjbujg9aOsk/Tezm4fVZixI/AAAAAAAAAZg/Sog2la95jDc/s1600/1mhd2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615116693582482194" src="http://1.bp.blogspot.com/-Vjbujg9aOsk/Tezm4fVZixI/AAAAAAAAAZg/Sog2la95jDc/s320/1mhd2.jpg" style="float: left; height: 212px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://rifqiemaulana.files.wordpress.com/2009/02/2quq99f.jpg?w=156&amp;amp;h=202" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://rifqiemaulana.files.wordpress.com/2009/02/2quq99f.jpg?w=156&amp;amp;h=202" /&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah    saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka    kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau    Majusi.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexander   Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990   M.   Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih     agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa     membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama     dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca     dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim.     Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat  cinta  dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari   sholat,  dan  mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam,    mempelajari  banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan    belajar  adzan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/2011/06/post-create.g?blogID=8034680349677385606" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua   itu   tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan  bacaan-bacaan    tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu  Muhammad    ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan  Rasulullah saw yang    dia cintai sejak masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  seorang wartawan muslim  menemuinya dan bertanya pada bocah   tersebut.  Namun, sebelum wartawan  tersebut bertanya kepadanya, bocah   tersebut  bertanya kepada wartawan  itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal   Al  Quran ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah   itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim,   dan   mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan     itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah     haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa     mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ?  Apakah    mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya  menjualnya di   Arab  Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau  alami, dengan    keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang  bukan Islami ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  wartawan itu menjawab sebisanya, anak  itu kembali berbicara dan    menceritakan tentang beberapa hal berkenaan  dengan kawan-kawannya, atau    gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan  makan atau minumnya, peci putih    yang dikenakannya, ghutrah (surban)  yang dia lingkarkan di kepalanya    dengan model Yaman, atau berdirinya  di kebun umum untuk  mengumandangkan   adzan sebelum dia sholat.  Kemudian ia berkata dengan  penuh penyesalan,   ”Terkadang aku  kehilangan sebagian sholat karena  ketidaktahuanku tentang waktu-waktu  sholat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian wartawan  itu bertanya pada sang bocah, ”Apa  yang membuatmu   tertarik pada Islam ?  Mengapa engkau memilih Islam,  tidak yang lain saja   ?” Dia diam sesaat  kemudian menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah  itu diam sesaat dan kemudian menjawab,  ”Aku tidak tahu, segala   yang  aku ketahui adalah dari yang aku baca  tentangnya, dan setiap kali   aku  menambah bacaanku, maka semakin banyak  kecintaanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad   tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang   lalu   secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku     berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”.     Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak  akan    mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai  hal    tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sungguh   aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji   adalah   sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan   lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu   Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata :     ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia     menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam     khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan   tetapi   mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius,    melainkan  mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang    tidak bisa  dirasakan oleh orang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaklah senyuman di   wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya   membelanya. Kemudian dia   memberikan keterangan kepada ibunya tentang   thawaf di sekitar Ka’bah,   dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang   persamaan antar sesama   manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan   mereka tanpa memandang   perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian   Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan   sisa dari   uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah     Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke     sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300     dollar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha   menghilangkan kesan   keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan   dan menghalanginya   pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki   cukup uang untuk   mengirimnya dalam waktu dekat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku   bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini     adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari     mereka.” jawab Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya melihat kepadanya dengan penuh   keheranan. Maka diapun memberikan   isyarat bahwa sebelumnya telah   terjadi perdebatan antara dia dengan   ibunya sekitar tema ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad   berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah,    sungguh  benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad menjawab,  “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad   menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan.   Aku   sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku     mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka     tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka     aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian   datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu     langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk     mengumandangkan adzan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan   adzan. Dan tanpa terasa, air   mata mengalir di kedua mata sang   wartawan ketika melihat dan   mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-6358370092925701541?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/6358370092925701541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/kisah-menarik-bocah-amerika-yang-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6358370092925701541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6358370092925701541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/kisah-menarik-bocah-amerika-yang-masuk.html' title='KISAH MENARIK BOCAH AMERIKA YANG MASUK ISLAM'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aeq1hCGDLv0/TeznGK2a7dI/AAAAAAAAAZo/Mceu8ErPmH8/s72-c/1%2Bmhmd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-2427508325164387238</id><published>2011-09-22T15:28:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T15:28:15.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat Tahajjud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahajjud Menyehatkan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat mencegah penyakit'/><title type='text'>SHOLAT TAHAJUD BISA MENYEHATKAN TUBUH</title><content type='html'>&lt;div class="post hentry" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-N3lU5W4F-68/TnrxWH6_CXI/AAAAAAAAABc/IGuiztHB6Pc/s1600/gambar-sujud1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-N3lU5W4F-68/TnrxWH6_CXI/AAAAAAAAABc/IGuiztHB6Pc/s400/gambar-sujud1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dr.   Moh Shaleh-pengasuh Klinik Terapi  Tahajud dan Trainer shalat    Khusyuk-membagi pengalaman dan hasil  penelitiannya dalam sebuah buku    tentang shalat tahajud yang bisa  menyembuhkan berbagai penyakit, yaitu    Terapi shalat Tahajud:  Menyembuhkan Berbagai Penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  buku yang sudah terjual ribuan copy ini, berangkat dari penelitian yang  ia lakukan  untuk tugas disertasinya di Fakultas Kedokteran Unair  Surabaya,   Dr.  Shaleh berhasil menelaah, meriset dan mengungkap sisi  ilmiah   pengaruh  shalat tahajud terhadap kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,  shalat  tahajud bisa menimbulkan perubahan pada diri kita,   yaitu  hormon kortisol  tidak terlepas dari tubuh melampaui batas   toleransi  tubuh.&lt;br /&gt;Di saat  stress kortisol terlepas dari tubuh melampaui batas  toleransi   tubuh.  Kortisol sendiri adalah hormon yang berfungsi  mempertahankan   integritas  tubuh, sifat responsif pembuluh darah dan  volume cairan   tubuh. Kelebihan  kortisol dapat menyebabkan hipertensi  melalui   stimulasi renin pada  sistem renin angiotensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  mengurai tentang pengaruh stress  terhadap kortisol, pria   kelahiran  Kediri 47 tahun lalu ini juga  membuktikan bahwa keikhlasan   seseorang  yang merupakan syarat mutlak  dalam beribadah (baca; tahajud),   bisa  diukur secara ilmiah. “Sikap  psikis dari konsep religius tentang    ikhlas-tidaknya sebuah tindakan  memiliki hubungan dan pengaruh yang    amat kental dengan proses  peningkatan kortisol tubuh. Ini semua bisa    diuji dan dibuktikan secara  empiris lewat mekanisme kerja penelitian    laboratorium paramedis,”  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dia mengatakan  bahwa realitas fisio-biologis  dan   psiko-biologis berhasil  diintegrasikan dan membuktikan bahwa:  Pertama,   terdapat perbedaan  respons ketahanan tubuh imunologik kelompok   pengamal  shalat tahajud  antara Post I-Pre dan Post 2-Pre. Kedua, shalat   tahajud  yang  dilakukan secara tepat, khusyuk, ikhlas dan kontinu  dapat   menurunkan  sekresi hormon kortisol. Ketiga, shalat tahajud yang    dilakukan secara  tepat, khusyuk, ikhlas dan kontinu dapat meningkatkan    perubahan  respons ketahanan tubuh imunologik. Keempat, kortisol yang    oleh  Carlson, penulis buku Psyscology of Behavior, dan ahli lain    digunakan  sebagai tolak ukur stres dan homeostasis tubuh, dalam    penelitian ini  kortisol juga dapat dipakai sebagai indikator ikhlas. (h:    186-187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat  dari hal di atas, tak salah bila Ust Abu  Sangkan, trainer dan    penulis buku Pelatihan shalat Khusyuk mengatakan  bahwa Dr. Moh.  Shaleh   adalah salah satu tokoh yang sudah lama ditunggu  oleh dunia  Islam.   Dengan ketekunannya menelaah hikmah shalat tahajud  dari ilmu    kedokteran, ia telah melaksanakan apa yang diinginkan  Al-Qur’an, yaitu    bacalah (iqra), lalu simaklah (wa-sma’u), lalu  pikirkanlah (afala    tatafakkarun), lalu perhatikanlah (afala tubshirun)  lalu    teliti/risetlah (afala tandhurun), dan ungkapkanlah (afala     tatadabbarun). “Langkah-langkah demiikianlah yang dilakukan oleh Dr. Moh     Shaleh dengan melakukan penelitian ilmiah terhadap shalat tahajud,”     kata Abu Sangkan kepada SC.&lt;br /&gt;Selain itu, Abu Sangkan juga  menyatakan  bahwa apa yang telah dilakukan   oleh Dr. Shaleh dalam  bukunya tersebut,  merupakan awal dari bangkitnya   peradaban Islam yang  telah lama terbenam  oleh peradaban Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, buku yang  telah dicetak sebanyak  empat belas kali ini   merupakan buah karya yang  turut menyumbang khazanah  keilmuan kedokteran   dewasa ini. Lebih  jauh, buku yang terbagi menjadi 3  sub pembahasan   (Anatomi Sistem  Kekebalan Tubuh Imunologik;  Psikoneuroimonologi shalat   Tahajud; dan  Pengaruh shalat Tahajud terhadap  Peningkatan Respons   Ketahanan Tubuh)  ini juga berhasil menjawab secara  ilmiah-empirik   kebenaran Hadist  yang diriwayatkan HR turmudzi, yaitu:  “shalat tahajud   dapat menghapus  dosa, mendatangkan ketenangan dan  menghindarkan diri   dari penyakit.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-2427508325164387238?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/2427508325164387238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/sholat-tahajud-bisa-menyehatkan-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/2427508325164387238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/2427508325164387238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/sholat-tahajud-bisa-menyehatkan-tubuh.html' title='SHOLAT TAHAJUD BISA MENYEHATKAN TUBUH'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-N3lU5W4F-68/TnrxWH6_CXI/AAAAAAAAABc/IGuiztHB6Pc/s72-c/gambar-sujud1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-8312927788417937401</id><published>2011-09-22T14:53:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T14:53:25.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perang Badar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perang Uhud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perang Hunain'/><title type='text'>27 DAFTAR PERANG YANG PERNAH DIIKUTI RASULULLAH صلى الله عليه</title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a href="" name="1514162142664077818"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/S_aJlNuZInI/AAAAAAAAAd4/T1cxryawdy4/s1600/perang+islam.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473713669547827826" src="http://2.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/S_aJlNuZInI/AAAAAAAAAd4/T1cxryawdy4/s1600/perang+islam.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;Rasulullah    صلى الله عليه وسلم, tidak pernah memulai peperangan sama sekali.   Sebab,  beliau berusaha semaksimal mingkin supaya tidak ada pertumpahan   darah  manusia. Karena beliau adalah seorang nabi yang penuh kasih   sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jika peperangan tidak mungkin dihindari, maka  beliau akan   menempatkan diri paling depan. Karena beliau adalah  seorang nabi yang   tak pernah gentar melawan musuh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/2011/06/post-create.g?blogID=8034680349677385606" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumlah  Peperangan ar-Rasul صلى الله عليه وسلم  adalah 27 peperangan;   yang  dilatarbelakangi dengan berbagai macam sebab pemicu. Namun dari 27    peperangan ini, hanya 9 saja yang terjadi pertempuran. Selebihnya,    yaitu musuh menyerah damai. Sedangkan jumlah sariyah adalah 38    ekspedisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di bawah ini adalah daftar peperangan yang beliau langsung ikut andil didalamnya &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body" style="text-align: justify;"&gt;&lt;table class="tableizer-table" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No &lt;/th&gt;&lt;th&gt;Nama Perang&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Tanggal&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Penyebab atau Kejadian Utama&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Waddan (al-Abwa’)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Shafar 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;perang yang pertama kali diikuti rasulullahصلى الله عليه وسلم. Sasarannya perniagaan kaum Quraisy  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bawath&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menghadang kafilah Quraisy&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzul Usyairah&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jumadil Akhir 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menghadang kafilah Quraisy&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Badar Pertama (Safawan)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jumadil Akhir 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mengejar Karz bin Jabir al-fihri yang telah berhasil menyusup ke salah satu wilayah madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Badar Kubra&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ramadhan 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menghadang kafilah Quraisy&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bani Qainuqa’&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Syawal 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Orang-orang yahudi membatalkan perjanjian dan mulai memperlihatkan kedengkian&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;7&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bani Sulaim&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Syawal 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم berangkat menuju Qarqarah al-Kadr untuk memecah pasukan Bani Sulaim dan Gathafan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;8&lt;/td&gt;&lt;td&gt;As-Sawiq&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzulhijjah 2 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menghadang Abu Sufyan yang datang ke Madinah untuk membalas dendam atas kekalahan di Perang Badar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;9&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzu Amar&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 3 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Memecah konsentrasi Bani Tsa'labah dan Muhabin sebelum mereka menyerang Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;10&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Buhran&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jumadil Awal 3 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mencerai-berah pasukan Bani Sulaim&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;11&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Uhud&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Syawwal 3 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Untuk melawai Kaum Qiraisy yang datang untuk memerangi kaum muslimin di Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;12&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hamra' al-Asad&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Syawwal 3 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Melakukan perlawan terhadap Abu Sufyan yang hendak menggempur Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;13&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bani an-Nadhir&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 4 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menghadang Bani Nadhir yang ingin membunuh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengna cara licik &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;14&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzatu ar-Riqa’&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 4 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mencerai-berah pasukan Anmar dan Tsa'labah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;15&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Badar al-Akhir&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sya’ban 4 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Untuk mengejar Abu Sufyan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;16&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Daumatul Jandal&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 5 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mencerai-berai pasukan pembegal yang ingin menyerang Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;17&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Al-Muraisi'&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sya’ban 5 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Untuk mencegah rombongan Bani Mustaliq (dari Khuza'ah)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;18&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Khandaq&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sya’ban 5 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menghadang gabungan beberapa pasukan yang berada di bawah pimpinan Kaum Quraisy &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;19&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bani Quraizah&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzulqa’dah 5 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Untuk memberi pelajaran atas pengkhianatan perjanjian oleh bani Quraizhah selama pasukan gabungan mengepung Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;20&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bani Lihyan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 6 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Memberi hukuman kepada Bani Lihyan (dari Hudzail) yang mebunuh beberapa orang sahabat (di ar-Raji')&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;21&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzi Qarad (al-Gabah)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rabiul Awal 6 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Untuk melawan pasukan 'Uyainah bin Hashan al-Fajjari yang datang menyusup k madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;22&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hudaibiyah&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dzulqa’dah 6 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Untuk mengerjakan umrah di baitullah di Mekah, tapi Kaum Quraisy menghadang perjalanan tersebut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;23&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Khaibar&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Muharram 7 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Memecah pasukan gabungan di bawah pimpinan Khaibar untuk menyerang Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;24&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mut'ah&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jumadil Awal 8 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak ikut langsung perang ini, tapi beliau mengarahkan seakan beliau ikut bersama pasukan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Fathu Mekkah&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ramadhan 8 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pembatalan Kaum Quraiys terhadap butir-butir perjanjian Hudaibiyah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;26&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Hunain dan Thaif&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Syawwal 8 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Memecah konsentrasi bani Tsaqif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;27&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tabuk (al-'Usrah)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Rajab 9 H&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mengejar pasuakn Romawi yang berkumpul untuk menyerbu Madinah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-8312927788417937401?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/8312927788417937401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/27-daftar-perang-yang-pernah-diikuti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/8312927788417937401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/8312927788417937401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/27-daftar-perang-yang-pernah-diikuti.html' title='27 DAFTAR PERANG YANG PERNAH DIIKUTI RASULULLAH صلى الله عليه'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YXdz1DT4RSE/S_aJlNuZInI/AAAAAAAAAd4/T1cxryawdy4/s72-c/perang+islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-2119015702665791057</id><published>2011-09-20T22:59:00.000+07:00</published><updated>2011-09-20T23:08:53.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamisasi teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TEKNO DAKWAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kreatif Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah Teknologi'/><title type='text'>Hidup Islami dengan Teknologi</title><content type='html'>&lt;div class="post hentry" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UJdQSzHdURE/TUDd5V94tjI/AAAAAAAAACg/iGZW-ca6yBA/s1600/bright-idea-lightbulb-switched-on.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566693116648928818" src="http://4.bp.blogspot.com/_UJdQSzHdURE/TUDd5V94tjI/AAAAAAAAACg/iGZW-ca6yBA/s320/bright-idea-lightbulb-switched-on.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 212px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kemajuan   teknologi, khususnya di bidang Teknologi Informasi atau sering disebut   TI benar-benar spektakuler pada dua dasawarsa terakhir. Ramalan Bill   Gates, “raja” software dari Amerika Serikat benar-benar terbukti. Tahun   1990-an terjadi &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; di dunia komputer dan internet yang sebelumnya hanya dipakai di kalangan terbatas.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kampung   dunia pun benar-benar terjadi. Batas-batas negara dan ideologi   seakan-akan telah terhapuskan. Kini, kita bisa berkomunikasi langsung &lt;i&gt;face to face&lt;/i&gt; dengan berbagai orang dari seluruh dunia. Biayanya, sangat murah. Hanya sebesar biaya akses internet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Terhapusnya   batas-batas negara dan ideologi inilah yang pada akhirnya memunculkan   masalah. Negeri-negeri Barat seperti AS, Inggris, Perancis, dan   sekutunya yang memimpin perkembangan teknologi dunia saat ini,   berideologi sekuler liberal. Sementara itu, negeri-negeri Timur seperti   Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan lain-lain berlatar belakang ideologi   Islam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Masyarakat   Barat yang pada awalnya awam terhadap ilmu-ilmu Islam, kini dengan   mudah bisa mengakses sumber-sumber ilmu keislaman. Tidak mengherankan   jika banyak &lt;i&gt;bule&lt;/i&gt; yang sudah fasih membaca Al Quran. Kemajuan teknologi memudahkan mereka menemukan hidayah dengan masuk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Di   sisi lain, masyarakat Timur seperti Indonesia, dengan mudah bisa   mengakses sumber-sumber ilmu dan kebudayaan dari Barat. Kita bisa dengan   mudah mengakses berbagai perpustakaan digital &lt;i&gt;(digital library)&lt;/i&gt;   yang disediakan berbagai universitas di luar negeri. Sayangnya,   kemudahan akses ini tidak selalu dikawal dengan pemahaman Islam yang   baik. Oleh karena itu, banyak remaja kita yang saat ini menghabiskan   waktunya “menongkrongi” layar komputer, bukan untuk mengakses informasi   dan ilmu bermanfaat, tetapi justru mengakses salah satu sampah  peradaban  Barat, yaitu pornografi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Repotnya,   regulasi pemerintah sampai saat ini belum jelas benar. Belum terlihat   upaya serius untuk mencegah (mengeblok) situs-situs berkategori XXX   tersebut. Padahal, sebenarnya hal itu mudah dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sikap Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Terkait hadirnya ilmu dan budaya dari Barat, umat Islam terpecah dalam tiga golongan pendapat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;   mereka yang menerima sepenuhnya Barat. Mereka berpendapat, saat ini   pemimpin dunia adalah Barat. Kalau kita ingin maju, maka kita harus   menerima sepenuhnya semua yang datang dari Barat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;   mereka yang menolak sepenuhnya Barat. Kalangan ini mengatakan bahwa   bangsa Barat adalah kafir sehingga haram hukumnya umat Islam meniru   bangsa Barat, baik sedikit ataupun banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;   mereka yang menerima Barat dalam bidang tertentu, tetapi juga menolak   dalam bidang tertentu. Kalangan ini mengatakan bahwa bangsa Barat  memang  kafir, tetapi tidak semua hal yang dibawa orang kafir pasti  jelek.  Diperlukan filter untuk menyaring mana yang boleh ditiru dan  mana yang  harus ditolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Dari   ketiga pendapat di atas, kami cenderung setuju pada pendapat ketiga.   Pembahasan penting berikutnya adalah, bagaimana penyaringan itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Strategi Penyaringan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Secara faktual, kita menemukan dua hal yang berbeda dalam pembahasan peradaban, yaitu pemikiran &lt;i&gt;(hadlarah)&lt;/i&gt; dan benda &lt;i&gt;(madaniyah)&lt;/i&gt;, baik madaniyah khas (terkait &lt;i&gt;hadlarah&lt;/i&gt;) maupun &lt;i&gt;madaniyah&lt;/i&gt; umum (tidak terkait &lt;i&gt;hadlarah&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="DefaultText" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penjelasan ringkas masing-masing istilah di atas adalah sebagai berikut. &lt;i&gt;Hadlarah &lt;/i&gt;adalah sekumpulan pemahaman tentang kehidupan.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Sifatnya khas, sesuai dengan pandangan hidup (ideologi) yang dianut. Sedangkan &lt;i&gt;madaniyah&lt;/i&gt; adalah bentuk-bentuk fisik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="DefaultText" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Madaniyah &lt;/i&gt;bisa bersifat khas (untuk umat tertentu), bisa pula bersifat umum (untuk seluruh umat manusia). &lt;i&gt;Madaniyah &lt;/i&gt;yang dihasilkan dari &lt;i&gt;hadlarah&lt;/i&gt; bersifat khas, misalnya film porno, &lt;i&gt;sex toys&lt;/i&gt;, dan ATM kondom. &lt;i&gt;Madaniyah&lt;/i&gt; yang dihasilkan oleh kemajuan sains dan perkembangan teknologi adalah &lt;i&gt;madaniyah &lt;/i&gt;yang bersifat umum. &lt;i&gt;Madaniyah&lt;/i&gt; umum ini tidak dimiliki secara khusus oleh suatu umat tertentu, akan tetapi bersifat universal. Contohnya adalah komputer, &lt;i&gt;PDA, handphone&lt;/i&gt;, internet, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="DefaultText" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Hadlarah&lt;/i&gt; asing dan &lt;i&gt;madaniyah&lt;/i&gt;   khas asing termasuk suatu hal yang wajib dijauhi umat Islam. Peniruan   dan penyebarannya berarti tindak kemaksiatan terhadap Allah. Sementara   itu, &lt;i&gt;madaniyah &lt;/i&gt;umum boleh untuk diambil dan ditiru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="DefaultText" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu, kita juga harus memahami perbedaan antara ilmu dengan &lt;i&gt;tsaqofah&lt;/i&gt;.   Sebagian umat Islam mengatakan bahwa pengetahuan khas Barat seperti   ilmu politik sekuler, ekonomi neo liberal, dan lain sebagainya dianggap   sama universalnya dengan sains dan teknologi. Ini adalah kekeliruan   besar. Faktanya, berbagai pemikiran politik dan ekonomi dari Barat sarat   dengan nilai-nilai khas ideologi kapitalisme sekuler liberal (yang   sudah diharamkan penyebarannya oleh MUI melalui salah satu fatwanya).   Sangat berbeda dengan ilmu-ilmu kedokteran, kimia, fisika, dan   astronomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Aplikasi Teknologi Dakwah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Saat   penyebaran kemaksiatan semakin maju dan canggih, maka seharusnya  dakwah  lebih maju dan lebih canggih. Oleh karena itu, sikap &lt;i&gt;ogah-ogahan&lt;/i&gt; dalam mempelajari teknologi adalah salah. Mempelajari teknologi termasuk &lt;i&gt;fardlu kifayah&lt;/i&gt; bagi umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kemajuan   teknologi bisa kita manfaatkan untuk kemajuan dakwah. Berikut ini kami   sampaikan beberapa contoh aplikasi teknologi yang mendukung dakwah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Website dan Webblog Islami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Website   dan webblog termasuk salah satu media dakwah yang efektif. Ratusan  juta  manusia di seluruh dunia mengakses internet dan jumlahnya semakin   bertambah dari waktu ke waktu. Beberapa website Islami dengan segmen   remaja yang baik untuk dikunjungi adalah : &lt;a href="http://www.studia-online.com/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;www.studia-online.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.islamuda.com/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;www.islamuda.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.muslimuda.com/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;www.muslimuda.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Webblog Islami : &lt;a href="http://www.famhar.multiply.com/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;www.famhar.multiply.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (teknologi dan dakwah), &lt;a href="http://www.konsultasi.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;www.konsultasi.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (konsultasi agama), dan &lt;a href="http://www.fervorspirit.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;www.fervorspirit.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (motivasi hidup). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Film Islami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Film   juga efektif untuk penyebaran ilmu Islam. Orang-orang Barat telah lama   memproduksi film untuk tujuan penyebaran ilmu pengetahuan, seperti &lt;i&gt;The Discovery Channel, National Geographic, BBC London&lt;/i&gt;,   dan lain sebagainya. Saat ini juga telah muncul film-film pengetahuan   yang Islami, misalnya film-film produksi Harun Yahya (OKUR Production),   Khilafah Publications, An Nahda Production, Media Islam Gemilang  (MIG),  dan El Moesa Production.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Digital Library&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Sesuai namanya, &lt;i&gt;Digital Library&lt;/i&gt;   adalah Perpustakaan Digital. Tidak seperti lazimnya perpustakaan yang   menampung bertumpuk-tumpuk buku (kertas) seperti yang selama ini kita   kenal, &lt;i&gt;Digital Library&lt;/i&gt; sangat berbeda. Ia menampung sumber-sumber ilmu pengetahuan itu dalam format digital, misalnya &lt;i&gt;ebook&lt;/i&gt;. Bentuknya bisa bermacam-macam, bisa berupa website bisa juga berupa CD. Salah satu contoh produknya adalah CD Digital Journal &lt;i&gt;Al Manar&lt;/i&gt; yang diproduksi oleh mahasiswa-mahasiswa Islam yang tergabung dalam &lt;i&gt;Digital Library Project Community,&lt;/i&gt; Fisipol UGM.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Software &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Islami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Berbagai &lt;i&gt;softwar&lt;/i&gt;e Islami sangat membantu kita yang ingin hidup Islami. Beberapa contohnya adalah : &lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://e/AL-MANAR/bahan/5.%20SOFTWARE/1.%20REVIEW%20SOFTWARE/2-The%20Holy%20Quran.pdf" target="_parent"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;The Holy Qur’an Program&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal; text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; (Al Quran dan terjemahnya), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hadith Encyclopedia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;   (kumpulan sembilan kitab hadits, yang memuat 62.000 hadits, setara   dengan 25.000 halaman buku yang lengkap dengan penjelasannya), &lt;a href="http://e/AL-MANAR/bahan/5.%20SOFTWARE/1.%20REVIEW%20SOFTWARE/4-CD%20Masjid2000.pdf" target="_parent"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Masjid 2000: Ensiklopedi Masjid Se-Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Shollu (jadwal sholat dan penyuara adzan), &lt;i&gt;Mawaqit Shalah&lt;/i&gt;   (pengingat waktu sholat, aplikasi berbasis Java untuk HP), Hijri   (penunjuk tanggal hijriyah, aplikasi berbasis Java untuk HP), dan masih   banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Teknologi   bak pisau bermata dua. Pemegangnyalah yang menentukan apakah akan   digunakan untuk kebaikan dan pembelaan terhadap Islam ataukah justru   untuk menikam kaum muslimin sendiri. Insya Allah, kita semua bisa mulai   mengaplikasikan teknologi dakwah ini dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Wallahu a’lam bishshowab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Oleh : Farid Ma’ruf&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;(&lt;i&gt;Praktisi Cyber Dakwah, Pengelola Jaringan Situs Syariah Publications)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;* Makalah disampaikan dalam Seminar Remaja dan Teknologi dengan tema &lt;b&gt;“Teknogrogi? Nggak Banget…”&lt;/b&gt;   yang diselenggarakan oleh Lembaga Studia bekerja sama dengan   Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis 28 Juni 2007 di Ruang   Seminar Gedung AR Fakhruddin, Kampus Terpadu UMY.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="postmeta"&gt;&lt;span class="categorys" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/search/label/Teknologi%20Dakwah" rel="tag"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="postmeta"&gt;&lt;span class="categorys" style="font-size: small;"&gt;inspirasidakwah.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/search/label/Teknologi%20Dakwah" rel="tag"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-2119015702665791057?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/2119015702665791057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/hidup-islami-dengan-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/2119015702665791057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/2119015702665791057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/hidup-islami-dengan-teknologi.html' title='Hidup Islami dengan Teknologi'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UJdQSzHdURE/TUDd5V94tjI/AAAAAAAAACg/iGZW-ca6yBA/s72-c/bright-idea-lightbulb-switched-on.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-1609088759830329755</id><published>2011-09-20T22:56:00.000+07:00</published><updated>2011-09-20T22:56:50.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='radio dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemurtadan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam Kristen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkembangan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INSPIRASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FENOMENA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berfikir Positif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Dakwah'/><title type='text'>FENOMENA PEMURTADAN DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="post hentry" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;a href="" name="6373645425562981477"&gt;&lt;/a&gt;   &lt;div class="hmeta"&gt; &lt;span class="author"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="comm"&gt;&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/2011/01/fenomena-pemurtadan-di-indonesia.html#comments"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;   &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VzEHDjh1o8g/Te44FPsucsI/AAAAAAAAAaw/TXqUk_GhGO8/s1600/1%2Bp.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615487448142213826" src="http://3.bp.blogspot.com/-VzEHDjh1o8g/Te44FPsucsI/AAAAAAAAAaw/TXqUk_GhGO8/s320/1%2Bp.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 219px; margin: 0 10px 10px 0; width: 297px;" /&gt;&lt;/a&gt;FENOMENA PEMURTADAN DI INDONESIA (RANGKUMAN)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(disadur dari berbagai  sumber)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERINGATAN QURAN AKAN  PEMURTADAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Al Qur'an telah memperingatkan usaha pemurtadan  (ajakan pindah agama  oleh non-Islam) yang tidak akan pernah berhenti hingga  akhir zaman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang  Yahudi dan Nasrani tidak merasa senang terhadap  engkau ya Muhammad,  sebelum engkau menuruti agama mereka, jawablah, bahwa  petunjuk Allah  jualah (agama Islam) yang sebenar-benarnya petunjuk. Dan  sesungguhnya  jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang  kepadamu,  maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (QS 2:   120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir, sebagaimana mereka telah  menjadi kafir (QS 4:89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Alkitab umat Nasrani juga berisi  "panggilan suci" untuk menyebarkan  misi Kristen ke seluruh penjuru dunia, kepada  seluruh bangsa-bangsa,  sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hambaku, yang Kupilih, yang Kukasihi, yang  kepadaNya  jiwaKu berkenan, Aku akan menaruh rohKu keatasNya, dan Ia akan   memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa" (Matius 12:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ada  orang  yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang  menyampaikan firman  Allah, jika ada orang yang melayani, baiklah ia  melakukan dengan kekuatan yang  dianugerahkan Allah, supaya Allah  dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus  Kristus" (I Petrus 4:11)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;FENOMENA PERTUMBUHAN ISLAM DI NEGARA-NEGARA  MAJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari Islam Dihujat, tanggapan atas buku The Islamic  Invation karya Robert Morey, halaman 325)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Robert Morey Dalam buku The  Islamic Invation menyebut tentang  perkembangan pesat agama Islam di Eropa Barat,  Britania Raya, Perancis,  Jerman, Irlandia Utara, Australia, Amerika Utara dan  Amerika Serikat  yang amat pesat. Bahkan di Inggris, katanya, disana lebih banyak   orang-orang Muslim daripada orang-orang Metodis, bahkan jumlah seluruh  umat  Islam di Inggris lebih banyak daripada orang Kristen Injili.  Ia  juga  mengatakan banyak terjadi gereja-gereja yang dibeli umat Islam  untuk dijadikan  mesjid !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Robert Morey juga menyaksikan  sendiri tahun 1989 dimana di  semua kota-kota besar di Australia  terdapat masjid-masjid besar, bahkan di  negara bagian Victoria, orang  Muslim lebih banyak daripada Kristen gereka  Baptis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di Amerika  Utara terdapat lebih 4.000.000 orang muslim.  Beberapa peneliti  menyatakan bahwa jumlah orang Muslim di Amerika Utara lebih  banyak  daripada orang Yahudi, sehingga menempatkan Islam sebagai agama kedua   terbesar di Amerika Serikat dan Kanada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lebih dari 500  pusat-pusat  kajian telah dibangun di Amerika Serikat. 2/3 orang Islam  Amerika berasal dari  keturunan Arab, sementara yg 1/3 dari sekte Muslim  berkulit hitam. Saat ini  secara resmi jumlah Muslim di AS lebih banyak  daripada gereja  Episcopal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hj. Irena Handono mendukung  pernyataan Rober Morey tersebut  diatas dengan data perkembangan  agama-agama dunia sejak 1934-1984, sebagai  berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Protestan, naik 54%;&lt;br /&gt;2. Budha, naik 63%;&lt;br /&gt;3. Katholik,  naik 70%;&lt;br /&gt;4. Hindu, naik 117%;&lt;br /&gt;5. Sinto, naik 152%;&lt;br /&gt;6. ISLAM, naik  235%.&lt;br /&gt;7. Yahudi, turun 4%;&lt;br /&gt;8. Kong Hu Chu, turun 13%;&lt;br /&gt;9. Kristen  Ortodox, turun 36%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang paling pesat pertumbuhannya di dunia adalah  Islam yang mencapai 235%. Lebih dari dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena pertumbuhan  agama Islam yang tinggi di dunia ini bisa jadi menggambarkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di negara-negara belum  maju,  sementara itu pertumbuhan Islam di negara belum maju hanya  paralel atau lebih  rendah dibanding pertumbuhan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Agama Nasrani sudah semakin  tidak menarik di negeri-negeri maju, bahkan  gereja yang dijual bisa jadi karena  kurangnya pengunjung.  Sebagian  dari mereka terbukti beralih ke agama  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecenderungan  pergeseran anutan agama non-Islam (Nasrani) ke  Islam bisa jadi  disebabkan kemajuan cara berpikir dan pendidikan di  negeri-negeri maju.   Bagi orang non-Islam yang berpendidikan tinggi yang  secara serius,  rendah hati dan tulus mencari kebenaran akhirnya menghadapi  dilema  dimana Kristen dan Katolik tidak bisa menjawab 'pencarian' mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;FENOMENA PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  Indonesia pertumbuhan agama Islam justru menurun drastis, seperti data dibawah  ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Berdasarkan  hasil riset Yayasan Al Atsar Al-Islam (Magelang) dan  dalam rangkaian  investigasi diperoleh data bahwa mulai tahun 1999-2000 Kristen  dan  Khatolik di Jateng telah meningkat dari 1-5 % diawal tahun 1990, kini  naik  drastis 20-25% dari total jumlah penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Dari  laporan Riset  Dep. Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Waligereja  Indonesia, sejak tahun  1980-an setiap tahunnya laju pertumbuhan umat  Khatolik: 4,6%, Protestan 4,5%,  Hindu 3,3%, Budha 3,1% dan ISLAM HANYA  2,75% yang paling rendah  (Astaghfirullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam buku Gereja  dan Reformasi penerbit Yakoma PGI  (1999) oleh Pendeta Yewanggoe.  Dijelaskan bahwa jumlah umat Kristiani di  Indonesia (dari Riset) telah  berjumlah lebih 20%. Sedangkan menurut data Global  Evangelization  Movement telah mencatat pertumbuhan umat Kristen di Indonesia  telah  mencapai lebih 40.000.000 orang (19 % dari total 210 jumlah penduduk   Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia melaporkan  bahwa  penurunan jumlah umat Islam di Indonesia. Contohnya di Sulawesi  Tenggara turun  menjadi 1,88% (dalam kurun waktu 10 tahun). Demikian  pula di Jawa Tengah,  NTT dan wilayah Indonesia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  sebuah seminar kerja sama global  Mission Singapore &amp;amp; Galilea  Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila (Jakarta,  9-12 Juni 1998). Pdt.  Dr. George Anatorae dari The Lord Family Church  mempresentasikan  program dimana Indonesia akan dijadikan pusat perkembangan  Kristen di  Asia Pasific !.  (Dengan info ini semoga umat Islam yang  berpendapat  bahwa kebebasan membangun gereja dimana-mana sebagai hak asasi  manusia,  segera bisa tobat!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena penurunan jumlah umat Islam di  Indonesia bisa jadi disebabkan oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kerja keras para misionaris yang  melakukan kegiatannya dengan dukungan  dana yang besar serta bantuan tenaga dan  program secara internasional.   Mereka tidak lagi mampu 'menjual' agama  mereka di negerinya sendiri.  Dengan kemajuan pendidikan dan cara hidup yang  sangat liberal di negeri  maju maka agama Nasrani menjadi terbelakng dan tidak  mampu menjawab  perkembangan zaman. Lalu para missionaris inipun menjual  'dagangan'nya  di negeri-negeri miskin dan rendah pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bisa  jadi  kemiskinan dan kebodohan membuat umat Islam mudah menjadi menjadi Kufur /   Kafir, seperti disabdakan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits.   Pesan   Rasulullah ini jelas terbukti di Indonesia dimana pemurtadan umumnya  sukses  terjadi di kantong-kantong penduduk miskin yang terdapat baik di  di pedesaan  maupun di perkotaan.  Bukankah hal ini sudah disinyalir  oleh Nabi SAW,  bahwa suatu ketika jumlah kalian (umat Islam) sangat  banyak, tetapi bagai buih  di lautan (sangat lemah) dan bila di tiup  angin lalu menghilang; atau bagai kue  yang diperebutkan oleh  musuh-musuh kalian. Umat Islam yang 'lemah' inilah yang  kini jadi bahan  rebutan untuk memenuhi target kristenisasi (pemurtadan) para   missionaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bisa jadi sebagian umat Islam yang 'lemah' ini   berpendidikan tinggi (pendidikan ilmiah non agama) dan dari golongan  ekonomi  kuat namun lemah dasar ilmu agamanya, sehingga menyebabkan  mereka (tiga  kemungkinan) :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1) Mengaku Islam sebatas formalitas saja dan enggan   menjalankan perintah agama, seperti beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)  Mengaku Islam namun  masih bersifat formal dan sebatas ritual ibadah  (belum menjadikan agamanya  sebagai Rahmatan lil alamin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)  Mengaku Islam dan menerima Islam sebatas  masuk dalam akal (dan  pendidikan) mereka yang tinggi, seperti banyak dilakukan  penganut dan  simpatisan Islam liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengaku Islam, tinggi ilmu  agamanya  dan banyak ibadahnya, tapi dirinya dikuasai dunia, hingga ia sibuk   mengejar kekuasaan, popularitas, jabatan atau harta diantara aktifitas  ibadahnya  (yang sebenarnya tidak ikhlas).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;FENOMENA PEMURTADAN YANG KITA HADAPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Perpindahan agama orang-orang di negeri maju (baik menjadi Islam  maupun menjadi  atheis) umumnya terjadi karena  agama Nasrani tidak  mampu menjawab  permasalahan kemajuan zaman.  Selain itu kini pihak  gereja tidak dapat lagi  menutup-nutupi kelemahan Alkitab (Bibel) nya.  Sedangkan Al Quran dan Islam yang  selama ini telah dihujat dan  didiskreditkan / dijelek-jelekan oleh pemuka gereja  Eropa kini lebih  mudah ditemui kebenarannya melalui toko buku atau akses  internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Pertumbuhan jumlah umat Islam ternyata tertinggi di dunia,  tapi  sebaliknya penurunan jumlah umat Islam malah terjadi di Indonesia.   Menurunnya pertumbuhan jumlah umat Islam di Indonesia disebabkan faktor   kemiskinan dan pendidikan.  Merekalah yang menjadi sasaran utama  pemurtadan  kaum missionaris.  Jumlah umat Islam semacam ini tergolong  sangat besar  jumlahnya dan tersebar di pinggiran kota atau di pedesaan  yang umumnya sulit di  monitor oleh umat Islam yang peduli terhadap  bahaya pemurtadan.  Strategi  yang digunakan para missionaris umumnya  mencari simpati masyarakat melalui  pembagian makanan gratis atau bazaar  murah, pengobatan gratis, pendidikan  gratis, dsbnya.  Dukungan dana  sangat besar karena jaringan mereka yang  bersifat internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Umat  Islam dari golongan pendidikan dan  ekonomi tinggi dilemahkan akidahnya  melalui issue-issue kebebasan (liberalisme)  menafsirkan agama Islam,   penerapan demokrasi liberal (yang tidak  seluruhnya sesuai dengan  syariat Islam), penerapan konsep hak asasi manusia  secara salah kaprah,  serta ekspor kebudayaan kapitalis dan bebas gaya barat ke  pergaulan  sosial umat Islam baik melalui TV, barang-barang komsumtif, maupun   melalui gaya hidup.  Dengan akidah yang lemah atau penafsiran yang salah   terhadap syariat Islam, maka pihak Nasrani lebih mudah masuk ke  kalangan Islam  pendidikan tinggi dengan mengganti jubah missionaris  mereka dengan jubah  liberalisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;SIKAP MEMPRIHATINKAN SEBAGIAN UMAT  ISLAM TERHADAP PEMURTADAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sikap umat Islam menghadapi gerakan  pemurtadan dari non-Islam sungguh memprihatinkan, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak  peduli, dan hanya mengurus diri sendiri dan keluarganya agar tidak menjadi  murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menganggap bahwa Allah pasti akan menjaga agama Islam, jadi  kita tak perlu repot-repot membela agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Menganggap bahwa umat  Islam yang murtad adalah akibat kesalahan mereka  sendiri karena tidak mau  memperkuat ibadah, akidah dan ilmu agamanya  selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menganggap  bahwa adalah hak setiap orang (karena  alasan demokrasi dan HAM) untuk  menyebarkan agamanya ke umat lainnya,  tugas kita adalah membentengi iman kita  masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Menganggap  bahwa karena sudah ada umat Islam yang peduli  untuk memberantas  program pemurtadan maka ia merasa tidak perlu lagi melakukan  apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Menganggap bahwa usaha pemurtadan sudah pasti akan terjadi  hingga  akhir zaman, seperti disebutkan dalam AlQuran, jadi bagi mereka untuk  apa  kita repot-repot memberantasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menafsirkan secara salah  hadits yang  mengatakan bahwa agama Islam tidak dapat diruntuhkan dari  luar (serangan  pemurtadan dari pihak Nasrani), melainkan dari dalam  umat Islam  sendiri. Ketahuilah bahwa strategi pemurtadan yang digunakan  umat Nasrani  juga meliputi pendangkalan akidah (melalui gaya hidup  bebas, dsbnya), dan  pendangkalan akidah adalah kerusakan umat Islam  dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;PERINGATAN QURAN DAN HADITS UNTUK MEMBELA AGAMA  ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah  firman Allah SWT : "Dan hendaklah ada diantara kamu  segolongan umat  yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan  mencegah  dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". Qs.Ali Imran   (3):104&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan  munkar yang  mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu  mereka perbuat itu."  Qs. Al Maa'idah (5):79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. mendengar bahwa  Rasulullah SAW  bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  manusia jika mereka melihat  orang yang berbuat zholim dan tidak  mencegahnya, maka telah dekatlah azab Allah  yang akan menimpa mereka  seluruhnya" (HR At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang  yang beriman,  lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong  bagi  sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf,  mencegah  dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan  mereka ta'at kepada  Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat  oleh Allah; sesungguhnya  Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."   Qs.At Taubah (9):71&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman  Allah Subhanahu Wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan  peliharalah dirimu dari siksa yang tidak  saja akan menimpa orang yang  zholim diantara kamu.  Dan ketahuilah bahwa  Allah amat keras siksanya."  (QS. Al-Anfal 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.  mendengar bahwa Rasulullah SAW  bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya  manusia jika  mereka melihat orang yang berbuat zholim dan tidak  mencegahnya, maka telah  dekatlah azab Allah yang akan menimpa mereka  seluruhnya" (HR At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah  SAW. bersabda : "Penduduk sebuah desa  yang berjumlah delapan belas ribu  orang disiksa, padahal amal-amal mereka  seperti amal para nabi.   Para  sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah,  bagaimana hal itu bisa terjadi?'  Nabi SAW menjawab, 'Mereka tidak pernah marah  karena Allah Azza Wa  Jalla, karena mereka tidak melakukan amar makruf dan nahi  mungkar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wallahu 'alam bissawab)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="tSliceCur"&gt; &lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span class="subject"&gt;[Ar-Royyan-2277] Fenomena Islam dan Pemurtadan&lt;/span&gt; &lt;span class="sender"&gt;IHB Jakarta - Jaeroni Setyadhi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tSliceCur"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span class="sender"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tSliceCur"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span class="sender"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tSliceCur"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span class="sender"&gt;inspirasidakwah.blogspot.com/&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-1609088759830329755?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/1609088759830329755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/fenomena-pemurtadan-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/1609088759830329755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/1609088759830329755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/fenomena-pemurtadan-di-indonesia.html' title='FENOMENA PEMURTADAN DI INDONESIA'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VzEHDjh1o8g/Te44FPsucsI/AAAAAAAAAaw/TXqUk_GhGO8/s72-c/1%2Bp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-1273994698173036105</id><published>2011-09-20T22:45:00.000+07:00</published><updated>2011-09-20T22:45:48.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad Membela Bulan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FENOMENA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulan terbelah'/><title type='text'>FAKTA ILMIAH: MUKJIZAT NABI MUHAMMAD MEMBELAH BULAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/2011/06/fakta-ilmiah-mukjizat-nabi-muhammad.html"&gt;&lt;span class="cufon cufon-canvas" style="height: 24px; width: 75px;"&gt;&lt;span class="cufon-alt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="main-wrapper"&gt;&lt;div class="main section" id="main"&gt;&lt;div class="widget Blog" id="Blog1"&gt;&lt;div class="blog-posts hfeed"&gt;&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;   &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4ee62fosbMc/TezusRkFfbI/AAAAAAAAAZ4/hMwZBBrRju0/s1600/1%2Blunavie1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615125279820578226" src="http://1.bp.blogspot.com/-4ee62fosbMc/TezusRkFfbI/AAAAAAAAAZ4/hMwZBBrRju0/s320/1%2Blunavie1.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;KISAH     ini diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar (pakar Geologi     Muslim)  tentang pengalaman seorang pemimpin Al-Hizb al-Islamy Inggris     yang  masuk Islam karena takjub dengan kebenaran terbelahnya bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari  qiamat, dan bulan pun telah  terbelah" (QS. Al-Qamar 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian akan membenarkan kisah dari  ayat Al-Quran ini yang  menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami  Inggris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini  adalah kisahnya:&lt;br /&gt;Dalam   temu  wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr.     Zaghlul  Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan     kepadanya,  apakah ayat dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan     mukjizat  secara ilmiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Prof.  Dr. Zaghlul Al-Najar  menjawabnya sebagai berikut: Tentang   ayat ini,  saya  akan  menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu   lalu, saya    mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan   para    peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga   yang    bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah   seputar   mukjizat  ilmiah dari al-Quran. Salah seorang pemuda yang   beragama  muslim  pun  berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut   anda  ayat yang   berbunyi, “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah    terbelah”,   mengandung mukjizat secara ilmiah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya  menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan  ilmiah diterangkan  oleh   ilmu  pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa  diterangkan ilmu     pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan  tentang    terbelahnya  bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada  Rasul    terakhir  Muhammad Saw. sebagai pembenaran atas kenabian dan     kerasulannya,  sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat yang  kelihatan, maka itu disaksikan  dan dibenarkan oleh setiap  orang yang  melihatnya. Andai hal itu tidak  termaktub di dalam kitab  Allah dan  hadits-hadits Rasulullah, maka  tentulah kami   para muslimin di  zaman  ini tidak akan mengimani hal itu.  Akan  tetapi,  hal itu memang  benar  termaktub di dalam al-Quran dan   sunnah-sunnah  Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  ta’alaa memang benar-benar Maha berkuasa atas segala   sesuatu.   Maka,  Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah   Rasulullah    membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah     Mukarramah  ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad,     kalau engkau  benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu     kehebatan yang  bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan     mengolok-olok)?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian  inginkan ? Mereka  menjawab: Coba    belah bulan”. Maka, Rasulullah pun  berdiri dan terdiam,  lalu berdoa    kepada Allah agar menolongnya.  Lalu, Allah memberitahu  Muhammad agar    mengarahkan telunjuknya ke  bulan. Maka, Rasulullah pun  mengarahkan    telunjuknya ke bulan dan  terbelahlah bulan itu dengan  sebenar-benarnya.    Maka, serta-merta  orang-orang musyrik pun berujar,  “Muhammad, engkau    benar-benar telah  menyihir kami!” Akan tetapi, para  ahli mengatakan    bahwa sihir  memang benar bisa saja “menyihir” orang  yang ada    disampingnya, akan  tetapi tidak bisa menyihir orang yang  tidak ada di    tempat itu. Maka,  mereka pun menunggu orang-orang yang  akan pulang  dari   perjalanan.  Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas  menuju keluar  batas   kota  Makkah menanti orang yang baru pulang dari  perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  ketika datang rombongan yang pertama kali  dari perjalanan  menuju    Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya,  “Apakah kalian  melihat   sesuatu  yang aneh dengan bulan?” Mereka  menjawab, “Ya, benar.  Pada   suatu malam  yang lalu kami melihat bulan  terbelah menjadi dua dan    saling menjauh  masing-masingnya kemudian  bersatu kembali…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,   sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian  lainnya lagi   tetap   kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan  ayat-Nya:   Sungguh,   telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan.  Ketika   melihat   tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi  berpaling   seraya   berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan  mereka     mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap  urusan     benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  adalah kisah nyata, demikian kata Prof.  Dr. Zaghlul  Al-Najar. Dan    setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul  menyampaikan hadits  nabi   tersebut,  berdiri seorang muslim warga Inggris  dan  memperkenalkan   diri seraya  berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua   Al-Hizb al-Islamy   Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?” Prof. Dr.  Zaghlul  Al-Najar    menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud  Musa  Pitkhok berkata,    “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum  menjadi  muslim), maka  salah   seorang mahasiswa muslim menunjukiku  sebuah  terjemahan al-Quran  yang   mulia. Aku pun berterima kasih  kepadanya dan  membawa terjemah  itu pulang   ke rumah. Ketika aku  membuka-buka  terjemahan al-Quran itu  di rumah,   surat yang pertama  aku buka ternyata  al-Qamar. Dan aku pun  membacanya:   “Telah dekat  hari qiamat dan bulan  pun telah terbelah… “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun bergumam:  “Apakah kalimat ini masuk  akal? Apakah mungkin  bulan   bisa terbelah  kemudian bersatu kembali?  Andai benar, kekuatan  macam  apa  yang bisa  melakukan hal itu? Maka, aku  pun menghentikan  pembacaan   ayat-ayat  selanjutnya dan aku menyibukkan  diri dengan urusan   kehidupan   sehari-hari. Akan tetapi, Allah Maha Tahu  tentang tingkat   keikhlasan   hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari aku pun duduk di  depan televisi  Inggris. Saat itu ada   sebuah  diskusi di antara  presenter seorang  Inggris dan 3 orang pakar   ruang  angkasa AS. Ketiga  pakar antariksa  tersebut pun menceritakan   tentang  dana yang begitu  besar dalam rangka  melakukan perjalanan ke   antariksa,  padahal saat  yang sama dunia sedang  mengalami masalah   kelaparan,  kemiskinan,  sakit dan perselisihan.  Presenter pun berkata, ”   Andai dana  itu  digunakan untuk memakmurkan  bumi, tentulah lebih   banyak berguna”.   Ketiga pakar itu pun membela diri  dengan proyek   antariksanya dan   berkata, “Proyek antariksa ini akan  membawa dampak   yang sangat  positif  pada banyak segmen kehidupan  manusia, baik segi   kedokteran,  industri,  dan pertanian. Jadi pendanaan  tersebut bukanlah   hal yang  sia-sia, tetapi  justru dalam rangka  pengembangan kehidupan   manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan,  di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot      menjejakkan kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan      tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.      Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan      macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa      mendarat di bulan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  pun menjawab, “Tidak, !!!  Tujuannya tidak semata  menancapkan  ilmu   pengetahuan AS di bulan,  akan tetapi kami mempelajari  kandungan  yang   ada di dalam bulan itu  sendiri, maka kami pun telah  mendapat  hakikat   tentang bulan itu,  yang jika kita berikan dana lebih  dari 100  juta   dollar untuk  kesenangan manusia, maka kami tidak akan   memberikan dana   itu kepada  siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang  kalian telah  capai    sehingga demikian mahal taruhannya? Mereka  menjawab, “Ternyata  bulan    pernah mengalami pembelahan di suatu hari  dahulu kala, kemudian   menyatu   kembali.!!! Gambar ini di foto dari  pesawat ulang alik   NASAPresenter  pun  bertanya, “Bagaimana kalian  bisa yakin akan hal   itu?” Mereka  menjawab,  “Kami mendapati secara  pasti dari batuan-batuan   yang terpisah  terpotong  di permukaan bulan  sampai di dalam (perut)   bulan. Lalu, kami  pun meminta  para pakar  geologi untuk menelitinya dan   mereka  mengatakan, “Hal ini  tidak  mungkin telah terjadi kecuali jika   memang  bulan pernah terbelah   kemudian bersatu kembali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb  Al-Islamy  Inggris  mengatakan,  “Maka  aku pun turun dari kursi dan  berkata,  “Mukjizat  (kehebatan)  benar-benar  telah terjadi pada diri  Muhammad Saw.  1400-an  tahun yang  lalu. Allah  benar-benar telah  mengolok-olok AS  untuk  mengeluarkan  dana yang begitu  besar, 100 juta  dollar lebih, hanya   untuk menetapkan  akan kebenaran  muslimin !!!!  Maka, agama Islam ini   tidak mungkin  salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,  aku pun  berguman, “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf   al-Quran  dan  aku  baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku   menerima dan    masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;inspirasidakwah.blogspot.com/ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-1273994698173036105?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/1273994698173036105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/fakta-ilmiah-mukjizat-nabi-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/1273994698173036105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/1273994698173036105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/fakta-ilmiah-mukjizat-nabi-muhammad.html' title='FAKTA ILMIAH: MUKJIZAT NABI MUHAMMAD MEMBELAH BULAN'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4ee62fosbMc/TezusRkFfbI/AAAAAAAAAZ4/hMwZBBrRju0/s72-c/1%2Blunavie1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-741939272107239717</id><published>2011-09-20T22:43:00.000+07:00</published><updated>2011-09-20T22:43:08.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab makan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adab minum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahaya minum sambil berdiri'/><title type='text'>BAHAYA MINUM AIR PUTIH SAMBIL BERDIRI</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/2011/06/bahaya-minum-air-putih-sambil-berdiri.html"&gt;&lt;span class="cufon cufon-canvas" style="height: 24px; width: 95px;"&gt;&lt;span class="cufon-alt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="cufon cufon-canvas" style="height: 24px; width: 87px;"&gt;&lt;span class="cufon-alt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://images.navilink47.multiply.com/image/Jg0tz4Gr+EFaSwLiX6MnLA/photos/1M/300x300/1091/drink-water.jpg?et=Be4ky1op%2C%2BNSH%2Cp%2CXShGQw&amp;amp;nmid=0" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://images.navilink47.multiply.com/image/Jg0tz4Gr+EFaSwLiX6MnLA/photos/1M/300x300/1091/drink-water.jpg?et=Be4ky1op%2C%2BNSH%2Cp%2CXShGQw&amp;amp;nmid=0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  Ajaran Islam bersifat sumuliyah/menyeluruh/universal dari semua aspek.  Dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali diajarkan cara-cara  terbaik, dan ajaran itu tidak ada dalam agama lain kecuali Islam. Itulah  salah satu bukti agama Islam bukan buatan manusia, ia datang dari yang  Maha Mengetahui segala sesuatu urusan. Karnanya adab akan tidur dan  bangun tidur tidak luput dari perhatian. Bukan hanya itu saja, semua  prilaku dalam Islam harus sesuai dengan aturan Allah. Adab makan dan  minum juga menjadi hal yang penting dalam kehidupan kita. Karenanya  kalau semua jaran Islam kita tegakkan maka bukan hanya sehat jasmani,  tapi yang lebih utama sehat rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kajian  kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur. Ini dibuktikan dari segi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk akan  disaring oleh sfringer.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Sfringer   adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka     (sehingga  air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum     akan  disalurkan pada pos- pos penyaringan yang berada di ginjal....&lt;a href="http://inspirasidakwah.blogspot.com/2011/06/post-create.g?blogID=8034680349677385606" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Jika kita minum berdiri, Air yang kita minum tanpa disaring lagi.&lt;br /&gt;Langsung menuju kandung kemih... Ketika langsung menuju kandung kemih,  maka terjadi pengendapan disaluran ureter..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa&lt;br /&gt;menyebabkan penyakit kristal ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.. Susah kencing itu  penyebabnya. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengatasinya :&lt;br /&gt;1. biasakan minum duduk.&lt;br /&gt;2. banyak minum air putih tapi jangan kebablasan dan jangan terburu-buru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;inspirasidakwah.blogspot.com/ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-741939272107239717?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/741939272107239717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/bahaya-minum-air-putih-sambil-berdiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/741939272107239717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/741939272107239717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/bahaya-minum-air-putih-sambil-berdiri.html' title='BAHAYA MINUM AIR PUTIH SAMBIL BERDIRI'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2654270884920179769.post-6418493078984586169</id><published>2011-09-15T16:42:00.005+07:00</published><updated>2011-09-22T17:36:58.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contact Us'/><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="height: 206px; left: 0px; margin-left: 0px; margin-top: 8px; position: absolute; width: 151px; z-index: -1;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-size: 18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FLut9LLj1Dg/TnsClcuX4kI/AAAAAAAAAB0/VkSwh18duig/s1600/taufan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;b&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-FLut9LLj1Dg/TnsClcuX4kI/AAAAAAAAAB0/VkSwh18duig/s320/taufan.jpg" width="235" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-left: 134.7pt; margin-right: 0cm; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="border: none; mso-border-bottom-alt: thick-thin-small-gap windowtext 4.5pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 1.0pt 0cm; padding: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;TAUFAN MAULAMIN,SE.Ak., MM.Dr (cdt)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-size: 20pt; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Rumah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Jl. Tirta Raya F 313 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Komplek &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;PAM &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Jati &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Kramat – &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Jati&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Asih&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;Telpon &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;0218474649&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;HP &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;0816 1963 136&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;Bekasi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;17421&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="mailto:taufanm@gmail.com"&gt;taufanm@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Calibri; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kantor&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kampus Univ&amp;nbsp; Azzahra Jl. Jatinegara Barat&amp;nbsp; No.144&lt;br /&gt;Telpon&amp;nbsp; 2800647, Fax. 2800646, Jakarta 13320&lt;br /&gt;www.univ_azzahra.c om&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--more--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat, tanggal Lahir &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Baturaja, 22 Juli 1964&lt;br /&gt;Agama &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Islam&lt;br /&gt;Status &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Menikah K/5&lt;br /&gt;NPWP &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 09.685.628.1-071.000&lt;br /&gt;Pekerjaan&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Wakil Rektor Universitas Azzahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan Formal &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2006 - …Kandidat DOKTOR &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Univ Trisakti&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Program Doktoral&amp;nbsp;&amp;nbsp;lmu Ekonomi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekonomi &amp;amp; Keu Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pasca Sarjana&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Univ. Islam Jakarta&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Keuangan Islam M Mgmt, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sarjana Ekonomi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Univ. Sebelas Maret&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;SMA&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA NEGERI 6 &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1979&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;SMP&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMP&amp;nbsp; NEGERI&amp;nbsp; 64&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1975&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;SD&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SD NEGERI&amp;nbsp; 5&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Muara Dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sertifikasi Profesi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1999&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Akuntan No. Register Negara : D – 23.245&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menteri Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1999&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Anggota IAI ( Ikatan Akuntan Indonesia)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikatan Akuntan&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2001&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anggota APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; APTISI&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Swasta Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2001&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jabatan Fungsional Dosen : LEKTOR&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menteri Pendidikan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nomor SK : 6701/003/1.1/KP/INPS/2001&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2001&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Nomor Induk Registrasi Dosen NIRD &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menteri Pendidikan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; N.I.R.D. : 2001.03.2.001083-L&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Juri Lomba se-Prov DKI LKS -SMK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Juri Nasional Lomba Kompetensi Akuntansi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Majelis Pendidikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kejuruan Nasional&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan Non Formal&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1999&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Overseas Training &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bangkok – Thailand&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; for Non-Government&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Organization&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1995&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Overseas Training &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Phnom Phen - Kamboja&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; for Non-Government&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Organization&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;– 1999&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;South East Asia&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Pakistan – India&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2002&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Seminar Nasional Akuntansi &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dekan FE UNPAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2002&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Seminar Nasional Reform&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Asosiasi Perg Tinggi Swasta Ind&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pend. Tinggi Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lokakarya Akuntansi &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perbankan Syariah&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikatan Akuntan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Seminar Nasional “ SOSIALISASI RUU PAJAK 2004”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2005&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Seminar Nasional “ STRATEGI PENGEMBANGAN LK SYARIAH”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bank Indoneasia Jakarta 15 Sep 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pengalaman Kerja&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 – 1987&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Badan Pers Mahasiswa&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dewan Redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1987 – 1988&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lembaga Manajemen &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Instruktur Training&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; FE-UNS Surakarta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1988 -&amp;nbsp; 1995&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;FE UNS&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asisten Dosen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1989 – 1995&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kantor Akuntan Publik &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Akuntan Publik,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konsultan dan Auditor&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Drs. Hadori Yunus dan Rekan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1990 – 1993&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Institut Politeknik Indonesia &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dosen Akuntansi,Pajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991 - Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lembaga Pendidikan dan &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dosen Akuntansi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan Profesi &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Indonesia (LP3I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991 - 1995&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lembaga Pendidikan dan &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Jurusan Komputer &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengembangan Profesi &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akuntansi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Indonesia (LP3I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997 - Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sekolah Tinggi Ilmu &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dosen Akuntansi,Auditing&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Administrasi Mandala&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997 – 2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah Tinggi Ilmu &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembantu Ketua II&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Administrasi Mandala&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2005&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah Tinggi Ilmu &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Wakil Ketua&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Administrasi Mandala&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yayasan STIABAN &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; BENDAHARA YYS&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004 - Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Sekolah Tinggi Ilmu &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Direktur Diploma&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Administrasi Mandala&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003 – Sekarang &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yayasan SDIT Annisa&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Komite Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pengalaman Organisasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983 – 1985&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Lingkaran Studi &amp;amp; Pengkajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 - 1987&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketua Forum Studi Akuntansi ( FORSA )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 – 1987&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Senat Mahasiswa FE-UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 – 1987&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengurus ISMEI ( Ikatan Senat mahasiswa Ekonomi se-Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1987 – 1991&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua PB HMI – MPO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 – 1987&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Cabang HMI – SKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983 – 1985&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Komisariat HMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983 – 1985&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua KOPMA UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985 – 1987&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Asrama Mahasiswa UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983 - 1990 &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengurus dan Anggota&amp;nbsp; Mutiara Studi Club ( MSC )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983 - 1990 &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengurus dan Anggota Koperasi Mahasiswa UNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1983 - 1990 &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengurus dan Anggota Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam ( BPPI )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1987 – 1989&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Anggota Perumus Pendirian Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia (LDK –&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nasional )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1991 – 2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengurus IAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003 – 2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pengurus &amp;amp;Tim Juri AKUNTANSI-LKS- se-Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003-&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anggota Masyarakat Ekonomi Syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2003&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang &amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengurus ALUMNI SMA BOEDOET angkatan 82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anggota IAEI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004-&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Sekretaris Jenderal Asosiasi Akuntansi dan Keuangan Syariah Indonesia&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; AAKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2005&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua FORUM GURU &amp;amp; DOSEN (FGDJ)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2005&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketua Dewan Syariah LP3i dan Nusa Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2005&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Anggota Perumus Ahli Pendidikan di JAKARTA&amp;nbsp; Jakarta Islamic Center &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2007&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Direktur Pascasarjana Magister Ekonomi Islam Universitas Islam Azzahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Wakil Ketua Departemen&amp;nbsp; Akuntansi &amp;amp; GCG Syariah, MES&amp;nbsp; ( Masyarakat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekonomi Syariah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Wakil Asosiasi (AAKSI) stakeholder Syariah di Bank Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Wakil Rektor Universitas Azzahra&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2654270884920179769-6418493078984586169?l=www.taufanmaulamin.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.taufanmaulamin.com/feeds/6418493078984586169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/profil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6418493078984586169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2654270884920179769/posts/default/6418493078984586169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.taufanmaulamin.com/2011/09/profil.html' title='Profil'/><author><name>Raihlah Izzul Islam Wal Muslimin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14936383860611942642</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FLut9LLj1Dg/TnsClcuX4kI/AAAAAAAAAB0/VkSwh18duig/s72-c/taufan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
